Al Basyar, Manusia sebelum Nabi Adam

Saat sedang membuka-buka arsip lama di id.forum.wordpress.com, pandangan saya terpaku pada sebuah thread yang berjudul Teori evolusi manusia vs doktrin agama. Ketika saya buka, di dalamnya ternyata adalah sebuah diskusi hangat dengan dialog-dialog cerdas yang terjadi di antara para anggota forum. Terutama dialog antara sang penulis thread, arihaz99 dan bang duto. Sayangnya diskusi ini tidak menghasilkan titik temu dan ditutup tanpa penyelesaian.

Sebagian orang mungkin menganggap arihaz99 telah lancang membandingkan doktrin agama dengan teori ilmiah. Apakah Arihaz99 salah?

Allah menciptakan manusia dengan akal pikiran yang lebih baik dibandingkan makhluk lain. Untuk apa? Supaya manusia lebih mengandalkan akalnya daripada kekuatannya. Tidak seperti hewan yang lebih mengandalkan kekuatan. Allah menginginkan manusia untuk lebih banyak berfikir untuk kebaikan peradaban manusia itu sendiri. Islam dan Alqur’an memang tidak perlu lagi dipertanyakan kebenarannya. Tetapi tetap perlu dikaji, dipelajari dan dipahami!

Alqur’an itu adalah buku petunjuk bagi umat manusia agar berjalan sesuai ajaran Islam hingga selamat dunia akhirat. Ibaratnya jika anda membeli ponsel keluaran terbaru, anda juga akan mendapatkan buku petunjuk penggunaannya. Pemakaian ponsel harus sesuai dengan buku petunjuk tersebut agar tidak cepat rusak. Tetapi kadangkala salah satu fitur yang ada pada ponsel tersebut tidak berjalan sesuai yang kita inginkan, padahal kita merasa sudah menjalankan semua langkah sesuai buku petunjuknya. Apakah itu berarti buku petunjuknya salah?

Kita tidak akan menyalahkan buku petunjuk tersebut. Yang kita lakukan adalah menyalahkan diri sendiri karena mungkin kurang memahami petunjuk-petunjuk yang ada. Selanjutnya kita akan menghubungi orang lain yang lebih mengerti tentang penggunaan ponsel tersebut, apakah itu vendor ponsel baru anda atau teman-teman anda.

Itulah yang terjadi pada Arihaz99. Dia merasakan adanya kejanggalan tetapi dia tidak menyalahkan agama. Kalau dia menyalahkan agama, forum yang dia buka tidak akan berbentuk diskusi :) . Dia menginginkan pencerahan. Sesuatu yang dapat menghilangkan perasaan janggal dari pikirannya. Mungkin saya dapat menghilangkan perasaan janggal tersebut.

Manusia purba memang pernah hidup ratusan juta tahun yang lalu. Tetapi manusia purba ini bukanlah Nabi Adam, karena Nabi Adam diturunkan ke bumi tidak sampai 8000 tahun yang lalu (sekitar tahun 5872 SM). Manusia purba ini memang disebut al Basyar sementara Nabi Adam dan keturunannya disebut al Insan atau Bani Adam.

Al Basyar ini awalnya diciptakan oleh Allah sama dengan makhluk lainnya. Yaitu hanya dengan mengucap; “Qun Fayaquun”, atau “Jadilah….”. Tidak seperti Nabi Adam yang dibentuk satu demi satu dengan ‘Tangan’-Nya, lalu ditiupkan Ruh-Nya hingga Adam-pun hidup.

Seperti halnya hewan, al Basyar tidak memiliki ruh. Jadi jika dia mati, tidak ada ruh yang tertinggal untuk diadili di akhirat. Tetapi al Basyar memang memiliki otak yang sekelas al Insan. Hanya saja Allah tidak membekali al Basyar dengan ilmu pengetahuan seperti halnya Nabi Adam. Al Basyar mencari tahu sendiri bagaimana caranya membuat api, membuat senjata, membuat tempat perlindungan, berburu dan menyembah azimat. Tetapi pada akhirnya adalah, mereka hidup dari perang yang satu ke perang yang lainnya. Mereka tidak mengerti cara berdiplomasi, karena memang tidak ada buku panduan yang mengajarkan mereka cara berdiplomasi. Sehingga akhirnya Allah mentakdirkan mereka untuk punah puluhan ribu tahun sebelum diciptakannya Nabi Adam (saya tidak tahu bagaimana mereka punah, apakah karena perang, zaman es atau ditelan T-Rex).

Lalu seperti kita tahu, Allah mengatakan niat-Nya untuk menciptakan manusia al Insan sebagai khalifah di bumi. Para malaikat mempertanyakan niat tersebut, mengingat keberadaan al Basyar di dunia hanyalah menumpahkan darah. Tetapi Allah sudah mempersiapkan segalanya. Nabi Adam dan Siti Hawa turun ke Bumi berbekal ilmu pengetahuan dan berbagai aturan dari Allah. Adam menurunkan ilmu berkebun kepada Qabil dan ilmu beternak kepada Habil. Adam mengajarkan anak-anaknya untuk bersyukur kepada Allah dengan membagi hasil jerih payah mereka kepada makhluk lain. Dan Adam menikahkan anak-anaknya sesuai perintah Allah. Bagaimana cara Allah membekali Nabi Adam dengan ilmu pengetahuan, bisa anda baca pada Surat Al Baqarah ayat 30 – 33. Tapi kalau tidak mau repot mencari, anda bisa membaca ayat-ayat tersebut di postingan saya yang lain, yang berjudul ‘Apakah Alien itu ada?‘. Saya harap tulisan ini bisa menjawab pertanyaan Arihaz99 pada thread tersebut di atas.

Untuk anda yang ingin tahu lebih banyak tentang al Basyar, ada baiknya anda membaca buku Dr. Abdul Shabur Syahin yang berjudul; Adam bukan manusia Pertama?

Saya terbuka untuk kritik dan saran. Jika ada yang merasa tulisan saya ini tidak benar, tolong sampaikan kepada saya. Secepatnya, lengkap dengan alasan-alasannya. Karena kalau ternyata memang pendapat saya ini salah, sebagian atau keseluruhan, berarti harus segera saya perbaiki atau saya hapus bagian yang salah tersebut bukan?  :D

Tulisan Terkait:

Apakah Alien itu Ada?

www.pondokmaya.com

About these ads

232 thoughts on “Al Basyar, Manusia sebelum Nabi Adam

  1. Wiih… Materi berat nih..! Saya malah baru baca threadnya setelah baca postingan ini. Hehe…

    Btw, kalo gitu, manusia-manusia purba yang diklaim berusia sepuluhribuan taun lebih itu al Basyar ya..? Masuk akal juga…

    • Al Basyar adalah makhluk yang secara fisik dan tingkah laku berbeda dengan makhluk lainnya. Al Basyar berdiri dan berjalan dengan dua kaki. Tangannya bisa digunakan untuk memegang, membawa, membuat sesuatu, menyuap makanan dan hal lain yang tidak bisa dilakukan oleh hewan (primata bisa membawa barang dan menyuap makanan, tetapi tidak bisa membuat berbagai benda seperti al Basyar. Dan primata berjalan dengan 4 kaki). Definisi Al Basyar sepertinya memang terfokus pada bentuk fisik dan prilaku. Ini bisa anda lihat pada tulisan ABU KASIM, Alumnus S.2 IAIN Sunan Ampel Surabaya, yang menggunakan 12 rujukan untuk memperkuat teorinya. Tulisan beliau di-copas oleh Hidayat Ma’ruf ke dalam salah satu posting-nya. Mohon dimengerti, Abu Kasim menganggap bahwa Al Basyar adalah juga Bani Adam. Ini mungkin terjadi karena 2 sebab;
      1. Abu Kasim sama skeptisnya dengan saya dulu, tidak percaya bahwa manusia purba pernah ada.
      2. Ciri-ciri Al Basyar memang dimiliki oleh Bani Adam.
      Tetapi beliau memberikan kesimpulan akhir yang kurang lebih sama dengan pendapat saya di atas.

      Al insan adalah makhluk yang memiliki ruh, ilmu, visi, ambisi dan aturan hidup (saya berasumsi, jin dan malaikat juga memiliki ruh, tetapi tidak berilmu. Betul?).
      Ciri-ciri khas tersebut memang harus dimiliki oleh Al Insan agar bisa menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. Adanya ruh membuat al Insan memiliki rasa bertanggungjawab. Ilmu, visi dan ambisi adalah kombinasi nilai yang membuat al Ihsan selalu berfikir maju dan ingin tampak lebih menonjol dibanding yang lain. Dan adanya aturan hidup membuat al Ihsan lebih beradab, lebih mudah bersosialisasi dan bekerjasama.
      O iya, satu lagi sifat al Insan adalah pelupa. Sifat pelupa, walaupun lebih banyak dianggap sebagai salah satu sifat buruk Al Ihsan, ternyata juga mempunyai banyak nilai positif, misalnya pengalaman pahit bisa segera dilupakan dan hidup bisa dilanjutkan.
      Anda bisa membaca Deskripsi Al Insan, sebuah disertasi yang diajukan H. Dedeng Rosidin dan H Endang Burhanudin, untuk melengkapi program S3 mereka di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

      Al Basyar tidak memiliki ruh, ilmu, visi, ambisi dan aturan hidup. Itu yang menyebabkan Al Basyar tidak memiliki rasa tanggungjawab. Benda-benda temuan al Basyar itu dibuat lebih karena kebutuhan untuk survive, bertahan hidup, bukan karena keinginan untuk melakukan inovasi untuk kemajuan, atau sekedar popularitas pribadi. Itulah sebabnya, walaupun diberi kesempatan untuk berkembang selama ratusan juta tahun, benda-benda temuan al Basyar tidak ada artinya jika dibandingkan benda-benda temuan al Insan yang baru berlangsung selama 8000 tahun. Terutama teknologi smartphone dan Android (weks… OOT)
      Dan ketiadaan aturan hidup membuat pihak yang kuat merasa berhak menindas pihak yang lemah dan merampas semua barang yang ada (hukum rimba).

      Mengenai An Nas…. sebentar…. (menelusuri posting-nya sekali lagi). Hehehe…. Saya tidak pernah menyebut kata An Nas di posting saya. Jadi saya pikir, saya tidak perlu menjelaskan tentang An Nas di sini. Kecuali ada yang bisa memberikan penjelasan logis, mengapa saya harus menjelaskan tentang An Nas :P xixixixi….
      Wassalam….

      • ………………
        Al insan adalah makhluk yang memiliki ruh, ilmu, visi, ambisi dan aturan hidup (saya berasumsi, jin dan malaikat juga memiliki ruh, tetapi tidak berilmu. Betul?).
        Ciri-ciri khas tersebut memang harus dimiliki oleh Al Insan agar bisa menjalankan tugas sebagai khalifah di bumi. Adanya ruh membuat al Insan memiliki rasa bertanggungjawab. Ilmu, visi dan ambisi adalah kombinasi nilai yang membuat al Ihsan selalu berfikir maju dan ingin tampak lebih menonjol dibanding yang lain. Dan adanya aturan hidup membuat al Ihsan lebih beradab, lebih mudah bersosialisasi dan bekerjasama.
        O iya, satu lagi sifat al Insan adalah pelupa. Sifat pelupa, walaupun lebih banyak dianggap sebagai salah satu sifat buruk Al Ihsan, ternyata juga mempunyai banyak nilai positif, misalnya pengalaman pahit bisa segera dilupakan dan hidup bisa dilanjutkan.
        ………..

        pada kutipan diatas, saya punya pendapat sedikit berbeda:
        Al-Insan “memiliki segalanya”, fisik yang “sempurna”, ruh/rohani , dan akal – dengan “kebebasan” dari Alloh SWT – membuahkan ilmu, visi, dan ambisi, kombinasi dengan ruh, membuahkan aturan hidup.

        sedikit berbeda dengan jin yang tidak memiliki fisik. adanya fakta bahwa jin terdiri dari yang kafir dan yang muslim, kabar tentang orang-orang musyrik yang meminta bantuan jin untuk memenuhi nafsunya, jin-jin yang jahil yang terkadang mengganggu manusia dan salah satu kisah paling terkenal di era Nabi Sulaiman A.S. Ifrit merupakan salah satu pengikut Nabi Sulaiman A.S dari kalangan jin yang paling cerdik. kecerdikan itu tentu buah dari akal, bukankah itu ilmu?

    • Al Insan adalah Makhluk allah yang memiliki Roh,berakal, beramal Soleh, memiliki derajat paling tinggi.. An Nas adalah Manusia pada umumnya, ada yang jahat ada yang baik ada yang bodoh ada yang pintar dan ada yang mersa seperti Dewa dan ada yang murtad.. maka An Nas yang berakal sehat, berbudi luhur dan taat akan aturan Allah masuk kedalam golongan Al Insan

      • maaf.. klu menurut saya penjelasan an nas hanya sebatas “manusia” saja dan tidak pakai berbudi baik atw jahat bodoh atw pintar dan sebagai nya,krn didalam kitab al quran saya mendapatkan penjelasan klu manusia yg berbudi baik n luhur,beriman n taat akan aturan allah disebut “..ayuhalazi na a mannu..” yg arti nya adalah orang/manusia yg beriman
        trims

  2. Tulisan yang menarik.
    Kalo boleh sedikit menambahkan bisa disimak kisah awal penciptaan manusia (Adam) yang tercantum dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 30-39
    Salam kenal..

  3. wahhhh ____ mantap __ yang mengatakan adam manusia pertama,, coba baca2 lagy Quran terjemahnya __ brangkali bisa membantu ,, seperti perkataan malaikat intu waktu bertanya kepada allah __

    samapai saat ini siapa pun yang memiliki pengetahuan agama dengan sejarah di tanya pertanyaan seperti ini pasti bingung __ !!!! good post __

  4. PADA RAME… MEMPERMASALAHKAN TENTANG ADAM DAN ‘MANUSIA SEBELUM ADAM’ KALIAN AKHIRNYA JADI SEPERTI TELUR YANG MEMBAHAS AYAM
    SEBELUM MENGIRA-NGIRA ADA MANUSIA SEBELUM ADAM….. LEBIH BAIK INGAT-INGAT WAKTU KALIAN LAHIR KE DUNIA……….. PADA INGAT GAK???
    KALAU SAAT KALIAN SENDIRI LAHIR SAJA KAGAK INGAT…………. APALAGI SEBELUM PENCIPTAAN ADAM………RIBET BENER…. HAL KAYAK GINI JANGAN DIPERDEBATKAN… LEBIH BAIK KALIAN JALANKAN SAJA AMAR MA’RUF NAHYI MUNKAR……..

    • Jaro Gunung = Penguasa gunung…

      Allah Menciptakan Manusia dengan Al Qur’an sebagai panduan hidup, dan Shalat sebagai Tiang Agama.. Namun Allah tidak mengajarkan Adam dan keturunan nya untuk hanya menerima kodrat dan doktrin saja, Allah memberikan Al Qur’an untuk di kaji, dipahami dan diamalkan bukan sebagai simbol dan kultus saja.. Jadi inilah yang membedakan Al Insan dengan makhluk lain nya.. Al insan terus berusaha untuk bertahan hidup membuat suatu inovasi dan kemajuan dengan berdasarkan panduan dari Al Qur’an.. hal ini pula yang membedakan kita Al Insan berilmu dan beramal soleh berbeda dengan Al Insan yang Jahiliyah dan membuat suatu inovasi untuk menghancurkan seperti kaum Laknatullah Yahudi.. maka dari itu Al Insan mencari tau, menelusuri asal usulnya untuk dijadikan cerminan hidup untuk melakukan Ammar Ma’ruf dan mencegah hal hal jelek sebagai Nahi Munkar… Subhanallah…

  5. Lho, memangnya salah membahas sejarah? Bagaimana anda bisa percaya pada Islam, kalau ngga tau sejarah Islam? Bagaimana anda bisa percaya pada Rasulullah kalau ngga tau sejarah Rasulullah? Bagaimana anda bisa melaksanakan sholat, kalau ngga tau gerakan-gerakan sholat yang diajarkan Rasulullah? Kalau kita hanya memikirkan kehidupan kita sendiri setelah mengenal dunia dan menutup mata terhadap segala hal yang sudah ada sebelum kita lahir, bagaimana kita bisa menjalankan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar seperti yang anda katakan? Coba tolong anda jelaskan… :)

    • Apa yang dikatakan Jaro Gunung ada benarnya… Yang tidak saya suka adalah bagaimana caranya menyusun kata. Guru ngaji saya pernah berkata. Jika sesuatu yang ‘ghaib’ tidak tertulis pada qur’an dan hadits, dan tidak ada dari keduanya yang mendekati ataupun dijadikan pedoman. Maka kita harus meninggalkan perdebatan tentangnya, karena itu akan menyita waktu kita yang sedikit. Seperti halnya saat malaikat bertanya mengapa Allah menciptakan Manusia, Allah hanya menjawab “AKU TAHU YANG ENGKAU TIDAK TAHU.” Inilah yang menjadi pegangan guru ngaji saya. Karena sesungguhnya sesuatu yang ghaib dan tidak jelas itu adalah urusan Allah yang maha tahu. Guru saya tidak melarang saya (waktu itu memperdebatkan dajjal), namun dia berpesan agar kita “berhati-hati”, ketika membahas sesuatu yang tidak bersumber dari al-qur’an dan hadits dan bersifat “samar”. Maaf dah kebanyakan ngomong ya om Nando…

      • @Yusuf Abdac, pahamilah, Gan. Allah menyuruh kita untuk tidak pernah berhenti belajar, kecuali sudah masuk liang lahat. Allah mengatakan ‘Sesungguhnya Aku mengetahui yang engkau tidak ketahui‘ kepada malaikat karena memang malaikat itu tidak diajari oleh Allah seperti Allah mengajari Adam. Malaikat itu memiliki tugas khusus dari Allah dan tidak akan melakukan apapun jika tidak mendapat perintah langsung dari Allah. Manusia itu berbeda. Allah membekali dengan ilmu pengetahuan supaya manusia itu bisa berinovasi dan berinisiatif sendiri tanpa perintah langsung dari Allah.
        Manusia harus mencari tahu, segala hal yang tidak diketahui, bukan hanya diam saja. Otak manusia itu diciptakan untuk digunakan, lho….. :)
        Anda mungkin menganggap forum ini sebagai perdebatan kusir belaka, tapi saya menganggapnya sebagai proses tukar pikiran. Dan bertukar pikiran itu perlu untuk mempercepat proses kemajuan dalam segala hal, bukan malah menyita atau membuang-buang waktu. :)
        Malaikat dan Jin mungkin makhluk ghoib bagi kita karena mereka tidak kasat mata. Tapi manusia purba, dinosaurus, minyak bumi, uranium, gelombang radio itu bukan sesuatu yang ghoib, walaupun semua itu tidak ada di dalam Alqur’an. :)
        Apakah anda ingin mengatakan bahwa minyak bumi itu tidak ada, Gan? Karena tidak tertulis dalam Alqur’an? Apakah anda ingin mengatakan bahwa mobil dan pesawat terbang itu tidak ada, Gan? karena berbahan bakar minyak bumi yang tidak ada dalam Alquran? Dan dibuat oleh orang-orang yang tak mengenal Alqur’an? :)

  6. jika anda terjebak pada pemikiran dan penafsiran yahudi maka anda salah,alquran tidak pernah menyebutkan angka tahun kapan Adam turun kebumi,begitu jg taurat,kecuali itu adalah interpretasi pribadi dari para rabi yahudi,yg mengatakan bahwa adam hadir pd th 5872 sm,apa dasarnya?ketika mereka dipertemukan dgn bukti sejarah bahwa ada manusia modern yg hidup 100jt th lalu,mereka kebingungan sebab pendapat mereka tdk memiliki pijakkan kuat,untuk melindungi kesalahan mereka,dikatakan lah,bahwa itu ulah alien,itu ulah time traveller,dsb.karena tidak mungkin manusia hidup bersama dino (menurut asumsi adam hadir th5872) seperti pendapat mereka yg mengatakan bumi adalah pusat alam semesta,bumi adalah datar..belakangan pendapat mereka terbukti salah.

    • Logika saya pun mengatakan bahwa tak mungkin manusia modern (Nabi Adam dan keturunannya) hidup berdampingan dengan dinosaurus. Pasti akan disebutkan di Alqur’an, bagaimana Nabi Adam mempertahankan diri menghadapi Tyrannosaurus dan Velociraptor. Tapi, ya. Saya memang mendapatkan angka tahun tersebut bukan dari Alqur’an, melainkan hasil browsing di internet. Karenanya bisa saja saya salah. :)
      Tapi karena anda sebutkan adanya bukti sejarah bahwa manusia modern telah hidup 100 juta tahun yang lalu, maka harus saya tanyakan pada anda, di mana bukti sejarah itu sekarang? Apakah sudah diakui kebenarannya oleh para arkeolog, atau masih menjadi kontroversi?
      Atau mungkin anda dan saya memiliki persepsi yang berbeda tentang manusia modern. :) Phytecantropus Erectus itu bukan manusia modern. Mereka adalah manusia purba yang sudah berevolusi dari makhluk bungkuk seperti primata menjadi makhluk tegak seperti manusia. Semua makhluk di dunia ini mengalami proses evolusi tersebut, bukan hanya manusia purba (maaf, karena saya berasumsi bahwa manusia modern yang anda maksud di sini adalah Phytecantropus Erectus, kalau bukan tolong beritahu, ya..)
      Saya bukan ingin mendebat anda, ya Sobat. :) Saya justru mengharapkan bantuan dari orang seperti anda untuk memperbaiki tulisan ini jika salah. Karena pada dasarnya saya tidak ingin menyampaikan informasi yang menyesatkan kita semua.

      • kalau kita telusuri lagi tentang penciptaan Bapak Adam sebagai khalifah di bumi.. maka kita akan kembali pada pembicaraan Allah kepada Malaikat: Allah mengatakan bahwa Allah akan menciptakan makhluk yang lebih baik untuk menggantikan makhluk yang telah diciptakan sebelumnya.. Malaikat bertanya: Ya allah apakah dengan penciptaan Mu itu hanya akan menjadikan mekhluk tersebut saling menumpahkan darah, merusak dan membuat kehancuran sebagaimana seperti makhluk yang telah engkau ciptakan sebelumnya? bukankah engaku telah menciptakan kami sebagai makhluk yang setia dan selalu menuruti perintahmu?.. Alllah menjawab: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari pada kalian…

        Maka Diciptakan nya Bapak Adam dimulai dari ditiupkannya Roh, diberikannya ia bernapas, diberikan nya respon pertama kali yaitu bersin dan diajarkan untuk mengucapkan Hamdallah, Diberikan akal, pikiran pengetahuan melebihi makhluk lain sehingga menjadi Seorang Al Insan Sempurna, Diberikan pasangan hidup Siti Hawa, diberikan kesempatan hidup di surga dan sampai mereka melangga Syariat Allah.. Memang Semuanya itu adalah Rencana Besar Allah untuk menjadikan mereka Khalifah di muka bumi, mengaturnya, mengolahnya, mengeksplorasi alam dengan bijaksana untuk menggantikan Makhluk makhluk sebelumnya yang kita sebut Pitchecantropus,Homo Erectus, Homo Robustus, Austrlo pitechus, Homo Neanderthal dll sampai pada akhirnya Manusia Sempurna (Homo Sapiens) Al Insan…

        dan kalau kita kaji lagi mengenai diturunkannya Adam dan Hawa ke Bumi memang penuh ujian.. Adam di turunkan di anak benua Asia sedangkan Hawa di turunkan di Jazirah arab sungguh kedua alam di bumi ini adalah alam yang extreem, Jazirah arab yang panas, tandus sedangkan anak benua asia yaitu Srilanka dan India yang berhutan lebat… kalau kita kaji Rencana Allah ini kita akan berpikir bahwa hidup di bumi tidak lah mudah, Adam dan Hawa harus belajar bagaimana menghadapi iklim dan geografis bumi.. dengan segala cobaan, ujian dan masalah tadi Adam dan Hawa menjadi lebih pandai dan bijak menghadapi kerasnya Bumi…

        cobalah berpikir arif mengenai kejadian ini…

      • @nando, tadinya sy respek keanda, tapi setelah anda ngejar bukti ke orang lain sedangkan anda seenaknya nyadur dari internet tentang kapan adam diciptakan tanpa verivikasi juga, hilang respek sy ke anda

      • Salahkah jika saya bertanya?
        Atau harus saya terima bulat-bulat saja semua pendapat saudara-saudara kita di sini, dan langsung saya anggap benar? :)
        Pendapat saya sendiri pada postingan di atas bisa saja salah, karenanya saya membuka ruang komentar ini seluas-luasnya bagi siapa saja yang memiliki pandangan berbeda Tapi tentunya saya berharap agar pandangan tersebut memiliki dasar yang cukup kuat. :)
        Mengenai tahun diturunkannya Nabi Adam ke bumi, menurut saya lebih masuk akal kalau terjadi 8000 tahun yang lalu, dan bukan 100 juta tahun yang lalu. Tapi kalau ada yang bisa menjelaskan bahwa Adam itu diturunkan 100 juta tahun yang lalu, silakan… Saya siap mendengarkan. :)

    • Yg d bhas pertma adalh kulitx bkn isinya. Klu brbcra isi at sipt manusiax it sblm ad alm dunia yg jels mash jau trciptx sprti sblum adam.ad memng tpi blm brbntuk kasar/syariat. Jd gk ush brdebt.krna tdk akn ad hbsx.

  7. Adam AS dan istrinya merupakan keturunan Al bashar, yang memiliki tingkat kecerdasan yang telah sempurna/disempurnakan Allah SWT QS. Al Hijr (15): 26-30
    Penciptaan Adam AS melalui mekanisme kelahiran sama seperti Isa AS dan tentunya seperti kita, QS. Ali Imran (3): 59
    sehingga pada diri manusia Al Insan masih terdapat sifat2 Albasyar yang tersimpan dalam DNA kita.
    Allah SWT telah MEMILIH Adam AS untuk menjadi bapak kita, dengan demikian tidak berati hanya ada satu manusia pada waktu itu, tetapi banyak, QS. Ali Imran (3): 33.
    Tidak ada yang perlu dibandingkan antara teori ilmiah/ilmu pengetahuan manusia dengan agama (ilmu Allah SWT), karena ilmu Allah sangat tinggi sementara pengetahuan kita sangat rendah. Ilustrasinya, apa mungkin membandingkan pemikiran anak umur 3 th dengan pemikiran seorang profesor?
    Allah memerintahkan kita semua untuk belajar, dan jika semua air di laut dijadikan tinta kita tidak akan sampai ke ilmu Allah SWT
    Al bashar punah karena ilmu pengetahuannya rendah untuk melindungi diri, Bisa saja mekanismenya melalui bencana alam yang maha dahsat (misal seperti kisah nabi Nuh?) Karena pada saat yang bersamaan dinyatakan Allah SWT bahwa adam diturunkan dari surga/tempat yang nyaman ke tempat yang lebih rendah? yang tempatnya masih di bumi ini?
    Tidak mungkin ujian (memakan buah khuldi) ada disurga akhirat, karena ujian hanya ada di dunia/bumi, dan tidak mungkin jin bisa masuk kesurga untuk menggoda Adam AS tanpa diketahui oleh Allah SWT. dan Allah SWT telah menujuk Adam untuk khalifah dibumi,
    Kun Fayakun bukanlah adakadabranya para pesulap, dari tidak ada cling jadi ada. Lihat penciptaan alam semesta kenapa dalam enam masa?, kenapa memiliki fase?. begitu juga penciptaan Adam, mengapa harus ada penyempurnaan? apanya yang disempurnakan?
    Semoga bermanfaat dan membuat kita lebih tunduk kepada Allah SWT ….. Amien

    • Wow…. Anda menawarkan pandangan yang sungguh-sungguh bertentangan dengan apa yang sudah diajarkan semua orang kepada saya.
      Anda yakin Siti Hawa tidak diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam?
      Apakah anda ingin mengatakan bahwa pembicaraan antara Allah dan malaikat tentang penciptaan khalifah di bumi yang tertulis dalam QS Al Baqarah itu hanya isapan jempol belaka?
      Bagaimana Adam bisa memiliki pengetahuan yang cukup tentang segala benda yang ada di bumi dan tentang cara bertahan hidup dengan berkebun dan beternak, jika tidak pernah diajari secara langsung oleh Allah?
      Bagaimana Adam bisa tahu kalau Allah itu ada , jika tidak pernah bertatapan muka denganNya saat di surga?
      Bagaimana Iblis bisa memusuhi Adam dan keturunannya, jika tidak pernah diusir dari surga oleh Allah, karena menolak saat diperintah untuk memberi hormat kepada Adam?
      Terlalu banyak ketidakcocokan yang muncul, sobat, jika teori anda seperti itu. :)
      Mengenai mengapa Iblis bisa menghasut Nabi Adam untuk memakan quldi, itu memang sudah takdir Allah seperti itu. Karena Adam, dengan segala pengetahuan dan bentuk fisik yang ia miliki, memang ditakdirkan untuk turun dan mengelola bumi. Allah bukannya tidak tahu kalau Iblis masuk kembali ke surga untuk menghasut Adam. Dia tahu. Dia Maha Tahu. Tapi Dia biarkan Iblis masuk supaya segala sesuatunya berjalan sesuai yang Ia gariskan. Itu pendapat saya. Silakan dikoreksi jika salah. :)

      • kalau kita telusuri lagi tentang penciptaan Bapak Adam sebagai khalifah di bumi.. maka kita akan kembali pada pembicaraan Allah kepada Malaikat: Allah mengatakan bahwa Allah akan menciptakan makhluk yang lebih baik untuk menggantikan makhluk yang telah diciptakan sebelumnya.. Malaikat bertanya: Ya allah apakah dengan penciptaan Mu itu hanya akan menjadikan mekhluk tersebut saling menumpahkan darah, merusak dan membuat kehancuran sebagaimana seperti makhluk yang telah engkau ciptakan sebelumnya? bukankah engaku telah menciptakan kami sebagai makhluk yang setia dan selalu menuruti perintahmu?.. Alllah menjawab: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari pada kalian…

        Maka Diciptakan nya Bapak Adam dimulai dari ditiupkannya Roh, diberikannya ia bernapas, diberikan nya respon pertama kali yaitu bersin dan diajarkan untuk mengucapkan Hamdallah, Diberikan akal, pikiran pengetahuan melebihi makhluk lain sehingga menjadi Seorang Al Insan Sempurna, Diberikan pasangan hidup Siti Hawa, diberikan kesempatan hidup di surga dan sampai mereka melangga Syariat Allah.. Memang Semuanya itu adalah Rencana Besar Allah untuk menjadikan mereka Khalifah di muka bumi, mengaturnya, mengolahnya, mengeksplorasi alam dengan bijaksana untuk menggantikan Makhluk makhluk sebelumnya yang kita sebut Pitchecantropus,Homo Erectus, Homo Robustus, Austrlo pitechus, Homo Neanderthal dll sampai pada akhirnya Manusia Sempurna (Homo Sapiens) Al Insan…

        dan kalau kita kaji lagi mengenai diturunkannya Adam dan Hawa ke Bumi memang penuh ujian akibat kesalahan mereka melanggar Syariat karena terbujuk godaan iblis, dan mengapa iblis bisa masuk kedalam Surga? itu semua sudah ketentuan Allah yang tertulis dalam Lauh Maghfuz. Sedangkan mengapa iblis bisa masuk ke Surga dan menggoda mereka? karena Iblis telah memohon kepada Allah agar di berikan kesempatan Hidup sampai waktu yang dikehendaki Allah dan untuk menggoda Adam beserta keturunannya untuk menjadi Insan yang Ingkar / Munkar. dan Allah pun sudah mengetahui akan hal ini jauh sebelum terjadi..

        Adam di turunkan di anak benua Asia sedangkan Hawa di turunkan di Jazirah arab sungguh kedua alam di bumi ini adalah alam yang extreem, Jazirah arab yang panas, tandus sedangkan anak benua asia yaitu Srilanka dan India yang berhutan lebat… kalau kita kaji Rencana Allah ini kita akan berpikir bahwa hidup di bumi tidak lah mudah, Adam dan Hawa harus belajar bagaimana menghadapi iklim dan geografis bumi.. dengan segala cobaan, ujian dan masalah tadi Adam dan Hawa menjadi lebih pandai dan bijak menghadapi kerasnya Bumi…

        cobalah berpikir arif mengenai kejadian ini…

    • Salah semua komentarx,banyak2 belajar ilmu agama terutama pada alquran dan jalnkn syareat yg d ajarkan oleh rasullullah,apabila d jalankan it syareat insya Allah d bukakan pintu hati kita.jangan langsung mencri intix.

  8. syukurlah, kalau begitu teori ilmiah chalres darwin, yang mengatakan bahwa manusia berawal dari monyet itu salah, saya setuju dengan pendapatmu sob….

  9. OK sobat terima kasih atas feedbacknya, Tentu saya tidak yakin kalau Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, karena rujukan kearah sana tidak ada di kitab suci kita. (kalau ada tolong kasih kasih tau ayatnya?)
    Alquran adalah rujukan yang TIDAK ADA satu ayatpun didalamnya salah, karena Alquran adalah salah satu Qalam Illahi yang sangat saya yakini kebenarannya.
    Bagaimana Adam bisa mengetahui Allah ada? mungkin kita bisa menjawab dengan pertanyaan yang sama, bagaimana Ibrahim, Musa, Isa, dan junjungangan kita Muhammad SAW bisa mengetahui bahwa Allah itu ada?
    Tidak ada satu manusiapun yang pernah beratap muka (dalam artian harfiah) dengan Allah, bahkan Muhammad SAW pun tidak mampu menatap Allah ketika Mikraj. Mengapa? karena indra manusia begitu lemah untuk melihat Zat Yang Maha Agung. Tapi insyaAllah kelak kita dapat melihatNya di akhirat.
    Tapi sesungguhnya kita telah melihat Allah dengan eksistensiNYa yang sangat nyata. Kemanapun kita melihat disanalah wajahNya.
    Saya coba analogikan lagi dengan salah satu kisah bahwa kelak tangan, mata, kaki dll bisa bicara, apakah akan demikian pelaksanaannya? mungkin cerita tersebut akan mudah dimengeti kepada orang2 jaman dulu yang belum mengenal Film. Apakah malaikat pencatat amal baik dan buruk MENULIS semua amal baik buruk kita diatas kertas dan pena?
    Pernahkah kita menshooting aktifitas kita? dan kemudian menontonnya kembali? kira2 bagaimana korelasinya?
    Saya sama sekali tidak mendukung teori Darwin. Apakah orang hutan satu nenek moyang dengan sipanse? apakah ular Cobra satu nenek moyang dengan ular sanca?
    Saya hanya mencoba untuk bersama2 kita mencari jawaban atas setiap pertanyaan2 dalam fikiran kita kepada kitab yang kebenarannya MUTLAK
    Gimana saudaraku?

    • Halo, Mas Budi. Welcome back. Terus terang saya suka sekali dengan diskusi kecil kita. Karena walaupun kita berbeda pendapat, tapi kita bisa membahasnya dengan kepala dingin. Saya berharap semua yang komen di sini bisa seperti anda. :)
      Mengenai Siti Hawa yang berasal dari tulang rusuk Adam, memang tidak ada di Alquran. Adanya di HR Al Bukhari no. 3331 dan Muslim no. 3632.

      إِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلْعٍ، وَِإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلْعِ أَعْلاَهُ، فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيْمُهُ كَسَرْتَهَا، وَإِنِ اسْتَمْتَعْتَ بِهَا اسْتَمْتَعْتَ وَفِيْهَا عِوَجٌ

      Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila engkau ingin meluruskannya, engkau akan mematahkannya. Dan jika engkau ingin bersenang-senang dengannya, engkau bisa bersenang-senang namun padanya ada kebengkokan. Sumber: http://www.asysyariah.com.

      Setau saya, hadits dari Bukhari dan Muslim adalah hadits yang shahih dan bisa dipertanggungjawabkan.

      Sekarang, karena kita sama-sama percaya bahwa kebenaran Alquran itu mutlak, mari kita buka QS. Al Baqarah ayat 30 – 34.

      وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

      Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata,”Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Allah berfirman, ” Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui” (30).

      Logika saya begini, jika pada saat itu manusia Al Basyar masih ada dan masih menumpahkan darah, seharusnya para malaikat tidak mengajukan pertanyaan semacam itu ketika Allah berniat menjadikan salah satu di antara manusia tersebut sebagai Al Insan yang lebih pintar dan berwawasan luas untuk menjadi pemimpin mereka. Karena, dengan ridho Allah, orang tersebut pasti mampu mempersatukan kaum Basyar dan menghentikan perang yang berkepanjangan. Justru para malaikat itu seharusnya bersyukur. Bukan begitu, Mas Budi?

      وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

      Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman,” “Sebutkanlah kepadaKu nama-nama semua ini kalau memang kamu daripada golongan yang benar” (31).

      Kalau anda tetap berkeyakinan bahwa Adam tidak pernah bertemu muka dengan Allah, bagaimana proses pengajaran ini berlangsung? Apakah melalui perantara, seperti Malaikat Jibril, misalnya? Jika, ya. Berarti Allah harus mengajari Jibril terlebih dahulu, baru kemudian Jibril mengajari Adam. Jika demikian kejadiannya, berarti Jibril lebih pintar atau setidaknya sama pintarnya dengan Adam. Dan itu berarti Jibril tidak perlu membungkuk hormat kepada Adam seperti yang telah diperintahkan Allah.

      قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ

      Mereka menjawab, “Maha suci Engkau. Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” (32).

      Saya kira cukup jelas pada ayat ini bahwa tidak ada satu malaikat-pun, termasuk Jibril, yang bisa menjawab pertanyaan Allah.

      قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

      Allah berfirman,” Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini”. Maka setelah disebutkannya nama-nama benda itu, Allah berfirman,”Bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan kamu sembunyikan” (33).

      Bagaimana cara Allah memerintahkan Adam untuk menyebutkan nama benda-benda tersebut? Apakah melalui perantara Jibril? Jika ya, bukankah seharusnya firman Allah itu menjadi,”Hai Jibril, katakan pada Adam agar ia memberitahukan nama-nama benda ini”?

      وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلائِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلا إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

      Dan ingatlah ketika Allah berfirman,”Sujudlah kamu kepada Adam”. Maka sujudlah mereka semua kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur dan termasuk golongan kafir (34).

      Sumber: ummiega.blogspot.com

      Bagaimana anda menjelaskan peristiwa ini, Mas Budi? Kita semua tau kalau Iblis diusir dari surga karena telah menolak perintah dari Allah.

      Jadi, jika Adam itu dilahirkan di bumi dan tidak pernah bertemu muka dan mendapat pengajaran dari Allah, maka:
      1. Adam tidak mungkin bisa mengajari Qabil dan Habil cara berkebun dan beternak. Cara mengubur mayat Habil saja, Qabil tidak tahu.
      2. Iblis saat ini pasti masih berada di surga, bukannya berkeliaran di bumi menghasut manusia untuk berbuat jahat.
      3. Tidak ada penjahat di bumi ini, karena tidak ada Iblis sang Penghasut. Semua orang hidup dengan damai dan taat beribadah kepada Allah.
      4. Tidak ada QS Al Baqarah ayat 30 – 35 di Alqur’an.
      5. Dan hal lain yang saat ini tidak terpikirkan oleh saya. :)

      Bagaimana, Mas Budi?

  10. Memang do tentang malaikat bertanya kepada allah kenapa diciptakan manusia sedangkan manusia adalah mahluk perusak sudah jadi bahan perdebatan sejak saya masih SD, bahkan guru agama sd saya bilang bahwa ada kemungkinan ada manusia sebelum nabi adam diciptakan, dan sampai saat inipun belum ada jawaban yang memuaskan keinginan tahuan saya walau saya udah tanya kesana kemari….tapi saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa bahasa alqur’an adalah bahasa arab, bahasa yang mempunyai nilai ketuhanan begitu luas sehingga ada kemungkinan kita sebagai mahluk yang daya berpikirnya terbatas membuat kita sampai saat ini belum sanggup menterjemahkan secara pas tentang ayat tersebut……maju terus sob..maju terus alumni ISTN

    • kalau kita telusuri lagi tentang penciptaan Bapak Adam sebagai khalifah di bumi.. maka kita akan kembali pada pembicaraan Allah kepada Malaikat: Allah mengatakan bahwa Allah akan menciptakan makhluk yang lebih baik untuk menggantikan makhluk yang telah diciptakan sebelumnya.. Malaikat bertanya: Ya allah apakah dengan penciptaan Mu itu hanya akan menjadikan mekhluk tersebut saling menumpahkan darah, merusak dan membuat kehancuran sebagaimana seperti makhluk yang telah engkau ciptakan sebelumnya? bukankah engaku telah menciptakan kami sebagai makhluk yang setia dan selalu menuruti perintahmu?.. Alllah menjawab: Sesungguhnya Aku lebih mengetahui dari pada kalian…

      Maka Diciptakan nya Bapak Adam dimulai dari ditiupkannya Roh, diberikannya ia bernapas, diberikan nya respon pertama kali yaitu bersin dan diajarkan untuk mengucapkan Hamdallah, Diberikan akal, pikiran pengetahuan melebihi makhluk lain sehingga menjadi Seorang Al Insan Sempurna, Diberikan pasangan hidup Siti Hawa, diberikan kesempatan hidup di surga dan sampai mereka melangga Syariat Allah.. Memang Semuanya itu adalah Rencana Besar Allah untuk menjadikan mereka Khalifah di muka bumi, mengaturnya, mengolahnya, mengeksplorasi alam dengan bijaksana untuk menggantikan Makhluk makhluk sebelumnya yang kita sebut Pitchecantropus,Homo Erectus, Homo Robustus, Austrlo pitechus, Homo Neanderthal dll sampai pada akhirnya Manusia Sempurna (Homo Sapiens) Al Insan…

      dan kalau kita kaji lagi mengenai diturunkannya Adam dan Hawa ke Bumi memang penuh ujian akibat kesalahan mereka melanggar Syariat karena terbujuk godaan iblis, dan mengapa iblis bisa masuk kedalam Surga? itu semua sudah ketentuan Allah yang tertulis dalam Lauh Maghfuz. Sedangkan mengapa iblis bisa masuk ke Surga dan menggoda mereka? karena Iblis telah memohon kepada Allah agar di berikan kesempatan Hidup sampai waktu yang dikehendaki Allah dan untuk menggoda Adam beserta keturunannya untuk menjadi Insan yang Ingkar / Munkar. dan Allah pun sudah mengetahui akan hal ini jauh sebelum terjadi..

      Adam di turunkan di anak benua Asia sedangkan Hawa di turunkan di Jazirah arab sungguh kedua alam di bumi ini adalah alam yang extreem, Jazirah arab yang panas, tandus sedangkan anak benua asia yaitu Srilanka dan India yang berhutan lebat… kalau kita kaji Rencana Allah ini kita akan berpikir bahwa hidup di bumi tidak lah mudah, Adam dan Hawa harus belajar bagaimana menghadapi iklim dan geografis bumi.. dengan segala cobaan, ujian dan masalah tadi Adam dan Hawa menjadi lebih pandai dan bijak menghadapi kerasnya Bumi…

      cobalah berpikir arif mengenai kejadian ini…

    • itulah mengapa ada manusia yang Sesat.. karena telah dihasut dan masuk kedalam golongan manusia yang inkar akibat tergoda Nafsu, Kesombongan, haus kekuasaan, berpikir materil dan bemental perusak.. merekalah yang masuk kedalam golongan pengikut iblis Laknatullah.. inilah yang namanya Al Insan dengan hati yang rusak dan berakal rendah.. golongan inilah yang dinamakan Al Basyar yaitu An Nas dengan sifat perusak… kalau kita atau kalian memang Makhluk dan Ummat Allah yang tergolong dalam Al insan maka kita akan selalu menjaga kelakuan kita agar selalu terhormat dan sempurna karana kita yakin Allah selalu ada dekat kita lebih dekat dari pada urat nadi leher kita…

  11. nice posting..
    saya beberapa hari ini memang sibuk mencari jawaban atas pertanyaan ini..big question memang dan kita memang seharusnya memikirkannya karena kita dianugrahi Allah akal yang nantinya akan digunakan untuk berfikir baik masa lalu, masa sekarang dan masa depan..
    setelah browsing di berbagai situs akhirnya saya menemukan blog ini..cukup bisa menjawab pertanyaan saya karena kemungkinan besar memang ada makhluk lain sebelum Nabi Adam diciptakan mengingat kalimat malaikat tentang sanggahan keinginan Allah menciptakan adam karena akan menjadi perusak di muka bumi. Malaikat bukan makhluk yang bisa memprediksi masa depan sehingga bisa diartikan dia melihat di waktu itu atau sebelum penciptaan adam itu bumi rusak oleh makhlu yang kemungkinan besar penampakannya mirip dengan Adam. Tapi tidak ada dalam Al-Qur’an (atau memang saya yang belum nemu) yang menjelaskan tentang makhluk sebelum Adam.

    Di posting ini disebutkan adanya Al-Basyar. Saya penasaran sekali..bisa kasih info lebih lengkap lagi tentang Al-Basyar ini? kalo boleh tau sesuai dengan Al-qur’an dan Hadist..

    Thanks a lot

    • Aduh… Mohon maaf, Mbak. Dengan menyesal harus saya katakan bahwa informasi ini tidak saya dapatkan dari Alqur’an dan Hadits sehingga masih bisa dipertanyakan keshahihannya. Saya dapatkan info ini dari link ini. Keterangan yang Mbak tanyakan ada di halaman 17, silakan dilihat, Mbak. Dan terus terang saya sendiri belum membaca versi utuh buku yang ada di link tersebut. Hanya yang ada di situ saja, selebihnya saya hanya bermain logika.
      Karenanya Mbak, walaupun tulisan saya ini terkesan masuk akal, tetap ada kemungkinan (yang cukup besar) bahwa sebenarnya saya salah.
      Saya bukan pembaca Alqur’an yang baik, Mbak. Karenanya saya butuh orang-orang yang memiliki pengetahuan yang lebih tinggi dari saya, seperti Mbak sendiri, yang lebih mengerti tentang Agama, lebih mengerti tentang Qur’an dan Hadits, lebih mengerti tentang sejarah dan arkeologi untuk memperbaiki tulisan ini jika salah, atau menambahkan ayat yang shahih jika benar.
      Mungkin, Mbak bisa membantu mencarikan kebenarannya. Karena sepertinya Mbak terbiasa mengupas isi Qur’an dan Hadits. Atau mungkin Mbak bisa menunjukkan postingan saya ini kepada rekan-rekan Mbak yang lain, untuk didiskusikan dan memperoleh jawaban yang lebih pasti.
      Terima kasih sebelumnya, Mbak….. :)

  12. Entah mengapa, saya merasa ada yang janggal… (entah kenapa ya…)
    Menurut yang saya yakini, Adam adalah manusia pertama, titik.
    Yang selanjutnya itu, seberapa masuk akal pun menurutku itu hanya argumen. Mengenai keberadaan Al-Basyar, menurut saya selama Al-Basyar itu manusia, dia juga keturunan Adam. :) CMIIW, ya…

    • Manusia Pertama iya.. tapi bukan lah makhluk pertama.. Sebelum manusia di ciptakanlah bangsa Jin (namaya ada golongan Jan, Bin dan Jun.. (coba baca hadist lagi yang saya lupa hadist nya tapi ada menerangkan makhluk ini)dengan berbagai jenisnya ada yang di darat, dilaut dan di pegunungan ada yang berwarna merah, hijau, hitam tutul dan biru dengan kebudayaan dan pengetahuan tinggi..

      mereka berkembang biak dan ada yang taat dan ada pula yang Kufur.. ada pula yang berbuat kerusakan.. maka akibat kerusakan, pertumpahan darah dan kehancuran yang mereka perbuat, diutuslah para malaikat untuk memusnahkan yang berbuat zalim, Malaikat dipimpin oleh Iblis yang pada waktu itu belum Inkar/ kufur bernama Azazil dimana Azazil pada waktu itu adalah pemimpin bangsa malaikat yang paling taat, ahli ibadah, paling sederhana, paling rendah hati..

      Azazil bersama dengan Jibril dan Mikail memerangi makhluk Allah yang menjadi perusak di muka bumi ini, mengusir nya dari lapisan atas bumi yang kita pijak ini.. ada yang diusir keluar angkasa, ada yang diusir kedalam perut bumi ada yang diusir ke lautan.. dan ditutup oleh Allah dengan batas Ruang dan waktu atau dimensi Lain.. maka dari itu kadang kala kita sering mendengar adanya penampakan makhluk asing dari langit, dari laut dan dari perut bumi.. tidak mustahil pula kebudayaan manusia tertua seperti Piramida, Babilonia, Aztec, Atlantis, Yunani dll yang tinggi bisa saja diajarkan oleh makhluk sebelum Manusia diciptakan.. Subhanallah Wallahualam hanya dia yang maha tinggi dan maha mengetahui..

      Kalau masalah Manusia sebelum Nabi Adam seperti manusia purba dengan berbagai jenis nya sampai Homo Erectus, Homo Nanderthal, Cro Magnon itu hanyalah jenis mamalia golongan Primata yang mengalami evolusi semata.. Sejatinya Manusia Al Insan yaitu Nabi Adam lah Manusia Sesungguhnya Manusia Ciptaan Allah yang Sempurna..

      Ok lah tercatat sejarah 10.000 tahun lalu (10.000 BC) tercatat adanya makhluk primata berjalan tegak dan sudah menggunakan alat.. namun kebudayaan manusia paling sempurna dan sosok manusia paling sempurna telah ada pada 8000th yang lalu.. itu berarti Nabi Adam telah ada sebelum 8000th yang lalu.. Tercatat sejarah bahwa ada fosil manusia yang sangat besar, kita pun mengetahui bahwa Nabi Adam memiliki Tinggi setinggi 60 hasta atau sekitar 10x – 15x lebih besar dari manusia saat ini… ga percaya .. Coba kaji lagi Al Qur’an yang menerang kan Nabi Adam

  13. Kenapa tak membahas…sholat dengan tuntunan yg benar…sholat tepat pada waktunya…sholat harus berjama’ah untuk kaum laki-laki…sholat bagi orang-orang yg sakit…sholat bagi orang-orang cacat…kenapa tak membahas sholat dikala sempit…sholat dikala susah…sholat tatkala kita membutuhkan hasil real dari apa yg kita do’akan…Belajar sejarah sah-sah saja.Selama itu meningkatkan iman dan ketaqwaan kita kepada Allah Azza Wa Jalla.Anda percaya ada manusia sebelum Adam A.S.? Silakan…Anda percaya Adam A.S. manusia pertama? Silakan…Semua ada pertanggungjawabannya masing-masing di Alam Mahsyar nanti.Kalam Allah Al-Qur’anul Karim tak terbantahkan.Barangsiapa mengikutinya surgalah balasannya.Barangsiapa mengetahui kebenaran Al-Qur’an dan dia menutup-nutupinya dengan berbagai macam cara baik secara halus maupun kasar, tak lain dan tak bukan…Jahannam lah balasannya.Dan mereka kekal di dalamnya….Wallahu’alam…

    • Apakah menurut anda Islam itu hanya tentang sholat?
      Maaf, sobat. Jika menurut anda pembahasan tentang sholat itu masih kurang lengkap, silakan anda buat postingan sendiri tentang sholat di blog anda. Anda tidak bisa mengganti topik yang ada di sini sesuai kemauan anda. Berkomentar itu juga ada tatakrama-nya, Sobat. Baik di dunia maya atau di dunia nyata.
      Anda tidak bisa mendatangi sebuah seminar yang sedang membahas tentang, misalnya; Perkawinan yang Islami, lalu meminta moderator untuk mengubah topik-nya menjadi tentang Sholat, karena anda hanya mau mendengar dan membahas tentang sholat. Anda-lah yang harus pindah dan mencari semnar lain yang membahas tentang sholat. Kalau tidak ketemu, silakan anda buat sendiri seminar tentang sholat. Oke, Sobat?
      Maaf kalau kata-kata saya terdengar kurang sopan. Mungkin karena saya merasa, anda tidak menghargai tulisan saya ini. Saya lebih senang jika anda memaki-maki saya di sini, tetapi tidak keluar dari topik pembicaraan.
      Terimakasih, Wassalam…….

    • Islam tidak hanya soal Shalat (Shalat=Berdoa), Islam memiliki wawasan Dunia dan Akhirat, mengenai bagai mana menjalankan hidup didunia seperti bekerja, mencari nafkah, menghidupi keluarga, memajukan bangsa, membuat teknologi dan peralatan untuk membantu manusi menjadi khalifah di bumi agar lebih mudah, lebih praktis, presisi dan berbudaya luhur.. Shalat, Syariat, Rukun Iman dan Rukun islam adalah pegangan dalam melakukan aktifitas kita sebagai Khalifah agar sesaui yang di instruksikan oleh Allah SWT tidak hanya untuk kebahagian dunia tapi juga untuk kekealan di Akhirat agar kita tergolong orang orang yang beruntung di tempatkan di Jannah atau Surga

    • Membahas sholat secara lengkap… Hmmm tapi Orang yang menjalankan Sholat nya setengah setengah atau cuma menganggap Sholat itu sebagai Rutinitas wajib semata ya sama saja kosong.. kalau pun dia ahli sholat, ahli syariat dan ahli agama tapi keyakinan dalam pribadinya hanya sebatas di otak dan tidak menjiwai dan tmemang dia tidak mengamalkan ya untuk apa.. Sesungguhnya Allah SWT menutup pintu hati, mata dan telinga mereka sehingga mereka kekal abadi didalam Naraka.. jadi jelaslah kalau mengenai sholat secara lengkap di bahas tapi Orang nya sudah ga menganggap Sholat itu tiang agama ya untuk apaaaaa????

  14. Semoga diskusi ini semata-mata hanya untuk menambah ketakwaan kita kepada kepada Allah SWT, amien.
    Mas Nando, mari kita renungkan essensi hadist Bukhari tsb, terlihat bahwa Rasulullah SAW bercerita tentang karakter wanita dan bagaimana cara terbaik mengarahkan wanita, bukan bercerita tentang bahan dasar penciptaannya. Mungkin bisa dipertajam lagi dengan mencari referensi waktu dan tema pembicaraan hadist tsb.
    Dalam QS. Albaqarah diatas, Allah SWT menggunakan kata ‘menjadikan’ bukan ‘menciptakan’. Penggunaan kata menciptakan Allah gunakan pada pada QS. Al A’raaf (7): 11 : Dan sesungguhnya, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada malaikat, “bersududlah kamu kepada Adam”, maka merekapun bersujud kecuali iblis. Ia (iblis) tidak temasuk yang bersujud.
    Dalam kata ‘menciptakan kamu’ dan ‘membentuk (tubuh)mu , Allah menggunakan kata KUM yang berarti jamak. baru perintah sujud ditujukan untuk Adam.
    Lebih menarik lagi, coba kita lihat QS. Ali Imran (3): 33 : Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (dimasa mereka masing-masing).
    Cukup gamlang bahwa Allah menggunakan kata isthofaa yg secara eksplisif berarti memilih dari yang sudah ada, dan diparalelkan dengan pemilahan nabi-nabi berikutnya.
    Allah mengajari makluknya berdasarkan ukuran yang telah ditetapkanNya, terlalu naif kalau kita membayangkan proses belajarnya seperti kita mengajari anak kecil berbicara dan mengenali nama-nama benda.
    Allah Maha Agung, Maha dari semua yang Baik, Dia telah menempatkan makro dan mikro chip disemua ciptaannya sehingga semuanya mengikuti apa yang telah digariskanNya. Disinilah kelebihan manusia, dia diberi RohNy atau power sharing dlm batas tertentu.
    Coba bayangkan bagaimana Allah mengajari junjungan kita Muhamad SAW watak/karakter yang mulia dimasa semua orang memiliki karakter hancur sebelum beliau berjumpa malaikat Jibril, begitu juga nabi dan rasul lainnya sebelum menerima wahyu.
    Bagaimana saudaraku?

    • Iya, Mas Budi. Cara Allah mengajari Adam memang sama dengan cara kita mengajari anak kecil. Karena Adam saat pertama kali dihidupkan itu tak ubahnya anak kecil yang tidak tahu apa-apa, walaupun tubuhnya berbentuk laki-laki dewasa yang sempurna.
      Kemudian metode pengajaran tersebut ditiru oleh Adam untuk mengajari anak-anaknya. Harus ada proses pengajaran.secara manual, Mas Budi. Hanya hewan yang tidak mengalami proses pengajaran. Tidak ada burung yang mengikuti sekolah penerbangan untuk bisa terbang, tidak ada ikan yang ikut sekolan renang. Semua pengetahuan yang dibutuhkan hewan sudah di’implan’kan Allah ke otak mereka sebelum mereka lahir. Semua burung memiliki pengetahuan tentang cara terbang, semua ikan memiliki pengetahuan tentang cara berenang.
      Tetapi manusia tidak memiliki pengetahuan yang sama, walaupun memiliki bentuk yang sama. Semua tergantung dari pendidikan yang telah dijalani. Seorang Dokter memiliki pengetahuan yang berbeda dengan seorang Insinyur, walaupun sama-sama memiliki dua kaki, dua tangan dan dua mata.
      Begitulah logika saya, Mas Budi. Mohon maaf jika logika saya terlalu naif bagi anda. :)

      • Ha….ha…. OK, mungkin anda lupa, proses kemajuan teknologi, bagaimana dulu tidak ada listrik, kendaraan bermotor, pesawat dan lain2. Anda bisa membaca sejarah penemu seperti Thomas Alfa edison, Newton, einstain dll.
        Anda terlalu under estimate dengan kemampuan otak manusia. Kalau mengikuti logika anda tentu tidak akan ada kemajuan seperti saat ini,
        Mengapa yang dulu tidak ada, sekarang ada? kenapa yang dulu susah, sekarang gampang? siapa Gurunya? tentu saja Rab yang mengajarkan semuanya. Bagaimana methodenya? Fikirkanlah……
        Salam

      • Saya tidak lupa, Mas Budi. Para penemu yang anda maksud itu tidak dilahirkan sebagai penemu. Mereka semua lahir sebagai bayi yang tidak tahu apa-apa. Dan mereka semua menjalani pendidikan, entah itu pendidikan formal atau pendidikan jalanan. Yang jelas, mereka mengalami proses pendewasaan diri, sebelum menjadi penemu yang hebat, yang bisa berfikir jauh lebih maju daripada orang lain.

      • Mas Budi.. Sebelum Thomas Edison, Einstein dll menjadi pria dewasa sarat ilmu.. mereka juga mengalami masa Bayi dan anak anak yang memang mereka membutuhkan bimbingan orang tua… Sebelum adanya teknologi kendaraan dan teknologi lainnya Manusi pun belajar dari apa adanya benda benda disekitar.. maka manusi yang lebih tahu karena pengalaman akan mengajarinya kepada manusia lain yang masih Dzalim.. ini sudah garis Allah bahwa kodratnya Manusia berkembang biak dan mengajari kepada keturunannya seiring dengan waktu dan zaman maka pengetahuan Manusia pun semakin kaya.. Bukan Under Estimate para pakar teknologi dan penemu Mas Budi.. Mereka pun kalau Allah memutuskan salah satu fungsi otak mereka atau memutuskan akal dan ingatan mereka, Bisa apaaa??? Allah maha kuasa dan dia maha memutuskan maha meninggikan dan maha menghinakan makhluknya.. Lha wong Sugih wae iso Tibo dalam sekejap.. bagi Allah SWT itu Mudah mas Budi….

      • Pola pikir Muslim jangan samakan dengan pola pikir Yahudi.. yang bisanya meminta kompensasi ujud, materi dan fungsi.. dan jangan memiliki sifat Yahudi yaitu tidak pernah puas sehingga menghalalkan segala cara untuk mencapai kepuasan Nafsunya… ingat.. Sudah dikasih kecerdasan mereka menindas orang lain, membodohi umat lain, membunuh nabinya, memutarbalikan Syariat agamanya.. ingat juga bagai mana mereka adalah umat yang dikasihi Allah namun mereka akhirnya dilaknat Allah.. Nabi Musa Membawa kebebasan mereka dari tindasan Firaun menuju tanah yang dijanjikan menuntut Musa melakukan keajaiban akhirnya Nabi Musa minta petunjuk Allah Akhirnya dikasih lah jalan Mukjizat membelah laut Merah, mereka bisa bebas dari kekjaman Firaun.. ga puas juga minta dikasih pangan dan kekayaan, Nabi Musa meminta di limpahkan Rezeki, Diturunkannya Mkanan dari langit dan Harta melimpah.. Eh malah membuat berhala sementara Nabi Musa menerima Wahyu di bukit Tursina… Begitu juga dengan Keturunanya Nabi Daud yang memperjuangkan Bani Israel agar bisa masuk kedalam Yerusalem Palestina sampai harus menghadapi Jalut/ Goliath, tapi ummat nya ga berterimakasih.. mereka buat keonaran di tanah perjanjian.. begitu juga dengan keturunannya Nabi Sulaiman yang membimbing Bani Israel menuju masa Kejayaan, tapi ummat nya ga bisa berterimakasih dan merusak ajaran Nabi Sulaiman dan mencemarkannya.. begitu juga dengan Nabi Isa As beliau berusaha membawa ummat nya menuju kebenaran.. eh malah di bunuh…

  15. Ya, saya pun sependapat bahwa Adam adalah manusia pertama, diciptakan di surga, lantas menjadi khalifah di bumi. Sedangkan Al-basyar makhluk bukan manusia dan diciptakan Allah di bumi, dan yang pasti Adam bukan keturunan Al-basyar.

  16. Manusia pertama adl Nabi Adam As…
    Jk ada yg berpendapat ada manusia sblm Nabi Adam As, berarti anda jg akan meragukan kebenaran Islam..
    tobatlah kalian…
    wasslm..

      • Banul Jan itu seingat saya adalah mahluk nenek moyang Jin yang dibunuh oleh Malaikat karena mencuri dengar pembicaraan langit, ini saya dapat dari Buku Dialog dengan Jin Muslim karangan Muhammad Isa Dawud

      • banul jaan adlh makhluk yang di ciptakaan allah swt sebelum nabi adam a.s
        banul jaan punah karna setiap allah menciptakaan banuljaan ,banuljaan selalu bertengkar
        makanyax makhluk yang sempurna dix bumi ini x mznusia x
        makanyax kt tdk blh bertengkar agar kt tdk d samakan oleh banul jaan!

    • Woww… Koq begitu, Gan?
      Kalau anda bisa menemukan tulisan yang serupa isinya dengan tulisan saya ini dan dibuat sebelum tanggal 26 Februari 2011, anda boleh menyebut saya tukang copas. Isinya ya, Gan, bukan judulnya. Karena kalau judul memang banyak yang mirip.
      Tapi kalau anda tidak bisa menemukan artikel yang serupa, mohon ya, Gaaan…. jangan dibiasakan menuduh. :) Sehalus apapun cara anda menuduh saya, tetap terasa kasar. Karena tukang copas itu = maling.
      Apakah jika saya menuduh anda maling dengan cara halus, anda bisa senyum cengengesan? :)
      Tapi kalau yang ingin anda katakan bahwa ilmu agama saya rendah, karena tidak tahu apa itu Banul Jan, katakan saja demikian, Gan. Saya akui terus terang bahwa ilmu agama saya rendah. Semua yang saya tulis di atas adalah hasil pemikiran logis, tapi berdasarkan QS Al Baqarah ayat 30 – 39.
      Jika anda ingin mengatakan bahwa pendapat saya salah, silakan, Gan… Tapi tunjukkan benarnya seperti apa, dengan alasan yang jelas. Karena pendapat saya di atas, diikuti dengan alasan yang jelas. Saya bersedia mengubah pendapat koq, kalau ada pendapat lain yang lebih jelas kebenarannya. Karena pada dasarnya, saya ingin berada di pihak yang benar di mata Allah.
      Janganlah anda menganggap saya salah, hanya karena ilmu agama saya yang rendah, Sob.
      Tapi salahkanlah saya jika saya memang salah.
      Adalah burung gagak, yang pertama kali mengajari manusia cara mengubur mayat, Sob. Dan burung gagak itu lebih bodoh dari manusia.
      Apakah menurut anda cara burung gagak tersebut salah, Sob? Karena dia bodoh? Apa mungkin seharusnya mayat manusia itu tidak dikubur? :)

    • Assalamu’alaikum,,, Mas Nando

      Ehm,,,,
      Sebelumnya minta maaf ya Mas,,, soal pertanyaanku “asal copas atau gimana siee?”, yang membuka peluang missintrepetasi. Beneran,,, awalnya cuman mo kritik judulmu itu koq, Mas, yang kemudian Mas Jawab dng “entar dikira dinosaurus lagi”. Tentu saja sy membatin “nih anak diajak serius malah ngasal”, dan kemudian sy nanggepinnya juga asal ajah, “copas atau gimana siee?” gituh loh, Mas….

      Namun, jika hal tersebut sangat2 tidak membuat Mas Nando nyaman…sekali lagi SAYA MINTA MAAF. Saya sadar, judul yang menarik dan kontrofersial emang sebuah strategi. Soal copas,,, sayapun sering koq, namun bukan copas mentah2 loh, cuman sy jadikan referensi saja. Bahkan saya berniat copas beberapa pict yang Mas Nando punya disini (tentu dengan seijinnya, loh).

      Soal ilmu agama rendah atau tinggi itu sangat absurd, kawan. Batasannya gak begitu jelas. Bukankan pengetahuan tanpa pengamalan di kehidupan nyata hanya akan sia2… Saya sendiri diajarkan untuk tidak melakukan dikotomi “ilmu agama” dan “ilmu umum”. Bagi orang2 sekuler emang getol melakukan pemisahan ‘ilmu agama dan ilmu umum, namun bagi kita ummat Islam ‘ilmu Agama adalah ‘ilmu apapun yang dengan ‘ilmu tersebut mampu menambah keimanan dan kedekatan kita kepada Allah Ta’ala…..ya,,, ilmu apapun itu, bahkan ‘ilmu fotografi sekalipun jika mampu menambah keimanan, ketaqwaan kita itu juga bagian dari ‘ilmu Agama. Itulah yang saya pahami selama ini.

      Sekali lagi, maaf atas ketidak nyamanan ini. Namun saya mengambil hikmahnya aja, bukankah dengan begini perkenalan kita sangat berkesan, perkenalan yang bukan basa-basi dan cari sensasi, namun perkenalan yang dilandasi karena masing2 kita berusaha mendekatkan diri pada-Nya.

      Semoga sukses selalu, Mas… jangan segan2 mengingatkan saya ketika lalai dalam menempuh jalan lurus yang diridhoi Allah Azza Wa Jalla. Selamat menunaikan ibadah sholat dhuhur….

      Salam ta’dhim saya dari Semarang.
      Haris Samaranji.

      • Wa ‘alaikum Salam, Mas Samaranji. Maap nih, baru bales komen-nya sekarang… :)
        Ya udah kalo niatnya cuma ngeledek doang, ngga usah dipikirin deh. Mungkin karena saya-nya juga lagi galau diuber debt collector, makanya sedikit sensi. Hehehe… Maapin saya juga ya, Mas Samaranji. :)
        Silakan kalo mau ngambil pict saya. Saya justru merasa terhormat, karena ada yang menginginkannya. :)
        Terima kasih ya, Mas Samaranji. :)

      • Sebelum Ada Manusia.. Allah menciptakan Banul Jan, Banul Bin dan Banul Jun.. mereka menempati muka bumi ini sebelum mereka membuat kerusakan, pertumpahan darah dan mengeksploitasi bumi seenaknya akhirnya Allah memusnahkan dan mengusirnya dari permukaan bumi..

        Manusia Pertama iya.. tapi bukan lah makhluk pertama.. Sebelum manusia di ciptakanlah bangsa Jin (namaya ada golongan Jan, Bin dan Jun.. (coba baca hadist lagi yang saya lupa hadist nya tapi ada menerangkan makhluk ini)dengan berbagai jenisnya ada yang di darat, dilaut dan di pegunungan ada yang berwarna merah, hijau, hitam tutul dan biru dengan kebudayaan dan pengetahuan tinggi..

        mereka berkembang biak dan ada yang taat dan ada pula yang Kufur.. ada pula yang berbuat kerusakan.. maka akibat kerusakan, pertumpahan darah dan kehancuran yang mereka perbuat, diutuslah para malaikat untuk memusnahkan yang berbuat zalim, Malaikat dipimpin oleh Iblis yang pada waktu itu belum Inkar/ kufur bernama Azazil dimana Azazil pada waktu itu adalah pemimpin bangsa malaikat yang paling taat, ahli ibadah, paling sederhana, paling rendah hati..

        Azazil bersama dengan Jibril dan Mikail memerangi makhluk Allah yang menjadi perusak di muka bumi ini, mengusir nya dari lapisan atas bumi yang kita pijak ini.. ada yang diusir keluar angkasa, ada yang diusir kedalam perut bumi ada yang diusir ke lautan.. dan ditutup oleh Allah dengan batas Ruang dan waktu atau dimensi Lain.. maka dari itu kadang kala kita sering mendengar adanya penampakan makhluk asing dari langit, dari laut dan dari perut bumi.. tidak mustahil pula kebudayaan manusia tertua seperti Piramida, Babilonia, Aztec, Atlantis, Yunani dll yang tinggi bisa saja diajarkan oleh makhluk sebelum Manusia diciptakan.. Subhanallah Wallahualam hanya dia yang maha tinggi dan maha mengetahui..

        Kalau masalah Manusia sebelum Nabi Adam seperti manusia purba dengan berbagai jenis nya sampai Homo Erectus, Homo Nanderthal, Cro Magnon itu hanyalah jenis mamalia golongan Primata yang mengalami evolusi semata.. Sejatinya Manusia Al Insan yaitu Nabi Adam lah Manusia Sesungguhnya Manusia Ciptaan Allah yang Sempurna..

        Ok lah tercatat sejarah 10.000 tahun lalu (10.000 BC) tercatat adanya makhluk primata berjalan tegak dan sudah menggunakan alat.. namun kebudayaan manusia paling sempurna dan sosok manusia paling sempurna telah ada pada 8000th yang lalu.. itu berarti Nabi Adam telah ada sebelum 8000th yang lalu.. Tercatat sejarah bahwa ada fosil manusia yang sangat besar, kita pun mengetahui bahwa Nabi Adam memiliki Tinggi setinggi 60 hasta atau sekitar 10x – 15x lebih besar dari manusia saat ini… ga percaya .. Coba kaji lagi Al Qur’an yang menerang kan Nabi Adam

  17. maaf ikut nimbrung ikhwafillah. dari yg saya pernah baca (sumbernya lupa, tp nanti dicari..). Manusia pertama itu tetap nabi adam as sebagaimana yg tertulis di Al-quran lengkap dengan proses penciptaannya di langit sampai peristiwa tergelincirnya adam as dan istrinya ke bumi.

    Mengenai percakapan Allah dengan malaikat mengenai pertumpahan darah di muka bumi, itu karena Allah sendiri memberi ilmu kpd malaikat tentang manusia. dari asal kata-nya saja, manusia menunjukkan sifat ber-hawa nafsu yg berpotensial utk berbuat kerusakan di muka bumi. tidak seperti malaikat yg diciptakan tanpa nafsu yg selalu bertasbih memuji Allah. jadi ucapan malaikat tentang “manusia akan membuat kerusakan di muka bumi dan pertumpahan darah” merupakan suatu PREDIKSI dan KEKHAWATIRAN dari malaikat , bukan merupakan PENGALAMAN sebelumnya.

    Buktinya di ujung percakapan itu Allah menegur malaikat dengan mengatakan” Sesungguhnya AKU lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. Bahkan Allah sengaja mempertunjukkan kpd malaikat bahwa manusia itu memiliki kelebihan yg tidak dimiliki oleh malaikat yg membuat malaikat yakin prediksi dan kekhawatiran mrk itu berlebihan. di ujung ayat ke 2:33 Allah mengatakan kpd malaikat “Bukankah sudah KU katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yg kamu lahirkan dan apa yg kamu sembunyikan. kalo dalam bahasa pergaulan kita gan..elo malaikat tahu apa gitu loh. Bahkan Allah nyuruh malaikat sujud kpd adam sbg bentuk pengakuan keunggulan adam thd malaikat. WALLAHU ‘alam bishshowab.

    • Silakan nimbrung Gan, dan terima kasih atas komentar anda. :)
      Saya menyukai pendapat anda yang santun dan beretiket. Ini menunjukkan bahwa anda adalah orang yang terbiasa menghargai dan dihargai orang lain. Selanjutnya saya berharap kita bisa melanjutkan diskusi ini dengan tetap saling respek, sehingga pembicaraan ini tidak keluar dari jalur. :)
      Kita sama-sama mencari kebenaran yang paling hakiki. Iya kan, Gan?
      Kalau pendapat kita salah, janganlah dihujat sebagai orang sesat atau orang bodoh.
      Dan kebiasaan menghujat tidak membuat kita menjadi orang yang benar dan terjamin masuk Surga. Hehehe….
      Oke, Saudaraku Muhammad Hanif… Saya tunggu komentar anda selanjutnya yang dilengkapi dengan sumber. Semoga bisa mencerahkan kita semua. Amiiiiin…….

  18. wah diskusinya tambah asyik saja….silahkan dilanjut.

    Saya jadi ingat pembunuhan pertama oleh manusia yang dilakukan oleh anak Adam, Qabil… dia belajar menguburkan jasad saudaranya Habil melalui petunjuk dari Allah melalui seekor burung gagak [QS. Al-Maidah 30-31].

    Dari peristiwa di atas menurut Kitab Kejadian yang juga dibenarkan dalam Quran jelas bahwa ilmu pengetahun manusia itu startnya berawal dari manusia pertama, Adam(Adam merupakan mahkluk pertama yg disebut manusia) yang belajar dari setiap kejadian sekitar. Allah memberikan pelajaran untuk Adam dan turunannya melalui kejadian alam, contohnya burung gagak tadi.

    Jadi menurut saya, Adam tetap merupakan satu2nya makhluk yang bisa disebut manusia secara sempurna, karena kelebihannya untuk bisa belajar dari hikmah sekitar dari-NYA. Sedangkan wujud-wujud lainnya belum memenuhi syarat untuk disebut manusia…..Wa allahu’alam

    • Iya, Bro… Seharusnya para pembaca yang lain juga bisa menyimpulkan seperti itu.
      Kan sudah saya sebutkan, bahwa proses penciptaan Al Basyar itu sama seperti hewan, yaitu hanya dengan ‘Qun Fayaqun’, dan juga sudah saya sebutkan bahwa Al Basyar itu tidak memiliki ruh, sama seperti hewan.
      Jadi kan jelas bisa disimpulkan bahwa Al Basyar itu adalah hewan darat paling cerdas yang pernah ada.
      Begitu, Bro…

    • Itu dia… pada dasarnya manusia telah di berikan akal untuk belajar, pembelajarannya bisa melalui orang tua, lingkungan dan mencontoh orang lain serta utak utik sesuatu

  19. wassalam. hadir lagi gan….!
    saya amat tertarik dengan percakapan kita ini.Saya menilai anda sbg orang yang berfikiran tenang dan jernih yang haus akan kebenaran. Sepertinya semua orang yg ikut nimbrung disini moga bersifat yg serupa shg kita semua dapat mendewasakan akal, ilmu dan hati kita. amiin.

    setelah saya kembali artikel dasar anda, ada sedikit pertanyaan dari saya. Kalo memang al basyar itu ada tetapi dianggap sebagai hewan saja layaknya, mengapa malaikat begitu khawatir masalah pertumpahan darah yg telah dilakukannya? sedangkan kita yakin memang hewan melakukan pertumpahan darah dalam bertahan hidup terutama bagi hewan pemangsa. kenapa malaikat cemas dan khawatir saat Allah mau menciptakan makhluk yang sudah pernah diciptakan Allah sebelumnya? sedangkan Allah banyak sekali menciptakan makhluk lain yg jauh lebih “membuat kerusakan”.

    logikanya, menurut saya memang adam tetap yg pertama. malaikat begitu khawatir dengan terciptanya adam as karena malaikat sendiri belum tahu dan belum pernah ada manusia sebelumnya. mereka hanya menduga-duga berdasarkan pengetuan minim mereka tentang manusia sehingga munculnya percakapan di surat 2:30 itu.

    Lagipula rasul sedikit pun tidak pernah bercerita tentang al basyar ini. Jadi kita gak punya dasar yg kuat.

    mohon tanggapannya, gan….!

    • Selamat datang kembali, Sob. :)
      Kalau istilah ‘Al Basyar’ sendiri itu saya dapat dari buku Dr. Abdul Shabur Syahin yang bisa dibaca secara online pada link di atas. Darimana Dr. Syahin mendapatkan istilah tersebut, maaf, saya tidak tahu. :) Sebelum membaca tulisan beliau, saya lebih mengenalnya dengan sebutan manusia purba.
      Rasulullah tidak pernah menyebut tentang manusia purba karena Allah tidak pernah menurunkan wahyu tentang makhluk ini. Tetapi bukan berarti makhluk ini tidak pernah ada, hanya belum sempat ditemukan fosilnya di zaman Rasulullah. Itu karena kendala teknologi.
      Allah juga tidak pernah menurunkan wahyu tentang dinosaurus, minyak bumi, uranium, nuklir, gelombang radio, dan lain-lain, tapi bukan berarti itu semua tidak ada, kan? Itu semua sudah ada jauh sebelum Rasulullah dilahirkan, tapi baru ditemukan pada abad 20 Masehi saat Rasulullah sudah tiada. Allah tidak memberikan clue apapun kepada manusia tentang keberadaan benda-benda tersebut, tetapi tetap Ia sediakan di seluruh penjuru bumi untuk dipelajari dan dimanfaatkan oleh manusia. Allah hanya mewajibkan manusia untuk terus belajar dan berkembang ‘dari lahir hingga ke liang lahat’. Jadi, dasar yang kuat itu tetap ada, hanya saja bukan berdasarkan Qur’an dan Hadits, melainkan berdasarkan temuan para ahli yang terus menerus belajar dan mengeksplorasi bumi ini.
      Mengenai Al Basyar sebagai hewan perusak, perlu kita ingat bahwa mereka memiliki otak yang sekelas Al Insan. Perbedaanya adalah mereka tidak memiliki ruh dan tidak mendapat ‘aturan main’ dari Allah. Pada awalnya mungkin mereka berburu dengan cara yang sama dengan hewan pemangsa lain. Saat lima ekor singa (Sabertooth) menemukan segerombolan banteng di dalam hutan, mereka hanya akan melumpuhkan satu ekor banteng bersama-sama dan membiarkan banteng lainnya lari. Cara yang sama juga digunakan oleh Al Basyar pada awalnya. Tetapi setelah berevolusi selama ratusan juta tahun, akhirnya mereka menemukan cara yang lebih efektif dalam berburu. Mungkin dengan membakar hutan, sehingga banyak banteng yang mati atau lari ke luar hutan. Memasang jebakan yang bisa membunuh beberapa ekor banteng sekaligus. Hewan-hewan lainnya juga banyak yang mati dan kehilangan sarang akibat pembakaran tersebut. Ekosistem dan keseimbangan alam menjadi rusak dan jika dibiarkan terus-menerus, akan habislah sumber kehidupan di dunia ini.
      Jika pemangsa lain itu berguna untuk mempertahankan keseimbangan alam, Al Basyar justru merusaknya, Sobat. :)

  20. Ada 3 Pendapat (mungkin lebih) tentang manusia pertama ini :
    1. Pendapat Umum (Mayoritas) Bahwa Adam adalah manusia pertama
    Beberapa dasar :
    a. Allah berfirman :
    Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki
    dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS An Nisa 1)

    b. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS Al Baqoroh: 30)
    Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!”
    (QS Al Baqoroh :31)

    2. Pendapat sebagian orang (Minoritas) bahwa Adam bukan manusia pertama
    Dasar-dasar:
    a. Firman Allah

    “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.(QS Baqoroh :30)

    Pemahaman “Khalifah” itu dipahami bukan “wakil” melainkan diartikan sebagai “pengganti” dasarnya : Dia-lah yang menjadikan kamu (pengganti-pengganti) khalifah-khalifah di muka bumi. (QS Fathir:39)
    Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.(QS Yunus: 14)

    Dalam kitab al mufrodat Alfadhil Quran bab huruf kho hal. 157:
    “Dan yang dinamakan kholifah ialah ganti dari yang lainnya, sama juga yang diganti itu memang karena tidak hadir atau yang diganti itu karena mati atau yang diganti itu karena udzur,dll”

    Atau di dalam tafsir ibnu Katsir (hal 104)
    “Yakni suatu kaum yang akan menggantikan satu sama lain, kurun demi kurun dan generasi demi generasi”.

    Tetapi tidak dapat dipahami bahwa yang “digantikan” itu adalah Allah, sebab :
    Allah tidak berhalangan/udzur, tidak mati, dan bukannya tidak bisa melaksanakan,dll.
    Jika Adam itu menggantikan Allah maka dia harus memiliki sifat2 yang menyerupai Allah. Tidak mungkin sesuatu yang tidak sempurna menggantikan sesuatu yang sempurna. Demikian menurut ibnu Katsir.

    Sedangkan “kholifah” dalam arti wakil, kata Ibnu Katsir, sudah pasti tidak bisa dipakai sebab manusia tidak layak sebagai wakil Allah, malah sebaliknya Allahlah sebagai khalifah atau wakil (penolong) dasarnya :
    “Cukuplah Allah menjadi Wakil (Penolong) kami dan Allah adalah sebaik2 pelindung”
    (Ali imran: 173, Hud 12, at thalaq:3, an Nisa 81)
    Tidak ada satupun di alQuran maupun di Hadits Nabi yang mengatakan bahwa manusia merupakan Kholifatullah. Allah hanya menyebutkan “kholifah” saja.

    Menurut al Quran :
    Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa. Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat. (QS Yunus 13-14)

    2. Dari mana malaikat itu tahu bahwa “Kholifah” itu akan menumpahkan darah ?
    Alloh berfirman di dalam Surat al-Baqoroh :30
    “Wa idzqoola robbuka lil malaikati inni ja’ilun kholifah fil ardhi”
    “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat,”Sesungguhnya Aku
    akan menjadikan kholifah (Adam) dimuka bumi”.

    “qooluu ataj’alu fiiha mayyufsidu fiiha wa yasfikuddimaa wa nahnu
    nussabbihu bihamdika wa nuqaddisu lak”
    “Para malaikat bertanya,”Mengapa Engkau hendak menempatkan dipermukaan
    bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah ?,sedang kami
    senantiasa bertasbih memuji dan mensucikanMu ?
    “qoola inni a’lamu maa laa ta’lamun”
    Alloh berfirman,”Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu
    ketahui”

    Perhatikanlah, bagaimana Malaikat bisa tahu bahwa “Adam adalah makhluk
    yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah” ?
    Ada 3 kemungkinan malaikat bisa tahu bahwa “Adam adalah makhluk yang
    akan membuat bencana dan menumpahkan darah”.
    1. Malaikat memiliki kemampuan melihat sesuatu yang akan terjadi.
    2. Malaikat diberitahu oleh Alloh.
    3. Malaikat sudah pernah melihat hal yang serupa itu terjadi.

    kemungkinan yang pertama,
    “1. Malaikat memiliki kemampuan melihat sesuatu yang akan terjadi.”
    hal ini tidak mungkin sebab dibantah para malaikat sendiri di dalam
    ayat alqur’an sendiri,
    QS Baqoroh :32 “Qooluu subhanaka laa ilma lanaa illaa maa ‘alamtanaa innaka antal
    alimul hakiim”
    “Para malaikat menjawab,”Maha suci Engkau Ya Alloh, kami tidak mempunyai ilmu, hanya sebatas yang pernah Engkau ajarkan kepada kami.
    Sesungguhnya Engkau Maha Tahu dan Maha Bijaksana”
    Dari ayat tersebut di atas, jelas, bahwa malaikat tidak memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.

    Kemungkinan yang ke 2,
    Malaikat mengetahui akan hal itu sebab diberitahu oleh Alloh,
    Tetapi hal ini dibantah di dalam ayat tersebut yaitu,QS Baqoroh 30
    “qoola inni a’lamu maa laa ta’lamun”
    Alloh berfirman,”Sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu
    ketahui”. Jadi dalam hal ini, Alloh tidak memberitahu malaikat bahwa manusia
    adalah makhluk yang membuat bencana dan menumpahkan darah.

    Maka jelas, bahwa kemungkinan kemungkinan yang ketigalah yang berlaku,
    yaitu bahwa Malaikat bertanya kepada Alloh,,”Mengapa Engkau hendak
    menempatkan dipermukaan bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah ?,
    adalah sebab sudah pernah ada kejadian yang seperti itu.Sudah pernah
    ada makhluk yang seperti adam, yaitu sudah pernah ada manusia sebelumnya.

    3. Firman Allah :“Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (QS Ali Imran:33)

    4. Firman Allah : Sesungguhnya misal (penciptaan) `Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.(QS Ali Imran:59)

    Menurut ilmu pengetahuan :
    a. Di puncak Big Hill Pegunungan Cumberland di Jackson County Kentucky, terletak lapisan batu pasir dari zaman karbon. Di tahun 1880-an batu itu dilindas roda kereta yang lewat sehingga suatu ketika permukaan batunya pecah. Ketika remukan akibat pecahan itu sudah tidak menutupi lagi, sederetan jejak ditemukan di atas lapisan karbon berusia sekitar 300 Juta tahun (sebelum perkiraan waktu adanya Adam), Jejak-jejak yang ditemukan adalah dua jejak manusia, ukuran baik, ibu jari terbuka lebar dan mempunyai tanda yang amat jelas. Jejak ini diperiksa oleh PRof. JF Brown dari Berea College,
    Kentucky. (kutipan dari The American Antiquarian, 7:39, Januari 1885)

    b. Sepasang jejak kaki manusia (ada fotonya, sama dengan jejak kaki manusia biasa bentuknya) pernah menghiasi lempengan batu kapur di tepi barat Sungai Mississippi di St. Louis. Di tahun 1816 atau 1817, lempengan itu digali dari posisinya dan dipindahkan oleh Bp. George Rappe ke desa Harmony (sekarangNew Harmony Indiana). Panjang jejak itu 10 inc dan lebar 4 inc di jari kaki, terpisah 6 inc di tumit, dan 13 inc di jari kakinya, menurut laporan Henry R. Schoolcraft, “jari-jari kaki amat terbentang, dan telapak kakinya rata seperti yang akan terjadi pada mereka yang terbiasa lama tidak mengenakan sepatu. Walaupun keadaannya seperti itu, jejak tersebut mencolok amat alami, menunjukkan rincian otot, dan membengkaknya tumit serta jari-jari kaki, dengan ketepatan dan kebenaran alami, yang tidak dapat saya salin, dengan tepat, dalam gambar ini…. (maaf gambar tidak bisa saya scan) Penelitian dari segala segi akan menjamin kesimpulan bahwa jejak ini terbuat pada waktu batu ini masih cukup lunak sehingga tekanan akan membentuk jejak tersebut dan bahwa jejak kaki ini alami dan asli. Dalam skema geologi, batu kapur ini mengeras sekitar 270 juta tahun yang lalu (jauh sebelum perkiraan adanya Adam). Batu dan jejak kaki dikatakan mengalami bukti keausan
    dan penuaan yang sama. (dikutip dari The American Journal of Science and Arts,1:5:223-31,1882)

    c. Fosil jejak kaki yang mungkin tertua yang sudah tersingkap ditemukan di bulan Juni 1968 oleh William J. Meister seorang kolektor fosil. Diperkirakan jejak kaki itu berumur sekitar 300-600 juta tahun yang lalu juga dengan bukti pendukung adanya seekor tribolet yang ada jejak fosilnya di bawahnya (seolah tribolet itu terinjak jejak kaki tsb). Tribolet adalah invertebrata laut berukuran kecil, kerabat dari udang dan kepiting yang banyak dijumpai sekitar 320 juta tahun yang lalu sebelum punah 280 juta tahun yang lalu. Hal
    yang sangat aneh, adalah jejak kaki manusia itu mengenakan alas kaki sederhana…. Ditemukan di Antelope Spring, 43 mil di barat Delta, Utah. (Ada gambarnya tapi tidak saya scan)Tanggal 20 Juli 1968, seorang geologi dari Tucson Arizona Dr. Clifford Burdick, meneliti jejak itu dan ditemukan jejak menumpuk di atas alas kaki itu seperti jejak seorang anak-anak. (kutipan Creation Research Society Quarterly, Desember 1968) dan masih banyak bukti-bukti penemuan tentang jejak kaki yang berumur puluhan juta
    bahkan ratusan juta tahun yang lalu
    Perkiraan adanya Adam menurut Doktor Adil Thoha Yunus di dalam bukunya, Hayat Al-Anbiya Bayna Haqoiq at Tarikh wa al Mukasyafat Al-Atsariyyah al-Jadidah) adalah sekitar 600 tahun sebelum masehi, ini didasarkan keterangan dari kitab Taurat yang tertua, transkrip Yunani yaitu masa antara Adam sampai al Masih, tepatnya adalah 5872
    tahun.

    3. Pendapat lain tentang manusia pertama:
    Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur’an :
    1. Ya ayyuhannaasuttaquu Robbakumul ladzii kholaqokum min nafsin waahidatin wa kholaqo minhaa zaujahaa wabats-tsa minhumaa rijaalan katsiiron wa nisaa-an (Q.S.4, An-Nisa’ :1). Artinya : Wahai seluruh manusia, takutlah kamu semua kepada Tuhan mu yang menciptakan kamu semua dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita) dan dari wanita yang satu itu Alloh menjadikan suaminya kemudian dari wanita dan laki-laki kedua-nya itu Alloh mengembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak.
    2. Huwalladzii Kholaqokum Min nafsin Waahidatin, wa ja’ala minha zaujaha liyaskuna ilaiha. (Q.S.7, Al-A’rof :189). Artinya : Dialah yang telah menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(wanita) dan dari pada wanita itu dijadikannya suaminya.
    3. Huwalladzii ansya-akum min nafsin waahidatin….. (Q.S.6, Al-An’am : 98). Artinya : Dan Dialah yang menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU(berjenis wanita).
    4. Kholaqokum min nafsin waahidatin tsumma ja’ala minha zaujahaa.. (Q.S.39, Az Zumar :6). Artinya : Dia menciptakan kamu dari DIRI YANG SATU (wanita) kemudian dijadikan dari wanita yang satu itu suaminya.
    Dalam ayat-ayat tersebut di atas ada kalimat “…Nafsin Waahidatin..” yang artinya “…diri yang satu..”. Waahidun artinya satu dan Waahidatun artinya juga satu.
    Tetapi di ayat Qur’an itu dipilih oleh Alloh adalah kalimat (kata) Waahidatun yakni ada huruf ” TA” marbuthoh-nya, yakni SEBAGAI TANDA WANITA.

    Jadi ini menurut Al-Qur’an surat An Nisa’, Surat Al-Arof, Surat Az-Zumar dan Surat Al-An’am bahwa MANUSIA PERTAMA ITU BERJENIS WANITA bukan laki-laki. Dan kalau begitu manusia pertama bukan lah Adam karena Adam itu seorang laki-laki. Tentang nama manusia pertama yang berjenis wanita ini tidak ada keterangan dalam Qur’an.
    Setelah manusia pertama yang berjenis wanita/perempuan itu kemudian Alloh menciptakan manusia yang ke dua. Adapun manusia yang kedua adalah berjenis laki-laki yang namanya juga tidak diterangkan dalam Al-Qur’an.

    Jadi manusia pertama yang berjenis wanita itu hamil atas kuasa Alloh (tanpa suami) lalu melahirkan seorang anak laki-laki yakni sebagai manusia kedua. Yang kemudian anak laki-laki tersebut setelah dewasa menjadi suami dari manusia pertama.
    Perhatikan kalimat ,” wakholaqo minha zaujaha ”
    Dalam ayat itu ada kata , ” MINHA ” artinya dari orang yang satu berjenis wanita. Seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimatnya ialah ” MINHU” tetapi di ayat-ayat itu memakai kalimat,” MINHA” yang berarti wanita.
    Kemudian kalimat ” ZAUJAHAA” artinya Suami nya (wanita).

    Terlihat jelas bahwa manusia pertama adalah wanita kemudian manusia ke dua adalah berjenis laki-laki. Kalau seandainya manusia pertama itu laki-laki maka kalimat nya dalam Qur’an bukanlah ” Wakholaqo Minhaa Zaujahaa” tetapi berbunyi ,” Wakholaqo Minhu Zaujahu “. Sebab “HU” itu dhomir laki-laki dan “HAA” itu dhomirnya wanita.
    Dan dalam AL-QUR’AN tetap memakai ” MINHA ZAUJAHAA”.
    Setelah tercipta manusia pertama berjenis wanita kemudian melahirkan seorang manusia berjenis laki-laki dan manusia kedua ini menjadi suami manusia pertama kemudian berkembanglah dari dua manusia itu laki-laki dan wanita yang banyak.

    II. Manusia keturunan Adam

    Allah berfirman,
    “Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah liat. Kemudian Kami jadikan dia air mani yang tersimpan dalam tempat yang kukuh sekali. Kemudian Kami jadikan ‘alaqoh’ kemudian ‘alaqoh’ Kamu jadikan gumpalan (janin) dan gumpalan itu Kami jadikan tulang belulang dan tulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian Kami kembangkan menjadi makhluk lain lagi dan Kami tidak melalaikan ciptaan Kami”
    (QS Al Mukminun 12-14)

    Perkataan Arab “Alaqah” mempunyai tiga arti. Arti pertama adalah “lintah”. Arti kedua adalah “barang yang mengambang” dan yang ketiga “segumpal darah”
    Menurut penyelidikan Profesor Moore, ia adalah Profesor Emeritus dalam Anatomi dan Sell Biologi di Universitas Toronto Kanada, ahli ilmu biologi, ditemukan bahwa :
    1. Lintah air tawar sama penampakannya dengan embrio dalam tingkat alaqah ini.
    2. Arti kedua adalah “barang mengambang”, inilah yang dapat kita lihat ketika embrio selama fase alawah menempel pada uterus (rahim) ibu.
    3. Arti ketiga adalah “gumpalan darah”, menurut penelitian Profesor tersebut, di dalam fase alawah ini terjadi proses internal pembentukan darah seperti dalam tabung tertutup. Darah terperangkap dalam tabung2 tertutup membentuk menjadi gumapalan-gumapalan darah.
    Dan ketiga arti itu diwakili oleh satu kata saja yaitu “alaqoh” dan tiga makna itu bisa dipakai tanpa ada satupun arti “alaqoh” yang tertolak.

    Allah berfirman :
    Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya rohKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya”.(QS As Shaad : 72)

    Allah juga berfirman :
    Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya rohNya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(QS As Sajdah :9)

    • Jadi menurut anda, Nabi Adam itu dilahirkan oleh Siti Hawa, begitu Sob? Hmmm….. menarik.
      Setahu saya, Siti Hawa itu diciptakan karena Adam merasa kesepian di Surga.
      Okelah, saya tidak akan menyetujui atau membantah pendapat anda ini karena pengetahuan saya tentang isi Al qur’an terlalu dangkal. Sebaiknya kita tunggu pendapat orang lain yang memiliki kedalaman ilmu seperti anda. :)
      Btw, terima kasih karena anda telah memperkuat teori saya tentang keberadaan Al Basyar

      • Ya saya setuju dengan Nando.. Berarti sebelum ada manuisa pertama yaitu Adam ada makluk lain yang hampir menyerupai Manusi yang belum sempurna.. Al Basyar.. namun perlu di ketahui menurut Hadist, ada makhluk Allah dengan beberapa golongan yang sudah memiliki kebudayaan yaitu Banul<bani Jan, Banul< Bin dan Banul Jun.. pada awalnya Mereka menguasai Daratan namun karena kezaliman dan kerusakan serta pertumpahan darah yang mereka perbuat mereka di usir oleh Allah dengan menurunkan Malaikat Azazil (Iblis Sebelum Murtad), Jibril dan Mikail, Para malaikat ini dipimpin oleh Azazil yang paling tinggi dari segi ibadah, amal soleh dan pengetahuannya.. Jun, Bin Dan Jan diusir ke dimensi lain untuk menempati Lautan, Perut bumi, dan langit.. kebudayaan dan ilmu pengetahuan mereka tinggi.. makanya ada mitos Alien dari langit, mitos Atlantis di Lautan katulistiwa di Asia tenggara dan kerajaan Jin di dalam tanah.. Subhanallah Allah lah yang mengetahui..

    • Maaf keterbatasan pengetahuan saya mas Phantom, seperti mas Nando saya jadi mengartikan bahwa Nabi Adam menikahi Siti Hawa, padahal sama seperti pengetahuan kita pada umumnya Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk nabi Adam as untuk menemaninya (nabi Adam) yang merasa kesepian walaupun di Surga (yang bukan surga langit) Dan salah satu keistimewaan nabi Adam adalah penciptaan langsung oleh Allah tanpa perantara (dilahirkan), tambah lagi satu-satunya manusia yang dilahirkan tanpa ayah bukankah Nabi Isa as?

  21. bro Phantom …. belajar bahasa Arab dimana ente? ngawur …. beraninya ente menafsirkan bahwa Menurut Al-Qur’an “MANUSIA PERTAMA ITU BERJENIS WANITA” …. tobat bro…
    Telusuri Al-Qur’an… tidak akan pernah ditemukan kalimat “min nafsin waahidun”… atau dalam kitab apapun bahkan di koran dan majalah arab tidak akan pernah ditemukan kalimat “min nafsin waahidun”.
    Kalo ente tetap menulis kata “min nafsin waahidun” pasti ditertawakan orang…

    • kalo mau komen baca dulu yang jelas mas bro,,teliti sebelum berkomentar,,tapi bagus sekali,,dengan demikian berarti ente ngedukung ane,,soale kalo pake kalimat “min nafsin waahidun” itu nunjukin jenis laki laki,,terimakasih koreksinya mas,,bagian mana ane nulis “min nafsin waahidun”

  22. Udah mulai beda nih diskusinya… Maaf sedikit berbelok atau balik ke bahasan awal, saya pernah penasaran coba hitung Umur manusia purba dalam buku sejarah untuk SMU dengan Manusia pertama Nabi Adam hingga sekarang dengan menghitung jarak dan usia para nabi, saya lupa jumlahnya karena itu kepenasaran saya hampir tiga tahun lalu. Hanya intinya terdapat perbedaan cukup jauh masa antara Manusia Purba dengan Nabi Adam dalam Al-Quran, namun pertanyaan & kepenasaran tersebut hanya menjadi “tabungan” kepenasaran saya. Dan tanpa mendiskusikan dengan siapapun saya hanya memutuskan untuk diri sendiri bahwa perhitungan saya salah (pasti) atau metode penghitungan usia manusia purba yang salah (bisa saja) dengan tetap berkeyakinan bahwa Al-Qur-an yang paling benar. Ketika membaca postingan mas nando ini kepenasaran saya mulai terusik lagi.. semoga diskusinya tetap berjalan dan tidak di close tanpa ada ketok palu :D

    • saya kasih refresh ya.. Homo Sapiens Cro Magnon adalah jenis manusia purba yang paling maju mereka adalah keturunan dari manusia gua homo Neanderthal.. yang selamat dari Jaman Es dan memulai kbudayaan primitif namun sudah sedikit maju yaitu pada 10000th sebelum masehi.. nah hitung aja deh udah berapa puluh ribu tahun dari sekarang? lalu Allah turunkan Nabi Adam dan Hawa Manusia Sempurna ke Bumi pada 2000th kemudian.. lalu berkembang biak, lah manusia, belajarlah manusia menjadi lebih baik baik dan baik lagi hingga memiliki kebudayaan tertinggi yang tercata dalam sejarah sejak 4000th yang lalu seperti kebudayaan Aztec, Inca, Maya, Hindustan, Mesir, Babilonia, Persia, China, Cambodia, Yunani, sampai kebudayaan di nusantara ini… Baca juga sejarah Nabi Nuh.. karena Nabi nuh adalah keturunan Nabi Adam dari Nabi Syth (Anaknya Nabi Adam)..

      • menjadi lebih menarik tentang penjelasannya mas Krishna. Saya tertarik dengan statement “banul jun”. Kalo boleh saya tahu ada referensi g tentang banul jun ini. Karena setelah membaca keterangan tentang banul jun saya jadi berfikir tentang firman allah: ” tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia hanya untuk menyembah kepadaKu”..
        mungkin saja dulu benar adanya suatu makhluk penghuni bumi yang bisa teknologinya canggih makanya ada cerita tentang Atlantis..
        tolong referensinya ya..thanks

      • Hehehe.. saya sebenarnya tidak yakin dengan keberadaan Banul Jan ini. Kalau mereka memang pernah diberi mandat untuk mengelola bumi, berarti mereka hidup dalam dimensi yang sama dengan manusia dan hewan dan tumbuhan. Padahal mereka adalah bangsa jin, dan bangsa jin itu tidak kasat mata bagi manusia. Itu berarti mereka hidup dalam dimensi yang berbeda dengan manusia.

  23. ini yang saya tanyain ke guru sejarah saya dulu waktu saya SMP “pak , nabi Adam kn mahluk pertama di dunia , kalo gitu nabi Adam model manusia purba ? atau manusia purba itu ada lebih dulu dibanding nabi Adam ? yg bner gimana pak ?” dan pertanyaan itu baru terjawab 5 tahun di blog ini .

  24. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (QS Al Hijr:27)

    Para ahli mufassirin. kemudian mengaitkan mahluk yang diungkapkan oleh ahli arkeologi dengan pengetahuan mereka. Ibnu Jazir dalam kitab tafsir Ibnu Katsir: “Yang dimaksud dengan makhluk sebelum Adam diciptakan adalah Al Jan yang suka berbuat kerusuhan.”

    Thawus al-Yamani seorang perawi hadits, salah satu penghuni sekaligus penguasa/pemimpin di muka bumi (sebelum nabi Adam) adalah dari golongan jin.

    Ibnu Abbas ra mengatakan, “Allah menciptakan Jan dari nyala api…” Beliau juga mengatakan bahwa Jan adalah golongan Jin laki-laki. Mereka memiliki jenis yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang disebut dengan Nahabir; ada juga yang disebut Nahamir. Umat ini layaknya seperti manusia, suka makan, minum, dan berketurunan. Di antara mereka ada yang Mu’min dan ada juga yang kafir. Dan nenek moyang mereka adalah Iblis yang dikutuk oleh Allah.

    • Silakan @Roest, siapapun boleh komen di sini. :)
      Saya ingin bertanya pada anda; Adakah sisa fosil atau benda-benda peninggalan hasil karya para Jin ini yang telah ditemukan arkeolog?

  25. Juga ada pendapat bahwa sebelum nabi Adam telah ada 3 umat. Dua dari bangsa jin, sedangkan yang ketiga bukan dari golongan jin, karena mereka berdarah dan berdaging…..
    Namun pada tahun 1972, seorang ahli fisika Prancis, Francis Perrin menyatakan sebuah laporan yang mengejutkan, bahwa telah ditemukan reaktor nuklir tertua yang pernah dibuat di dunia, yang telah ada sejak 2.000.000.000 tahun yang lalu (jauh sebelum era jurassic) dan mampu dioperasionalkan selama beberapa ratus ribu tahun kemudian, dengan penggunaan daya rendah. Keseluruhan yang ditemukan ada 15 reaktor pada 3 deposit uranium di area pertambangan Oklo, Rep. Gabon. Dan lalu dikenal sebagai Fosil Reaktor-reaktor Oklo.

    Tanggal 2 Juni 1972, petugas analis di Pierrelatte – Nuclear Fuel Processing Plant, Prancis (yang mengimpor kebutuhan uraniumnya dari Gabon) pada mulanya hanya melakukan pekerjaan rutinnya untuk memeriksa massa beberapa contoh uranium yang akan digunakan tersebut dengan spektrometer. Uranium yang akan diproses, seperti biasa adalah bermassa 235U dengan nilai rasionya selalu adalah 0,00720, namun pada contoh yang diperiksa ternyata mempunyai rasio 0,00717. Walaupun perbedaan yang ditemukan itu relatif kecil namun membuat para ahli dari Prancis lalu berdatangan langsung ke pertambangan Oklo dan di sana justru menemukan uranium dengan rasio yang jauh lebih rendah lagi, mencapai 0.00440. Perbedaan rasio yang lebih rendah ini hanya akan terjadi jika 235U sebagai bahan bakar telah pernah digunakan untuk proses reaksi nuklir. Bahkan di lokasi yang sama juga ditemukan produk keluaran proses reaksi nuklir, yaitu neodymium, sama dengan yang dihasilkan oleh reaktor nuklir masa kini.

    Konstruksi reaktor nuklir di Oklo tersebut dirancang dengan menggunakan teknologi yang jauh lebih maju dan efisien daripada yang kini digunakan, termasuk dalam proses pengolahan (yang memanfaatkan air) dan pembuangan limbahnya (dapat dibuang di lokasi itu juga secara aman). Karena itu kemudian menjadi bahan kajian bagi para ahli dalam mendayagunakan teknologi nuklir masa kini.

    Sumber:
    1. Cowan, George A. “A Natural Fission Reactor”. Scientific American Vol 235. July, 1976. p 36.
    2. Loss, Robert, Dr. “Natural Fossil Fission Reactors”. Curtin University. Perth, Australia: 1996.

  26. pada 1922, sebuah fitur dari The New York Sunday American mengetengahkan tentang Jhon T. Reid, seorang insinyur pertambangan dan ahli geologi terkenal yang tanpa sengaja menemukan bekas jejak sepatu yang telah menjadi fosil batu dari era Triassic (213.000.000 – 248.000.000 tahun yang lalu). Pada pinggiran bagian alas kaki terlihat bekas jahitan yang rapi seperti layaknya menggunakan mesin. Teknik ini tentu saja belum dikenal pada tahun 1922………

    Pada 17 Juni 1921, Tom Zwigelaar menemukan sebuah tengkorak manusia purba yang kemudian dikenal sebagai Broken Hill Skull di Kawbe, Zambia (Rhodesia Utara). Para ahli mengidentifikasikan bahwa tengkorak ini berusia antara 125.000 – 300.000 tahun. Diduga berkait dengan jenis Homo Heidelbergensis, nenek moyang Neanderthal di Eropa. Arthur Smith Woodward (1864-1944) yang kemudian menerima temuan ini untuk diteliti menggolongkannya ke dalam jenis baru yaitu Homo Rhodesiensis. Namun yang kemudian mengherankan para ahli adalah perihal lubang kecil berdiameter 8 mm yang menembus kedua sisi tengkorak tersebut, karena hanya mungkin terjadi oleh sebuah tembakan peluru dengan kecepatan sangat tinggi dan terjadi ketika manusia purba ini masih hidup. Kesimpulan ini diperkuat oleh hasil penelitian otoritas forensik Jerman. Ini berarti sudah ada alat tembak berteknologi tinggi pada masa Palaelolithik Afrika tersebut. Tengkorak manusia purba berlubang tembak ini kini disimpan di British Museum, London. ….

    • Ya, saya sudah menemukan artikelnya dan cukup takjub walaupun menyayangkan kurangnya bukti foto.
      Tapi saya harus minta maaf pada anda Mas Roest, saya tahu anda sudah bersusah payah mencari dan menuliskan artikel untuk kami di sini. Saat ini saya tetap berkeyakinan bahwa jin itu hidup dalam dimensi yang berbeda dengan manusia, hewan dan tumbuhan sehingga tidak kasat mata dan tidak mungkin bisa menanam tumbuhan atau memelihara hewan dan mengolah alam.
      Hal lain yang saya tahu adalah; jin itu tidak akan mati akibat usia tua, karena Iblis sampai sekarang masih berkeliaran di bumi walaupun ia sudah turun ke bumi sebelum Adam dan Hawa. Dan saya yakin Jin itu tidak akan mati karena lapar, bahkan saya tidak tahu apakah jin itu memiliki metabolisme tubuh seperti makhluk hidup lainnya (karena anda mengatakan bahwa golongan ketiga itu bukan jin karena berdarah dan berdaging, saya berasumsi bahwa jin itu tidak berdarah dan berdaging sehingga tidak butuh makan).
      Jika jin itu tidak butuh makan, maka mereka tidak perlu berjuang mempertahankan hidup, tidak perlu berpikir dan berinovasi, tidak perlu berperang dan merusak alam sama sekali. Itu logika saya Mas Roest. Maaf. :)

  27. Ibnu Abbas ra mengatakan, “Setelah Allah menyempurnakan penciptaan langit dan bumi dengan segala sifatnya, gunung-gunung telah ditancapkan, angin telah dilepaskan, di bumi telah ada binatang-binatang liar dan bermacam-macam burung, maka buah-buahan mengering dan berjatuhan ke bumi dan di bumi tumbuh rerumputan yang satu sama lain saling tumpang tindih. Pada saat itu, bumi mengadukan persoalan tersebut kepada Tuhannya. Atas pengaduan itu, Allah menciptakan umat yang beraneka ragam dan berlainan jenis, yang diberi nama Jin.
    Mereka memiliki jiwa dan aktivitas. Lalu mereka bertebaran seperti debu halus karena jumlah mereka yang sangat banyak. Tanah datar, pegunungan, dan berbagai pelosok dunia telah dipenuhi oleh mereka. Mereka menempati permukaan bumi dalam jangka waktu yang dikehendaki oleh Allah. Di antara mereka ada yang putih, hitam, merah, kuning, bercak-bercak, totol-totol, tuli, buta, menawan, jelek, kuat, lemah, perempuan, dan laki-laki. Satu sama lain kawin dan melahirkan keturunan. Mereka disebut Jin karena mereka samar, tidak kelihatan.

    Jin tinggal di bumi kurang lebih 500 tahun. Setelah itu, bumi dikuasai oleh Bin. Mereka menikah satu sama lain, melahirkan keturunan dan berkembang biak semakin banyak sehingga bumi kian penuh. Sebagian di antara mereka suka membenam ke bumi lapis ketujuh (menyusul : Penduduk Bumi Lapis Tujuh) dan menetap di sana untuk beberapa hari. Bagi mereka tidak ada tempat yang terhalang. Mereka adalah yang pertama kali menggali sumur, membuat sungai, dan mengalirkan air dari sumber-sumbernya dan dari laut. Mereka adalah yang pertama kali membuat mesin/roda, membangun jembatan di atas air, menangkapi ikan di lautan, dan memburu binatang-binatang liar di wilayah yang tidak berpenduduk.

    Oleh karena itu, semua binatang, baik di daratan maupun di lautan, mengadukan urusan tersebut kepada Allah dan kerusakan yang disebabkan oleh mereka kian bertambah. Maka, Allah menciptakan Jan.”

    Ibnu Abbas ra mengatakan, “Allah menciptakan Jan dari nyala api…” Beliau juga mengatakan bahwa Jan adalah golongan Jin laki-laki. Mereka memiliki jenis yang beraneka ragam. Di antara mereka ada yang disebut dengan Nahabir; ada juga yang disebut Nahamir. Umat ini layaknya seperti manusia, suka makan, minum, dan berketurunan. Di antara mereka ada yang Mu’min dan ada juga yang kafir. Dan nenek moyang mereka adalah Iblis yang dikutuk oleh Allah.
    Pesan yg ingin sy sampaikan adlh mungkinkah golongan yg ke3,yg berdarah d berdaging yg membuat senjata d segala tehnologinya…???
    dimaafi jg kl blm bs memberikan argumen yg memuaskan…..

    • Bukan itu poin yang ingin saya sampaikan, Mas Roest. Bukan mungkin tidaknya golongan berdarah dan berdaging ini memiliki teknologi canggih milyaran tahun lampau. Tapi keberadaan teknologi ini sendiri saya masih meragukan kebenarannya.
      Ya, saya memang menemukan artikel yang menguatkan teori anda. Tetapi tidak ada foto satupun pada artikel tersebut yang menunjukkan bahwa reaktor purba tersebut memang ada, atau foto yang menunjukkan tengkorak manusia purba yang tertembak saat masih hidup atau yang lainnya.
      Satu lagi yang terasa janggal bagi saya; bagaimana para ahli tersebut bisa tahu bahwa si manusia purba tertembak saat masih hidup? Saat ditemukan, fosilnya pasti hanya tinggal kerangka saja tanpa jaringan daging. Akan sangat sulit bagi seorang pakar forensik untuk menentukan apakah ia ditembak saat masih hidup atau sudah mati.

  28. Subhanallah…. begitu bermanfaatnya pembahasan ini. tetapi dari sekian byk pendapat diatas, sy masih satu keyakinan dengan mas nando. dan sy sangat sangat tidak setuju dengan penafsiran mas Phantom, karna jauh dari keimanan sy tentang islam. maaf sebelumnya..
    dan sy hanyalah manusia yg rendah&bodoh dihadapan-NYA

  29. satu lagi gan,, pendapat sy, dengan penafsiran & argumen² mas nando diatas berarti seharusnya diberi judul “Al Basyar, Makhluk seperti Manusia sebelum Nabi Adam”.. hhehe cuma pendapat loh mas,, jangan marah ya mas…

  30. Numpang lewat…… semua itu terjadi karena Nur muhammad dan program Tuhan.. menurutku kalian semua benar tapi untuk kebenaran yang HAK hanyalah milik sang pencipta ALLAH swt..jadi kita jalani saja keyakinan tentang smua itu masing2… tanpa harus keluar dari hadist dan al Qur’an..dan tidak cukup umur kita untuk membahas kebenaran yang Hak karena itu milik ALLAHswt….bagaimana yang jauh yang dekat saja susah…..

  31. Asslmkm.wr.wb.
    dipersorry ikutan nyusup. dr bbrp artikel yg pernah sy bc, stlh penciptaan alam semesta AllahSWT menciptakan malaikat dari nur (saripati cahaya) dan jin dari api yg takberasap. sy tdk mendapati siapakah malaikat pertama,akan tetapi sy pernah bc artikel siapa jin pertama (Marij). malaikat taat beribadah dan menjaga kelangsungan d surga. dan Marij layaknya seorang Khalifah,beribadah dan menjaga kelangsungan alam raya (termasuk bumi). karena kepatuhan Marij maka Allah SWT menciptakan Kharij sebagai pasangannya dan berhak melanjutkan keturunannya. Marij pernah mengajukan permohonan kepada Allah SWT agar salah satu keturunannya kelak ada yang diangkat derajatnya dan diberikan ilmu sebagaimana Allah SWT telah menganugerahkan kepadanya. dan keturunan tersebut adl Azazil. dr kecil dia (Azazil) diangkat ke surga dan dberikan ilmu pengetahuan yang luas oleh Allah SWT dan diajarkan berbagai peribadahan oleh Malaikat. Azazil sangat cerdas dengan cepat menyerap ilmu yang dia dapat dan tingkat peribadahannya dikagumi para Malaikat,bahkan disebutkan menjadi penghulu Malaikat,sampai2 Azazil bersumpah akan selalu berupaya menjadi pemimpin semua makhluk sampai akhir zaman yang telah ditentukan Allah SWT. ketika saudara2nya (saudara2 Azazil) berbuat ingkar dan berbuat kerusakan di bumi Allah SWT memerintahkan Malaikat yang dipimpin Azazil untuk menghukum dan membasmi mereka,hingga tersisa sebagian kecil yang patuh kepada Allah SWT. kemudian Allah SWT berkehendak akan menciptakan khalifah yang bernama Adam. informasi tersebut sampai k Azazil,bersama Malaikat merundingkan dan mempertanyakan apa rencana dibalik semua itu. Malaikat tdk berani sedikitpun membantah kehendak Allah,namun Azazil dengan penuh rasa penasaran dan mungkin telah menyadari akan kehadiran pesaingnya menyelinap melihat Adam yang masih boneka tanah,bahkan dlm artikel yg sy bc dkatakan Azazil menyentuh wajah boneka tanah Adam yang masih rata hingga pd beberapa bagian jadi wajah Adam. hal itu diketahui Allah SWT namun tetap dibiarkan karena kuasa dan rencanaNya. setelah disempurnakan perwujudan Adam oleh Allah SWT kemudian ditiupkan Ruh dan terciptalah Adam as. Adam diberikan berbagai informasi dan ilmu pengetahuan tentang seluruh alam semesta beserta isinya,juga manfaat guna,tujuan serta hikmah penciptaannya. sehingga dengan ilmu inilah nantinya Adam dapat mengalahkan kemampuan pengetahuan seluruh alam tanpa terkecuali Malaikat dan Azazil. setelah seluruh alam telah mengakui kelebihan Adam as. maka atas perintah Allah SWT agar semua bersujud dan menyeru Adam as. akan tetapi tidak dengan Azazil,dengan sombongnya dia enggan untuk mengakui kekalahannya. maka Allah SWT mengutuk Azazil sebagai penghuni neraka dan kekal d dalamnya,diusir dari surga dan dburukkan rupanya yang mendapat sebutan Iblis ( Syaithan ). dr artikel yg pernah sy bc Bumi ini dahulu berisi tumbuhan , binatang dan Jin (Marij) sebagai khalifahnya dan berlangsung turun temurun yang atas seizinNya memunculkan berbagai jenis Jin pula yang kemudian ingkar akan Allah SWT dan dihancurkan sampai kemudian dilanjutkan Adam-Hawa sampai saat ini. maaf atas keterbatasan informasi ini, sekedar mampir dan semoga bila ada benarnya menjadikan manfaat dan bila ternyata informasi yang salah Allah SWT mengampuninya. Amin
    wasslkm.wr.wb.

  32. Awalnya cuma numpang lewat,eeeehh malah nyelonong lagi.
    Keterbatasan kita tidak akan mampu melogika Agama, terlebih Islam Agama yang murni bersumber dan diRidhai Allah SWT. Masih mungkin dan tidak menutup kemungkinan kita dapat menggunakan logika dan menyanggah ajaran dan sejarah Agama Lain, akan tetapi tidak dengan Islam yang dari dulu dan selamanya InsyaAllah akan tetap demikian karena memang sudah pasti dan merupakan ketetapan Allah Tuhan Semesta Alam. Namun demikian kita diwajibkan untuk terus mengkaji kebenaran sejarah juga adab dan tata cara menjalankan ajarannya ( Islam ). Maka marilah kita saling mengkoreksi dan bertukar informasi sampai sejauh mana kita mengenal Islam. Sehingga ketika dunia bertanya Islam maka yang terlintas adalah sosok Muslim (Pemeluknya), begitu pula bila dunia bertanya atau menyoroti seorang/warga/Negara Muslim (Mayoritas Muslim) maka dunia tidak akan pernah membicarakan kejelekan, karena Islam itu memang Benar, Islam itu memang Indah, Islam itu Rahmatan Lil ‘alamin.
    Baiklah Mas Nando saya akan jawab, tapi sebatas apa yang saya ketahui dari Informasi dan tingkat pemahaman saya.
    ” Apakah penolakan Iblis untuk menghormati Adam itu karena ia merasa lebih pintar dari Adam?”
    Perlu kita tekankan bahwasannya yang paling terhormat di Hadapan Allah SWT adalah Orang/Makhluk yang paling ber-Taqwa. Bukan paling kuat, bukan paling cepat, bukan paling lama/panjang umurnya, dan bukan yang lain-lainnya lagi. karena memang yang lain-lainnya itu bersumber dari Allah SWT. Atas Rahman dan Rahim dariNya kita menjadi kuat, kita menjadi cepat, bahkan kita mampu bertahan dari berbagai penyakit meski kita hidup di daerah yang penuh dengan wabah dan penyakit sehingga kita mempunyai umur yang panjang dibanding Makhluk lainnya. Namun bila kita renungkan semua itu dapat kita lakukan karena apa dan dari mana? Semua dari Allah SWT. Akan tetapi Ketaqwaan merupakan Usaha Murni suatu Makhluk, dan itu yang membedakan, meskipun dalam teknis pelaksanaannya juga tak lepas dari izin dan naungan perlindungan dariNya.
    Allah SWT menciptakan Manusia sebagai Makhluk paling sempurna.
    Sekarang pertanyaannya “Apa yang menjadikan Manusia adalah Makhluk paling sempurna?”
    Padahal kita tidak dapat menyangkal dibandingkan Malaikat dan Bangsa Jin, kita ini paling lemah, paling lambat, dan berumur pendek. “Tapi mengapa Allah SWT berkata Manusia Makhluk paling sempurna?” Tentu semuanya kita kembalikan pada Makhluk yang paling terhormat di Hadapan Allah SWT. “Bagaimana Manusia bisa menyandang Predikat Makhlkuk paling sempurna?” Kita semua juga sudah mengetahui bahwasannya semua Ciptaan Allah SWT mempunyai Koridor dan Porsi masing-masing. Alam Semesta ini merupakan Wadah, Binatang dan Tumbuhan adalah Objek dan sarana. Kita Bangsa Manusia dan Bangsa Jin pada dasarnya merupakan Subjek sekaligus Kompetiter. Karena sama-sama Berilmu dan mempunyai Nafsu. ” Allah tidak menciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaNya. ” Lainhalnya dengan Malaikat yang Berilmu tetapi tidak Berhasrat atau mempunyai Nafsu layaknya Manusia ataupun Jin. Jadi tingkat kesulitan Kita memang lebih tinggi dibandingkan Makhluk-makhluk Lainnya.
    Maka jawabannya “Karena apabila kita ( manusia ) mampu Berusaha menjadi Hamba Allah sesuai Kehendak dan Perintah Allah SWT maka pastinya Manusia akan keluar sebagai Pemenangnya.”
    Mestinya Manusia dapat memanfaatkan Tingginya Tingkat Kesulitan menjadi Keuntungan yang menjadi Kelebihan untuk dimaksimalkan. Akan tetapi apa yang sekarang terjadi? Kita tidak berfikir dan menyadarinya, sehingga Kita menjadi Makhluk yang senang mengesampingkan perintahNya dan sering melanggar laranganNya, dan yang akan terjadi nantinya Kita akan di-Cap Allah sebagai Makhluk yang paling Hina. Na’udzubillaahimindzalik.
    Jadi JAWABAN ATAS PERTANYAAN MAS NANDO Azazil ( Iblis ) merasa dia lebih segala-galanya dibandingkan Adam, padahal Allah SWT sebenarnya sudah memperingatkan tentang Misteri Penciptaan melalui Adu Ilmu Pengetahuan yang akhirnya dimenangkan Adam, namun Iblis tidak juga menyadari Hakekat dan Hikmah dari kejadian/peristiwa tersebut dan tidak bergegas kembali kepada Allah SWT untuk bertaubat, melainkan dengan serta merta menentang Kuasa Allah, maka di-Laknatlah Iblis. Dan sifat Azazil tersebut yang akhirnya dibisikkan ke Manusia sejak zaman dahulu dari Kaum-kaum Nabi dan Rasul terdahulu yang akhirnya diLaknat Allah SWT hingga punah tinggal peninggalan bangunan-bangunan bersejarah,begitu juga Bani Israil masa Rasulullah saw. sampai dengan besuk yang akan diakhiri dengan Kiamat. Dan akan dibuka Tabir Misteri Penciptaan oleh Ilahi Rabbi.
    Semoga berkenan.

  33. Assalamu’allaikum Wr.Wb.. Nice Info..menambah wawasan kita nih..Bang tolong bahas dong pendapat bahwa kemungkinan Bumi telah mengalami kiamat beberapa kali?adakah pendapat tersebut tersurat atau tersirat dalam Al Quranul karim..? kabarnya Punahnya mahluk sebelum Nabi Adam adalah karena terjadinya kiamat tersebut..?Atau hanya karena Kiamat Sugro (kecil) ?..

    • Kiamat kecil itu setau saya adalah sebuah peristiwa kematian yang dialami seseorang atau sejumlah orang. Kiamat besar itu adalah peristiwa hancurnya alam semesta ini. Kiamat besar itu belum pernah terjadi karena alam semesta saat ini masih ada.:)

  34. Terima kasih informasinya sobat. Bagi saya info ini lumayan membuka kebingungan pikiran saya tentang masalah manusia purba vs nabi adam..
    InsyaAllah saya harus mempelajarinya lebih dalam..
    wasslam..

  35. Adam tu bukan manusia pertama di bumi melainkan khalifah pertama.. Adam juga adalah salah satu dari manusia awal yg diambil oleh Allah untuk dijadikan Khalifah.. buka kembali Surah Al-baqarah:30. dalam ayat itu Tuhan menggunakan kata, “jailun” yg berarti “menjadikan”… kenapa Tuhan tidak menggunakan kata, “khalakun” yg berarti menciptakan.. knpa sob..?

  36. Ian cukup cerdas dalam memaknai ayat. Kalau pernah saya dengar dari orang-orang tua, Adam itu bukan nama orang melainkan sebuah komunitas. Secara fisik Adam memang masih seperti kera, tetapi sudah memiliki akal budi sebagaimana manusia. Jadi fisik kita saat ini berbeda dengan adam. manusia mengalami evolusi. Saya kira ini wajar adam masih tinggal di hutan dan gua, dan makan makanan yang mentah atau dibakar. tentu secara fisik berbeda dengan mansuia zaman sekaranag yang tinggal di rumah dan makan makana yang dimasak.

    • Adam adalah nama seorang Nabi dan Rasul, Sobat. :)
      Dan Adam sudah diajari cara memasak, membangun rumah, beternak, berkebun, menyisihkan rezeki untuk makhluk lain, dan menikahkan anak-anaknya, jauh sebelum ia diturunkan ke bumi (QS Albaqarah 30-39).

  37. numpang komentar kepada saudara-saudaraku yang keturunan nabi adam, kok susah kali sih membahas nabib adam, pertama-tama kali kita harus tau siapa dan apa yang pertama kali allah swt ciptakan itu, kemudian kita kaitkan, baqah mungkin kalian enggak percaya yang pertama kali diciptakan allah swt adalah cahaya, namanya nur muhammad, awalan wal akhiran, dialah yang awal dan dialah yg akhir, kalau allah swt sfatnya baqah tiada awal dan tiada akhir, jadi dengan nur itulah allah jadikan malaikat, ruh jin dan hawa dan semua isi langit dan bumi coba baca surah an-nur, dan manusia bisa melihat jin dan allah swt, ketika manusia melihat jin, allh telah mengintruksikan kepada kita fisudurinnas minal jinati wannas di dlm dadamu ada jin dan manusia ketika jin itu berkuasa didalam dirinya maka dia akan memperlihatkan kawannya, biarpun dia seorang kiai ustad yang dapat melihat jin tetap dia bisa dikuasai oleh mahluk itu. soal melihat allah swt, dapat dilihat didunia maupun di akhirat , contohnya ketika kita mengucapkan dua kalimat syahadat apa yang kita saksikan , jadi kalau kita tidak dapat menyaksikannya berarti kita munafik, orang munafik itu tidak sesuai dengan ucapanya , kenapa kita bisa melihat allah swt karena allah telah meniupkan sebahagian ruhnya kedam tubuh kita atau juga disebut dengan nur allah, dalm surah azz-zumar coba kita baca dengan sanat teliti disitu allah swt berkata
    afaman syaraha allaahu shadrahu lil-islaami fahuwa ‘alaa nuurin min rabbihi. adapaun yang ditanamkan dihati orang islam itu adalah cahaya dari allah , dan apa bila kita tidak tau berarti kita belum islam, dan masih dikatakan orang yg beragamakan islam, karena ayat diatas menyatakan kepada orang islam, orang islam melihat allah dengan penerangan nur yang di hembuskan ketubuh kita,itu yang kami alami

  38. Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Tanpa harus mengkonfrontir teroi manusia purba dengan Al-Quran, sebenarnya ilmu pengetahuan terbaru sudah mematahkannya. Beberapa temuan terakhir justru menunjukkan bahwa teori tentang manusia purba semakin jelas kebohongannya. Bukti-bukti ilmiyah yang dahulu sering diajukan oleh kalangan evolusionis, satu per satu kini terbantahkan. Semakin hari semakin terkuak fakta bahwa teori manusia purba adalah sebuah kebohongan besar.

    Selama ini kita memang dicekoki teori manusia purba dalam kurikulum pendidikan. Para evolusionis telah merekayasa skema khayalan dengan sangat fantastis. Bahkan seringkali dilengkapi dengan ilustrasi yang nampak sangat realistis. Konyolnya, semua itu masuk ke dalam kurikulum pendidikan di seluruh dunia, termasuk di dunia Islam.

    Mereka memasukkan Australopithecus, ras kera yang telah punah sebagai ras ‘nenek moyang manusia’. Padahal ada jurang besar dan tak berhubungan antara kera dan manusia.

    Adapun ras manusia primitif menurut mereka, sebenarnya hanya variasi dari ras manusia modern, namun dibesar-besarkan sebagai spicies yang berbeda. Faktanya, tidak ada urutan kronologis seperti itu. Banyak yang hidup pada priode yang sama yang berarti tidak ada evolusi, bahkan ada yang lebih tua dari jenis yang diklaim sebagai nenek moyangnya.

    Tatkala para evolusionis tak juga menemukan satu fosilpun yang bisa mendukung teori mereka, terpaksa mereka melakukan kebohongan. Contoh yang paling terkenal adalah manusia Piltdown yang dibuat dengan memasangkan tulang rahang orang utan pada tengkorak manusia. Fosil ini telah membohongi dunia ilmu pengetahuan selama 40 tahun.

    Kisahnya pada tahun 1912 seorang ahli palaentologi amatir bernama Charles Dawson mengklaim bahwa dia telah menemukan sebuah tulang rahang dan fragmen tengkorak di sebuah lubang dekat Piltdown, Inggris. Tulang itu mirip tulang rahang hewan namun gigi dan tengkoraknya seperti milik manusia. Spesimen ini dinamakan Manusia Piltdown dan diduga berumur 500.000 tahun.

    Rekonstruksi terhadap manusia Piltdown dilakukan dan setelah dipajang di berbagai mueium sebagai bukti nyata evolusi manusia. Selama lebih dari 40 tahun sejumlah penafsiran dan gambar dibuat. Banyak artikel ilmiyah tentang manusia piltdown ini, termasuk 500 tesis doktor tentangnya.

    Namun pada tahun 1953, hasil pengujian secara menyeluruh terhadap fosil tersebut menunjukkan kepalsuannya. Tengkorak tersebut berasal dari manusia yang hidup beberapa ribu tahun yang lalu, sedangkan tulang rahangnya berasal dari bangkai kera yang baru terkubur beberapa tahun. Gigi-giginya ditambahkan kemudian agar terlihat mirip manusia lalu persendiannya disumpal. Setelah itu seluruh fosil diwarnai dengan potasium dokromat agar tampak kuno.

    Kalau kita menyodorkan ayat Allah SWT di dalam Al-Quran Al-Karim dan hadits Rasulullah SAW tentang manusia pertama, besar kemungkinan para hamba sahaya teori evolusi akan menentangnya. Mereka akan mencari alibi dan dalih untuk membuat penafsiran ‘lain’ alias menentang kebenaran yang ada di dalamnya.

    Berapa banyak dari umat Islam yang masih saja percaya bahwa ada manusia sebelum nabi Adam. Fanatisme buta kepada teori evolusi telah membuat mereka menentang apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam kitab suci.

    Jadi jawaban yang benar adalah bahwa manusia purba tidak pernah ada, sebab teori evolusi juga tidak pernah terbukti. Ada sejuta kejanggalan yang memaksa teori evolusi termasuk teori manusia purba harus dihapus dari kurikulum pendidikan sekolah.

    Adam alaihissalam adalah makhluk cerdas pertama di muka bumi. Dengan kedatangan beliau, maka untuk pertama kalinya bumi didatangi oleh makhluk cerdas dari luar angkasa (alien). Kecerdasan manusia sungguh merupakan loncatan besar dalam sejarah bumi, yang sebelumnya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk kelas bawah berupa hewan dan tumbuhan. Tidak pernah ada makhluk asli bumi yang mengalami proses evolusi, kecuali hanya ada di film-film Holywood saja.

    Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Ahmad Sarwat, Lc.

    Mohon komentarnya… aku jg ga tau ttg kebenarannya, mungkin ada yg lebih tau. Thanx U

  39. pas buka artikel ini, langsung saya lahap habis…pegel juga nich bacanya (bayangkan postingan & komentar dari tahun 2011 s/d 2012 saya baca hanya dalam waktu 1 jam hehehe..), tapi menarik brow….
    saya jadi ingat tentang benua atlantis yang pernah ada juataan tahun yang lampau (jauh sebelum nabi Adam diturunkan di bumi). keterangan tentang atlantis pada dialog Plato
    “Kekuatan ini datang dari samudera Atlantik. Pada waktu itu, samudera Atlantik dapat dilayari dan ada sebuah pulau yang terletak di hadapan selat yang engkau sebut pilar-pilar Herkules. Pulau itu lebih luas dibandingkan dengan gabungan Libya dan Asia dan pilar-pilar ini juga merupakan pintu masuk ke pulau-pulau lain di sekitarnya, dan dari pulau-pulau itu engkau dapat sampai ke seluruh benua yang menjadi pembatas laut Atlantik. Laut yang ada di dalam pilar-pilar Herkules hanyalah seperti sebuah pelabuhan yang memiliki pintu masuk sempit. Namun laut yang di luarnya adalah laut yang sesungguhnya, dan benua yang mengelilinginya dapat disebut benua tanpa batas. Di wilayah Atlantis ini, ada sebuah kerajaan besar yang memerintah keseluruhan pulau dan pulau lain disekitarnya serta sebagian wilayah di benua lainnya”

    wallahu a’lambissawab….

  40. jadi biar gak ribut lagi rebutin bola yang satu rame-rame,kasih aja bolanya atu-atu,hehehehe
    intinya semua jawaban yang agan-agan cari sudah ada pada diri agan-agan sendiri,jadi ketahuilah siapa anda ???

  41. saya punya teori begini….setelah manusia purba berevolusi sedemikian rupa, dari kera mendekati bentuk dan dan cara berpikir manusia skrg..nah saat itu kera sudah tidak ada lagi karena berubah menjadi manusia purba semuanya…begitu adam diturunkan dan beranak pinak..dan menyebar ke seluruh dunia..manusia bani adan kawin dengan manusia purba setempat(makanya mereka masih beragama animisme dan jauh sekali dengan ajaran agama ilahi semacam agama musa atau abrahamic..sebagian dari manusia purba ini..kemungkinan ber RE-EVOLUSI menjadi kera kembali….makanya zaman sekarang pun masih ada kera nyaya kan….? nah…secara genetika kedua makluk ini punya persamaan sebagai gen Primata..namun pada gen manusia purba masih terekam pada memory gen sifat-sifat kebinatangannya di masa lalu….dan tidak heran dalam kehidupan mereka sangat jelas sifat binatangnya..seperti membuka aurat…membunuh dll…
    menurut hadis umat umat sebelum umat beliau berukuran besar dan tingginya mencapai 20 Hasta..kemungkinan
    umat bani adam atau al insan ini juga berevolusi..buktinya tidak ada lagi manusia sekarang yang setinggi itu..saya perkirakan jangka evolusi makluk ini sangat singkat..maksimal seumur sejarah al insan itu sendiri yaitu 8000 tahun
    jadi mengapa makluk al insan perlu berevolusi?
    kemana sisa sisa al basyar yang tidak kawin dengan al insan
    berapa banyak prosentase mereka di dunia
    wilayah mana saja domisili kedua makluk ini dan domisili hasil perkawinan keduanya/

    TUNGGU TULISAN SAYA BERIKUTNYA..INI cuma teory..sadarilah bahwa ALLAH lah yang mengetahui apa yang ada di depan dan di belakang mereka..baca ayat kursi dan terjemahannya… wallahu alam

      • Teori yang cukup cemerlang

        yang jadi pertanyaan kenapa banyak yang melihat Al Qur’an dibagian yang jelas saja sedangkan yang samar diaggap tidak ada dan nggak boleh mempelajari hal di Luar Al Qur’an

        AL Qur’an jelas petunjuk tapi kenapa malah dijadikan Buku yang sudah jadi

        1 Lagi kenapa setiap keburukan selalu mengarahkan Jewish mereka memang jelas sangat menjengkelkan tapi coba liat 15-20 Rasul adalah orang Yahudi cukup mengganjal

      • Betul, Sob. Banyak yang melarang kita untuk mempelajari sesuatu yang tidak tercantum secara nyata di Alqur’an. Jika kita berani mempelajarinya, maka kita dianggap sesat.
        Tetapi itu tidak hanya terjadi pada Islam. Agama lain juga seperti itu. Mereka diharuskan untuk menerima bulat-bulat ajaran agama mereka. Semua yang tertulis dalam kitab mereka harus dianggap benar 100%.
        Bahkan orang Jepang yang sangat ahli dalam bidang teknologi, saat ini masih menyembah matahari dan menganggap Kaisar mereka adalah keturunan Dewa Matahari.

  42. Numpang lewat :)

    Kayaknya di atas ada yang bilang jin ga bisa mati karena usia tua/kelaparan yah? Kalau setahu saya, Jin sama aja seperti manusia. Bisa tua dan mati. Yang membedakan adalah ruang/dimensi hidupnya berbeda dan kadar ketuaannya juga beda. Kalau manusia sampai puluhan tahun, Jin bisa sampai ratusan tahun (kalo saya ga salah inget yah. Maklum, diajarinnya waktu masih kecil sih ^^a).

    Lantas kenapa Iblis bisa bertahan sampai sekarang? Itu karena ketika dilaknat oleh Allah karena membangkang perintah-Nya untuk menghormati Adam, Iblis meminta penangguhan kematian untuk menyeret bani Adam ke neraka karena tidak rela bila Iblis masuk neraka sedangkan yang dia anggap lebih rendah bisa masuk surga. Atas ijin Allah pula Iblis bisa kembali ke taman tempat Adam tinggal untuk melakukan hasutan pertamanya. Dan penangguhan itu harusnya hanya diberikan kepada Iblis, bukan ke jin yang lain. Kalau semua jin diberi penangguhan kematian, bisa-bisa alam tempat jin hidup dan berkembang biak jadi penuh. Kalau alam jin dibikin tidak terbatas, itu juga akan menyalahi Sunatullah. Bukan begitu?

  43. Oh iya satu lagi. Tentang Fossil Nuclear Reaktor di Oklo, sepertinya reaktor itu memang ada dan sudah diteliti banyak kalangan. Salah satu yang menyebut reaktor tersebut sebagai referensi adalah jurnal berikut:

    Di jurnal pertama berjudul “Slow Breeding and Transmutation Process in Low Flux Reactor”, di bagian Introduction mengutip tentang fossil reactor. Jadi mustinya sih cukup legitimate informasinya.

    Cuma yang perlu ditekankan di sini, seperti yang dibilang bro Nando, tidak adanya kejelasan apakah reaktor tersebut creature-made (abis ga bisa dibilang human-made sih :p) ataukah natural made (yang berarti emang dari alam terbuat seperti itu yang bisa jadi untuk dijadikan petunjuk kepada manusia untuk dipelajari). Either way, it did exist :)

  44. agan-agan nu gararantenk…..1000% sy tdk prcaya apa itu al-basar yg disamakan dengan manusia…saya hanya percaya adam dan keturunannya adalah manusia sesungguhnya…. monyet ya monyet…manusia ya manusia sangat berbeda jauh ….pesen saya berhati-hatilah dalam menggunakan akal anda, jangan sampai menjadi hawking…..kembali kepada Al-qur’an dan hadits….dan jgn menafsirkan al-qur’an seenaknya tanpa ada hadits yg menguatkannya…semoga Allah mengampuni dosa2 kita semua….dan semoga dengan mempelajari makhlukNya kita bisa dekat denganNya…

  45. Ping-balik: My Homepage

  46. Masih lanjutkah ??
    edann euy ampe tahunan diskusinya :D

    pertamanya tertarik ama cerita atlantis ehh nyasarnya kesini ^_^
    tapi gara-gara atlantis sekarang saya rajin shalat (gara gara mikir kalo baca beginian harus ningkatin iman takwa biar gak gampang percaya dan harus berpegang teguh ke al-quran)

    ceritanya ane baru tobat nihh

  47. Numpang nulis ya… \(^_^)/: Belajar sejarah itu penting karena sejarah itu seperti “spion” yang terpasang di sepeda motor klo perlu kita tengok kembali kebelakang biar kita selamat dijalan dan sampai pada tujuan… tapi jangan terus menengok terus ke belakang bisa nubruk nantinya ^_^
    Jadi perdebatan mengenai nenek moyang kita udah jelas jawabannya dan bisa dipertanggung jawabkan yaitu Nabi Adam, dan apakah sebelumnya ada “makhluk” sebelum Nabi Adam itu juga jelas ada. akan tetapi kita tidak perlu berlebih2han membahas makhluk tersebut, yang telah membuat kerusakan di bumi (berdasarkan interupsi malaikat kepada Allah surat al-baqoroh ayat: 30-39). memang saya akui sangat menarik sekali judul perdebatan mengenai: Al basyar, Manusia sebelum Nabi Adam ini…^_^ dan semoga keimanan dan keyakinan kita kepada Allah lebih kuat setelah membaca postingan diskusi temen2.
    kutipan favorit buat temen2 “belajarlah sampai ke negeri china…jadi teruslah berkarya di jalan Allah”, serta “Musuh kita yang paling kuat dan sangat kuat di dunia ini adalah diri kita sendiri… jadi waspadalah…waspadalah” heheheee….

  48. sepertinya saya lebih setuju dengan pendapat Mas Budi Sukendra, saya ingin argumentasinya lagi yang lebih gamblang, agar saya bertambah yakin….

  49. Kalo menurut saya sih, saya setuju dngan @Krishna..
    Dia hnya makhluk yang mirip rupanya dengan rupa manusia… sama seperti angsa yang menyerupai bebek, tp karena satu perbedaan angsa tetaplah angsa dan bukan bebek..
    Apalagi al-basyar yang memiliki banyak perbedaan dengan manusia seperti yang mas Nando bilang ‘Al Basyar tidak memiliki ruh, ilmu, visi, ambisi dan aturan hidup’..
    Dengan begitu apakah dia bisa dibilang manusia?
    Seperti solat, tidak akan sah solat itu kalau salah satu rukunya tidak dipenuhi..
    Al-Basyar tidak sah disebut manusia karena dia tidak memenuhi rukun-rukun manusia..
    Tapi yang saya setuju dari mas Nando adalah, untuk tidak menerima mentah2 apa yg kita dapat…
    Allah pun menyuruhnya..

    “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangya. Sesungguhnya penndengaran, penglihatan dan hati akan dimintai pertanggungjawabanya..” Q.S Al Isra (17) : ayat 36

    “Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” q.s Yunus (10): ayat 100

    Jadi bukan maksud kita sebagai manusia untuk mengoreksi2 kesalahan Al-qur’an karena Allah Maha benar dan mustahil salah..
    Saya hanya tidak ingin saya tidak tahu apa yang telah saya ikuti selama 15 tahun ini..
    Kbanyakan orang memang kita hanya harus meyakini tanpa harus mencari2 tau, saya pun pernah mendapat perkataan seperti itu..
    Tapi bagi siapapun itu, coba kmbali renungkan.. bukan kah keliru jika kita hanya tinggal meyakininya..
    Sungguh mengherankan atas dasar apa anda yakin akan suatu hal tersebut kalau anda saja tidak tahu tentang apa yang anda yakini..
    “Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya” q.s Yunus (10): ayat 100
    jadi skali lagi tolong jangan salah paham, saya mencari2 tau bukan karena saya ingin menandingi ilmu Allah..
    Karena itu hal yang sia2…

    Keimanan seseorang akan bertambah kuat bahkan tidak akan bisa diruntuhkan saya rasa, ketika dia paham dan benar2 mengetahui bahwa apa yang dia imani itu benar, tidak hanya tiba2 kita langsung memercayainya..
    Itulah tujuan saya..

    trimakasih.. Wass.. :)

  50. Yang jadi pertanyaan itu adalah :
    Siapa yang mengatakan kalau nabi Adam datang ke bumi tidak sampai 8000 tahun yg lalu? Adakah tercantum di dalam AlQur’an? Atau ada hadits2 sahih yang mendukungnya?

    Karena nabi Nuh sendiri umurnya kemungkinan lebih dari 1000 tahun, beliau dakwah selama 950 tahun. Dan di akhir masa dakwahnya ada beberapa dialog dengan anaknya yang tenggelam itu yg mengisyaratkan bahwa anaknya itu sebagaimana anak2 labil jaman sekarang. Padahal kemungkinan umurnya adalah ratusan tahun jika di sejajarkan dengan umur nabi Nuh.

    Jika umur nabi nuh saja sebegitu panjangnya, apalagi umur nabi adam. Jika rata2 umur manusia pada masa itu sebegitu panjangnya maka berapa ribu tahunkah jarak pergantian suatu generasi pada masa itu? Lalu berapa generasikah jarak antara nabi Nuh dengan nabi Adam?

    Ane rasa 8000 tahun sangat singkat sekali dan tidak mencukupi.
    Dan lebih penting lagi, ADAKAH DALIL SAHIH yang menginformasikan hal itu?
    Kalau tidak ada, cukuplah kita menduga2 saja berdasarkan temuan para ilmuwan.

    BTW, penemuan tengkorak manusia tertua yang berumur 1,4 juta tahun itu adalah benar dan sudah terbukti bahwa itu adalah tengkorak yang sangat identik dengan manusia modern. Sehingga teori konyol tentang manusia kera yang umurnya hanya 200ribu tahun itu langsung gugur. Ini sesungguhnya makin membuktikan bahwa Adam turun ke bumi jauh lebih lama dari yang kita duga.

  51. Maaf ane ralat, kerangka yang saya maksud di komen sebelumnya, berumur 1,6 juta tahun yg lalu. Dan benar2 identik dengan manusia modern. Ini adalah bukti yang menggugurkan dogma2 yahudi dan kristiani tentang masa turunnya adam ke bumi. Sekaligus menggugurkan dogma evolusionis tentang Neanderthal dan Cro Magnon.
    Namun TIDAK dengan islam. Not that easy. Islam setahu ane tidak menyebutkan patokan kapan turunnya Adam. Mungkin Allah membiarkan itu menjadi rahasia ghaib, dan kita hanya bisa menduga2 berdasarkan temuan saja.
    Mungkin masih ada banyak kerangka yang usianya bahkan puluhan juta tahun lebih tua dari yg sanggup ditemukan sejauh ini namun masih terpendam. What ever, apapun itu, tetap tidak akan menggugurkan berita AlQur’an.

    Lalu mengenai pendapat TS bahwa tidak mungkin Adam hidup berdampingan dengan Dinosaurus, itu khan hanya menurut kita yg hidup di jaman sekarang. Kita tidak pernah tahu apakah Adam hidup sejaman dgn dinosaurus atau tidak. Kita cukup serahkan saja pada bukti2 penemuan ilmiah jikalau memang ada. Jikalau memang ditemukan sejaman, bagi Islam itu tidak masalah dan tidak bertentangan dengan ayat manapun. Namun jika tidak sejaman pun tidak masalah.

    Intinya, jika tidak ada berita tentang apapun itu dari AlQur’an, biarlah kita landaskan pedoman kita pada penemuan ilmiah. Dan jika masih tidak ditemukan pula jawabannya, cukuplah kita berkata “Wallahu a’lam”. Jangan menghayalkan sesuatu dan buru2 mengatakannya “ini berasal dari Islam”, sebagaimana yg dilakukan para ahlil kitab.

    Sumber : http://id.harunyahya.com/id/books/1673/RUNTUHNYA_TEORI_EVOLUSI_DALAM_20_PERTANYAAN/chapter/3324

    • Nabi Adam meninggal dunia setelah hidup di bumi selama 930 tahun. Nabi Nuh meninggal dunia saat berusia 950 tahun. Anda bisa melihat silsilahnya di sini. Memang tidak ada di Alqur’an. Itu semua adalah hasil penelitian para arkeolog. Anda tidak percaya hasil penelitian tersebut karena tidak ada di Alqur’an dan Hadits? Gapapa, itu hak anda, Sob. Tapi anda koq percaya bahwa dinosaurus pernah ada? Padahal tidak ada juga di Qur’an dan Hadits. Yo wis, Ndapapa jugaaa….. Hehehehe…. Lanjuuut…
      Kalau Allah menganggap bahwa manusia bisa hidup berdampingan dengan dinosaurus, lalu mengapa saat ini tidak ada dinosaurus? Apakah manusia yang telah memusnahkan mereka? Ribuan, mungkin ratusan ribu jenis reptil raksasa yang hidup di darat, laut dan beterbangan di udara telah punah, apakah manusia penyebabnya? Dengan apa manusia (saat itu) melakukannya? Tombak dan panah? Mungkinkah?
      Teknologi saat ini pun rasanya tak sanggup untuk memusnahkan mereka. Seekor T-Rex bisa menghancurkan sebuah rumah dan menghabisi penghuninya dalam sekejap. Seekor Pterodactyl (burung purba) bisa menangkap seorang manusia di jalan dan membawanya terbang ke sarangnya. Dinosaurus laut akan menelan setiap nelayan yang malang. Beruntung bahwa ikan paus yang ada saat ini bukanlah makhluk buas dan tidak pernah menyerang manusia, kecuali kalau diserang terlebih dahulu. Logikanya, justru manusialah yang terlebih dulu punah jika hidup berdampingan dengan dinosaurus. Apalagi jumlah dinosaurus lebih banyak dari manusia saat itu. Bahkan awalnya, Adam dan Hawa hanya berdua.
      Para pakar mengatakan bahwa dinosaurus punah karena adanya zaman es yang berlangsung selama ratusan tahun. Mereka mati kedinginan dan sebagian menjadi fosil beku. Dan manusia? Jika saat itu sudah ada, bagaimana mereka bisa bertahan hidup melewati zaman es selama ratusan tahun? Kulit manusia itu lebih tipis daripada reptil, bahkan lebih tipis daripada kertas. Digores sedikit saja langsung berdarah.
      Dan bagaimana mereka mencari makan pada masa itu? Semua tanaman dan hewan terkubur dalam lapisan es yang tebalnya puluhan meter. Bahkan laut-pun membeku.
      Itulah alasan saya, yang membuat saya yakin bahwa manusia tidak mungkin hidup berdampingan dengan dinosaurus.
      Tapi kalau anda bisa menjelaskan bahwa mungkin saja manusia hidup berdampingan dengan dinosaurus, silakan Sobat. Saya juga pingin tau kalau memang itu mungkin. :)

      • Yang anda maksudkan saya tidak percaya penemuan arkeolog dari tulisan yg mana? Justru saya mencoba menempatkan sesuatu pada tempatnya. Dan tidak mencampur adukkan hal yang masih berupa khayalan dengan keterangan resmi Arkeologis, maupun AlQur’an.

        Sebagai contoh, yang mengatakan adam meninggal di umur 930 tahun siapa? Ane nggak menemukannya di Alqur’an maupun hadits. Dan Nuh. Di Alqur’an disebutkan Allah mengutus Nuh dan tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun. Itu artinya adalah masa dakwah nabi Nuh (sebelum terjadi banjir). Dan umur berapa Nuh meninggal, Wallahu a’lam.

        Dan silsilah yang anda kasih itu bukanlah hasil penemuan arkeologis. Melainkan hanya pendapat para alim di masa lalu. Dan tentunya tidak ditunjang oleh bukti2 yang kuat menurut standar arkeologis. Silahkan di kroscek kalau tidak percaya.

        Mengenai Dinosaurus. Apakah Adam hidup sejaman dengan dinosaurus, khan ane bilang di atas, bisa iya, bisa juga tidak. Serahkan saja pada penemuan resmi arkeologis. Jangan memastikan hal yang kita belum ketahui. Boleh saja sih, tapi jangan mengatakan bahwa ini adalah bersumber dari Islam. Nanti kalau bertabrakan dengan bukti arkeologis, orang akan mengatakan, islam diralat. Lebih baik katakan saja “menurut pendapat saya dan, pendapat saya bisa saja salah”.

        Lagipula dinosaurus lenyap jauh sebelum terjadinya jaman es yang katanya baru terjadi sekitar 20.000 tahun lalu. Belum ada teori yang pasti mengenai lenyapnya dinosaurus. Sejauh ini hanya asumsi. Sedangkan manusia modern sudah hidup jutaan tahun yg lalu berdasarkan temuan arkeologis. Artinya, kita pernah melalui jaman sebelum jaman es.

        Dan jika anda bertanya bagaimana manusia hidup pada zaman es hanya dengan asumsi kulit yang lebih tipis? Dan tidak ada makanan? Ya silahkan di teliti saja caranya dari buku2 ilmiah. Yang jelas, kenyataannya manusia memang pernah melalui masa sulit itu. Dan we are always survived.

        Point saya adalah, sekali lagi, kita tidak tahu berapa sebenarnya rentang jarak antara Adam dan kita. Karena AlQur’an tidak menjelaskannya secara gamblang. Artinya, Islam terbuka untuk segala kemungkinan temuan arkeologis tentang setua apapun fosil manusia modern yang ditemukan.

        Dan jikalau ditemukan fosil manusia atau peradaban yang usianya diluar jangkauan akal kita, janganlah serta merta mengatakan bahwa itu adalah bukan manusialah, atau manusia sebelum Adam lah, alien lah, orc lah, goblin lah, dan sebagainya.

        Sebagai orang islam, kita harus meyakini bahwa manusia pertama adalah Adam. Tidak ada yang lain. Langsung diciptakan dari zat anorganik yaitu tanah, dan bukan hasil kloning mahluk manapun.

        Seandainyapun pernah ada mahluk cerdas lain di bumi ini sebelumnya, semua harus dikembalikan kepada bukti fosil. Sebab kalau hanya bukti sisa peradaban, kita masih tetap harus mengatakan bahwa itu karya manusia. Nenek moyang kita, yang mungkin tekhnologinya masih diluar pengetahuan kita.

        And the last, tentang dinosaurus dan Adam. Kita tidak pernah mengetahuinya apakah sejaman atau tidak. Bisa ya, bisa tidak. Serahkan saja pada bukti arkeologis. Dan kita juga tidak pernah tahu berapa ukuran tubuh Adam yang sebenarnya. Yang jelas, Allah tidak sembarang mengutus khalifah ke muka bumi sembarangan tanpa perhitungan.

  52. Assalamu’alaikum ..
    Saya setuju dgn apa yang saudara nando ketengahkan dalam artikel di atas .
    Tapi saya juga punya opini yg berdasar pada apa yang pernah sy dengar .
    Menurut sy manusia pertama adalah Nabi Adam as , dan apa yang menjadi bahan perbincangan saat ini , menurut logika saya , begini ;
    pada jaman nabi Musa as ada kisah yang diceritakan para sahabat ( sayang saya lupa , afwu minkum ) bahwa pada hari Sabtu yang pada waktu itu di istimewakan oleh Allah untuk umat nabi Musa as , ada seorang laki2 yang tetap saja melakukan aktivitasnya padahal sudah di larang oleh ibunya dan karena tidak menggubris nasihat ibunya maka dia dikutuk oleh sang ibu menjadi kera ( manusia kera ) dan Allah swt mengabulkan doa sang ibu dan jadilah dia manusia kera .
    Dan menurut logika saya fosil manusia yang seperti kera yang ditemukan oleh arkeolog akhir2 ini adalah manusia kera dari jaman nabi musa as , yang telah menikah dan beranak pinak .
    Demikian pendapat saya , wassalamualaikum .

  53. Dalam al qur’an menjelaskan bahwa manusia yang pertama d dunia hanya nabi ada kenapa kamu bisa berpendapat bahwa ada manusia sebelum nabi adam tolong jelaskan?

  54. SUDAH LAMA TEORI INI TERFIKIRKAN OLEH SAYA, DAN MENURUT SAYA TIDAK ADA YG NAMANYA MANUSIA PURBA TAPI MAKHLUK PURBA YG BENAR. KL MANUSIA ADALAH ORANG DAN ORANG YG PERTAMA ADALAH ADAM. BARU INI SY MENGETAHUI MAKHLUK SEBELUM NABI ADAM NAMANYA AL BASYAR.

  55. assalamu’alaikum wwb..
    dari dulu sampe sekarang penjelasan ttg penciptaan pertama membuat saya bingung dan saya belum mendapatkan penjelasan yg logis antara teori darwin sama teori agama saya yaitu islam.yg paling membuat saya bingung adalah bagai mana malaiakat bisa berkata seperti ini “..manusia hanya menumpahkan darah sesama dimuka bumi..” dan allah swt. berfirman “..aku lebih mengetahui lebih dr apa yg kamu ketahui..”
    singkat cerita berarti seakan2 para malaikat sudah pernah menyaksikan kehidupan manusia sebelum adam as.
    nah klu masalah al basyar atw yg anda bilang dg manusia purba yg hidup ratusan juta yg lalu itu APAKAH di akhirat mereka berada di dalam neraka atw sorga????? klu di sorga kayak nya menurut logika saya gak mungkin krn mereka hidup saling membunuh,menyembah zimat,benda atw sebagainya sdg kan manusia diwajib kan hanya utk menyembah allah swt. dan seandai nya pun sebagian mereka masuk sorga berarti pada saat kehidupan mereka sudah ada utusan allah berupa seorang nabi atw rasul donk???

    hehehe… saya cuma pengen pengetahuan kok sob,saya sangat tertarik ama posting nya dan postingnya juga sesuai dg kebingan saya.. mohon dikasih penjelasan ya sob???

    • Mereka tidak masuk surga atau neraka. Mereka bahkan tidak mengalami proses pengadilan di akhirat. Mengapa? Coba ente baca lagi postingan saya ya, Sob. Penjelasannya ada di sana. :)

  56. siapa yang dimaksud oleh malaikat tentang mahluk yang hanya membuat kerusakan di muka bumi????apakah manusia purba, dinosaurus, ataukah golongan Jin sebagai mahluk yang lebih dahulu diciptakan Allah Azza Wajalla

  57. setuju bangetttt, agan2 yang nolak mentah-mentah pendapat dan bukti dari artikel ini pasti juga gak mau kan dibilang keturunan monyet aka manusia kurang cerdas? Islam itu pada dasarnya mengajak kita untuk berpikir lebih jauh, gak cetek terima gitu aja dalil-dalil yang disampaikan, sehingga ketika kita tau alesannya yang lebih jauh kita makin percaya bener-bener dari hati dan akal pikiran yang sehat, gitu kakak-kakak :D

  58. Assalamu’alaikum…
    salam kenal………
    Seblumnya sya ucpkan terima kasih kepada pengelola situs ini, berkat beliau kita dapat berkumpul, berdiskusi, bersilahturahmi dan menambah pengetahuan
    saya kurang setuju dengan judul di atas (menurut sya) karna mungkin sudah cukup jelas dalam Al-Qur’an bg umat Islam bhw manusia (kaum laki2 dan kaum perempuan) yg pertama turun di bumi adalah Nabi Adam AS dan Hawa. Mungkin yg jadi prtnyaan skr dari mana minyak bumi, dinosaurus dll yng merupkn fosil/hasil dri jasad zman purba?
    ini jawbn sya maaf kl slh mohon dikoreksi
    seblm penciptaan manusia Allah SWT tlah mencptkan Nur Muhammad, langt, bumi dan setlh itu mnurunkn air dari langt utk khidupn di bumi adapun ‘mahluk2′ ciptaan-Nya di bumi seblm manusia turun ke bumi adalh tumbuh2n, hewan (hewn yg sya mksd dsni adlh dinosaurus, Tyrannosaurus, Velociraptor dll shingga kita dapt menemukan sebagian fosilnya sbg bukti akn kekuasaan Allah SWT) dan mahluk lainnya (selain manusia). Dan semua mahluk ciptaan-Nya yg di bumi wktu itu merupkn bgian dri pross terjdinya minyk bumi yg bisa kita nikmati skr. prlu diingt smua ciptaan Allah SWT tidak ada yg sia-sia dan wktu kita yg mendiami bumi brbeda dngn perhitungan-Nya
    wallahualam bissawab

  59. Setiap orang dilahirkan dgn karakter, keyakinan & latar belakang yg berbeda. Tapi krn sy muslim, menurut sy biarlah kita kembalikan kpd Allah SWT, hanya diri-Nya lah yg sudah pasti mengetahui mana yg bnr & mana yg salah…

  60. Makhluk yang menyerupai Manusia (mendekati), yang ada sebelum turunnya ADAM ke bumi merupakan makhluk purba yang hanya dilengkapi dg otak berukuran kecil, dan yang paling membedakan tidak disertakannya akal dan budi pekerti spt kita. Sesungguhnya mereka juga mermiliki RUH, hanya saja tidak memiliki jiwa ( diri ) utk diminta pertanggungan jawab.

  61. Ayat quran menyebut “wa ma khaqtu jinna wal insa illa liya3budun” seperti mana yg di ajar oleh baginda Nabi SAW bahawa nabi adam adalah abul basyar ( bapa manusia ) dan siti hawa sebagai ummu basyar ( ibu manusia ) bermakna nabi adam lah manusia pertama yg Tuhan jadikan, kemudian dari rusuk kiri Nabi adam dijadikan siti hawa , bermakna yg Tuan katakan adanya albasyar sebelum nabi Adam tu bagaimana? Kemungkinan itu adalah jin sebab jin mmg Tuhan jadikan lebih awal dari nabi Adam sebagai manusia pertama. Wallhua3lam

    • Yang saya maksud dengan Al Basyar itu adalah manusia purba, Tuan. Coba Tuan baca dulu artikel di atas. Di sana cukup panjang lebar koq penjelasan saya tentang Al Basyar. Setelah Tuan baca, nanti baru bisa kita lanjutkan diskusi kita. Ok? :)

  62. kang saya punya teori tentang bangsa dengan peradaban yang tinggi….. yang kata para ilmuan itu bangsa lemurian yang hidup sekitar 70000 tahun silam, ditambah tentang peradaban atlantis sekitar 11.600 tahun silam… itu kan bukti2 arkeolog.nya mulai ditemukan sekarang2,,,
    nah itu bagaimana yah pendapatnya?? sedang dikemukakan bahwa al basyar tu kan mahluk tidak berakal…??? mahluk berakal sendiri (adam) diciptakan sekitar 8000 tahun silam? juga teori ledakan supervolcano yang hampir memusnahkan umat manusia pada 74000 tahun silam?? semakin saya telusuri semakin bingung…. heee

    ini benar2 pelik, tapi sangat menarik untuk ditelusuri….

    mhon penerangannya,,, oh ya salam kenal semuanya yah….

  63. Bismillaahirrohmaanirrohiim
    Alloh Maha Mengetahui lagi Maha Luas Pengetahuan-Nya.

    Hak anda jika anda mau membandingkan Ilmu agama dengan Ilmu duniawi.

    Tetapi sekali lagi MAAF…Ilmu Agama islam sudah 100% sempurna diturunkan. Tak ditambahkan tak dikurangi. Jika anda berpikiran 100% ilmu islam itu untuk mengungkit hal2 yang mestinya kita imani, itu artinya tanpa perlu membicarakannya, mendebatkannya, etc lagi (tauhid).
    Ada batasan² ilmu yg mesti benar2 dikaji dan yang mesti kita tinggalkan. Jika dengan membuat postingan ini dan mencari titik temu, sama saja anda membuka perdebatan keyakinan (Iman & Tauhid). Iman itu bukan dibicarakan. Bacalah kitab Tauhid jika anda mau tahu dan paham apakah Iman itu.

    Dalam Islam tidak kenal dengan doktrin bos. Makanya anda terjerumus dengan hal² yg demikian. Anda tahu doktrin apaan? Makanya jelas anda selalu mencari hal² aneh yg notabene harus terjawab secara Ilmu agama maupun Ilmu dunuiawi. Tidak akan ada titik temu bos.

    Perdalam saja Ilmu Aqidah, Tauhid, Fiqh, jangan membahas persoalan yang MACAM…freemasonry, illmuniati, 666, barcode 13 angka syetan, alien, UFO dan blah bleh bloh persoalan yang menyita waktu untuk dicarikan jawaban model ente begini!!! Ini salah satu propaganda/trik/cara/metode/teknik kaum kafirun bos…mengecoh umat…haha.
    Asal tau saja, tanyakan pada diri sendiri…pikiran kita itu mau condong kemana, ke baik yang sudah ada tuntunannya atau ke hal aneh² yg mestinya harus kita tinggalkan???

    Semoga antum lebih mementingkan ilmu yg sudah ada tuntutannya, bukan membicarakan hal² yg demikian…GARILA dot cret bagi saya mah bos….heoieoheiheoiheoiheoie.

    Imani saja Nabi Adam As adalah Manusia pertama TITIK. Biarkan iman masing² bicara.

    Beben Koben si bloglang anu ganteng kalem tea.

    Allohu’alam bish-showab.

    • Sebaiknya kita tidak memberikan batasan antara ilmu agama dan ilmu duniawi. Semua kebenaran ilmu itu berasal dari Allah walaupun ditemukan dan digunakan pertama kali oleh orang kafir. :)
      Islam memang sudah sempurna. Tapi membahas dan mengupas aturan Islam tetap perlu dilakukan agar kita tidak salah dalam mengambil langkah, Sobat.
      Kita tidak perlu bersikap kaku dan menolak membahas tentang Islam seperti orang Jepang menolak pembahasan tentang Matahari sebagai dewa mereka. Padahal mereka tahu bahwa Matahari hanyalah sekumpulan gas halogen yang sangat mudah terbakar. :)
      Kita diberi otak agar selalu berfikir dan bertukar fikiran, Sobat.
      Dulu, semua orang menganggap bahwa bumi itu datar. Saat ada yang mengatakan bahwa bumi itu bulat, seluruh umat manusia menolak anggapan tersebut. Apakah anda juga menolak anggapan orang kafir bernama Colombus ini, Sobat?
      Umat Islam akan tetap hidup di zaman batu hingga sekarang, jika selalu menolak pengetahuan dan kebenaran yang disampaikan oleh orang-orang kafir. :)
      Umat Islam tidak diperbolehkan menggunakan mobil, pesawat terbang dan internet karena teknologi tersebut ditemukan oleh orang-orang kafir. Begitukah seharusnya Islam itu, Sobat? :)

  64. Assalamu’alaikum Wr. Wb. Sekilas info.
    Saya pernah mendengar langsung kisah dari seorang Ustad yang memiliki perpustakaan buku 2 arab gundul (bukua) yang mengatakan sebelum penciptaan Nabi Adam As, sudah ada 10.000 Adam (versi Nando al-Basyar) yang diciptakan kedunia yang rentang jarak penciptaan mereka berjarak 10.000 tahun. Namun hanya Adam As, Bapak Moyang Manusia yang bergelar Al-Insan. Nanti kalau saya ketemu Ustad tersebut saya berjanji akan menggali informasi yang lebih akurat.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

  65. al basyar manusia sebelum nabi adam…..judul tulisan mas nando…nabi adam adalah manusia pertama mas.tidak ada yg namanya manusia sebelum nabi adam….kalo makhluk banyak.batu..gunung..air..pohon..binatang..tanah.maaf knp mas nando selalu setia dgn pandangan mas nando sendiri bahwa al basyar adalah manusia sebelum nabi adam.seperti judul mas diatas..mas nando selalu mengelak bahwa nabi adam adalah manusia pertama didunia ini..mas nando selalu menjawab makhluk sebelum nabi adam jadi mohon dikoreksi judulnya mas nando manusia atau makhluk…mksh

    • Adam memang manusia pertama yang diciptakan Allah. Saya tidak menampik itu sama sekali.
      Mengenai judul, itu hanya judul, Mas. Sengaja saya bikin judul yang sedikit kontroversial supaya orang tertarik untuk membacanya. Isi postingannya tidak seperti itu, koq. :)

  66. setelah baca atikell dan coment2 nya,,ada ilmu baru yg sebelumnya belum saya tau,,pemahaman yg sederhana di benak dan hatiku adam adalh manusia pertama yg sempurna di muka bumi ini,,tp bukan mahluk pertama,,itu yg saya yakini smpy detik ini,mengenai mahluk sbelum adam itu saya tidak tau ,tp tidak ada slhnya kita mncari tau,,,moga suatu hari nanti terbuka tabir rhasia ini ,bukankah al,quran sendiri menyeru kepada kita untuk mencari ilmu stinggi2nya agar kita tau kebesaran allah dan smoga mnjadikan kita lebih bertakwa kepada allah swt amin ya rabbal alamin,

  67. SEMOGA TERCERAHKAN
    Drama kehidupan manusia berlangsung dan mulai diperdebatkan, adalah tentang siapa manusia pertama yang menghuni bumi ini?, beberapa peneliti berlomba-lomba mencari kebenaran ilmiah tentang hal ini, yang santer terdengar adalah datang dari para arkeolog. Tentu kita masih ingat tentang teori Darwinism yang mengatakan bahwa manusia berasal atau nenek moyang kita dari kera, seringkali disebut dengan teori evolusi yang begitu kontroversial dan mendapat penentangan keras dari para agamawan dunia. Sebenarnya ada aspek yang perlu kita pinjam dari pemikiran Darwinism ini, mungkin yang dimaksud oleh pemikirannya (Darwinsm), adalah manusia purba yang mendekati bentuk atau morfologisnya hampir serupa dengan manusia seperti homo sapiens, tidak keliru sebenarnya kalau coba kita tinjau menggunakan referensi Al-Qur’an, dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa manusia yang pertama diciptakan adalah Adam AS. Dalam QS. Al-Baqarah(2) : 30 Allah SWT berfirman, yang artinya : “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berkata kepada malaikat:Sesungguhnya Aku akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Malaikat berkata : mengapa Engkau menjadikan di muka bumi itu orang akan membuat kerusakan dan pertumpahan darah. Padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji dan mensucikan Engkau. Tuhan mengatakan : Sesungguhnya Aku lebih tahu segala sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya.”
    Maka, lantas kita perlu menelusuri pemahaman dari petikan dialog antara Allah dan malaikat tersebut, pertama : bagaimanakah malaikat tahu, bahwa makhluk yang akan diciptakan tersebut akan berbuat kerusakan dan pertumpahan darah, sedangkan sifat malaikat tidaklah mampu mendahului Ilmu Allah SWT? Ada pengecualian disini, kenapa malaikat bisa tahu bahwa makhluk yang bernama manusia akan bersifat demikian, jawabnya sudah ada perwujudan fisik yakni manusia purba (homo sapiens), yang mengilhami penilaian malaikat yang berdialog dengan Allah SWT ini. Apakah Adam AS adalah manusia purba, tentulah jawabnya bukan. Beberapa peneliti yang mendukung teori Darwinsm berpendapat bahwa DNA kita dengan kera 99 persen memiliki kemiripan sesuai dengan pengkodean DNA (dioxyribonukleat acid) GA (purin) dan CT (pirimidyn) struktur DNA secara fisik sangat memungkinkan untuk mirip, namun kera atau manusia purba tetap bukanlah manusia, karena secara definisi, manusia adalah makhluk yang memiliki bio, psiko, sosial dan spiritual, inilah yang membedakannya. Lalu pertanyaan kita berlanjut dalam benak kita, bagaimanakah prosesnya Adam AS sebagai manusia pertama diciptakan?, untuk menjawab pertanyaan ini saya akan kembali meminjam referensi yang bersifat metafisis, yakni Al-Qur’an, dalam Al-Qur’an surat Ali Imran (3) : 6 Allah SWT berfirman, yang artinya : “Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendakiNya, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Jika demikian semua makhluk yang bernama “manusia” proses penciptaannya berlangsung di dalam rahim, ini juga meruntuhkan persepsi kita yang mungkin selama ini berpikir bahwa Adam AS diciptakan disuatu tempat yang jauh dari bumi tempat kita tinggal sekarang seperti di suatu langit, atau sebuah tempat yang disebut sebagai surga. Bagaimanakah proses konsepsi itu berlangsung? sedangkan dalam pemahaman agama Adam itu tidak memiliki Ayah, dari mana sel spermatozoid-nya?, karena dibutuhkan dua sel yakni sel sperma dan ovum sehingga terjadi proses konsepsi, jawabnya adalah seperti pemaparan saya diatas tentang unsur tanah dalam diri manusia, tanah memiliki berbagai jenis unsur yang terkandung di dalamnya, secara kompleks unsur itu juga terdapat dalam tubuh manusia meliputi kalsium, karbon, zat besi, protein dan asam amino, melewati proses yang panjang dan kompleks zat-zat yang dibutuhkan untuk menjadi sel spermatozoid adalah dengan seleksi alamiah, disinilah kita patut takjub melihat betapa besarnya kuasa Sang Maha Pencipta, kenapa demikian, karena zat-zat tertentu dari dalam tanah diserap oleh tanaman tertentu yang kemudian tanaman itu menghasilkan buah atau daun yang bisa dikonsumsi oleh manusia purba pada waktu itu yang kemudian dari saripati itulah muncul sel sperma, yang bertemu dalam rahim seorang manusia purba dan terjadilah proses penciptaan Adam AS. Apakah ini penentangan bagi pemahaman agama? Jawabnya tentulah tidak, kenapa demikian dalam sebuah ayat dalam Al-Qur’an Allah menerangkan bahwa penciptaan Adam AS itu sama seperti penciptaan Isa AS, termaktub dalam Al-Qur’an surah Ali Imran (3) : 59 yang artinya “Sesungguhnya masalah penciptaan ‘Isa di sisi Allah itu seperti penciptaan Adam. Aku ciptakan dia dari tanah, kemudian dikatakan kepadanya kun fa yakuun”. Secara logika imajinasi, banyak daripada kita berpikir bahwa Allah SWT menciptakan kita dari tanah kemudian membuatnya seperti patung lalu ditiupkan ruh, inilah yang keliru, maksud dari tanah itu adalah unsur-unsur yang seperti saya jelaskan di atas, sebagai logika bahwa penciptaan Isa AS sama dengan Adam AS, berarti Isa AS dan Adam AS sama-sama dijadikan di dalam rahim, bukan di luar rahim, apakah mungkin tanpa perkawinan terjadi proses konsepsi? Mungkin sekali, kenapa tidak? Dalam istilah kedokteran, peristiwa ini disebut dengan istilah Parthenogenesis, memang kejadian ini sangatlah langka namun tetap pernah terjadi sejarah mencatat dalam peradaban dunia hal ini pernah terjadi dan di akui oleh kalangan ilmuwan dengan pendekatan mutasi genetika yang mungkin saja terjadi ketika pembentukan Adam AS di zaman itu, seperti adanya radiasi kosmik yang diperkirakan sangat tinggi, hal inilah yang juga membuat sifat dan fisik dari Adam AS berbeda dengan “ibunya”. Kembali lagi kesemuanya itu melewati proses seleksi alam yang kompleks dan sangat canggih sehingga perlu sejenak kita merenung inilah bukti adanya Sang Maha Pencipta Alam Semesta dan segala isinya.
    Sebagai kesimpulannya diterangkan dalam Q.S. Al-Mukminun : 12-14 yang artinya :”Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dari saripati tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani pada tempat yang kukuh dan terpelihara. Kemudian Kami menjadikannya air mani itu segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang-tulang. Maka kami liputi tulang-tulang itu dengan daging, kemudian Kami menjadikannya satu bentuk yang lain. Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta”.

    Al Faqir,

  68. menurut kata-kata terakhir : nabi adam bukan manusia pertama
    dalam al-qur’an kan sudah jelas disebut adam manusia pertama yang akan tinggal di bumi
    jadi mana yang bener ?

  69. kata terakhir disebut NABI ADAM BUKAN MANUSIA PERTAMA
    dalam al-qur’an jelas disebut adam manusia pertama yang akan tinggal di bumi
    YANG BENER YG MANA YA ?
    ITU BUKU ATAU AL-QUR’AN

  70. Assalamu alaikum.

    Numpang komen,artikel tentang(albasyar,manusia sebelum nabi adam as),sangat menarik sekali buat nambah wawasan saya.Saya setuju nabi adam as manusia pertama di bumi dan bukan makhluk pertama.Makhluk pertama adalah bangsa jin golongan ketiga, Al-Jan.yg berbalut daging dan darah.Sedangkan makhluk yg ditemukan oleh para arkeologi adalah makhluk purba bangsa jin al-jan,bukan manusia purba yg selama ini kita telah disesatkan oleh sejarah yg notabene orang-orang kafir yg menjerumuskan umat muslim menuju ke kemusrik kan.

    Terima kasih mas Nando atas postingnya.
    Maaf,Kalau ada yg salah mohon diluruskan.

    Wassalamu ‘alaikum.

  71. Aseeek tambah rame ja forumnya….. ikutan mas bro….

    Komentar yang variatif,,,
    Ada yang mencerahkan ada yang menyesatkan. Sudah saatnya umat islam bangkit saudaraku.Tidak lagi terhasut dan dicuci otak kaum Yahudi. Panduan kita Al Quran dan hadist. Namun kita juga mencari bukti masa lalu untuk meyakinkan umat kedepannya. Semakin kedepan manusia berfikir secara logika. Tidak seperti dulu. contohnya masalah (Pamali GAk elok)… Ilmu pengetahuan dan sejarah sudah tertera di Al Quran tinggal kita manusia yang berakal berfikir mencari dan menggali kejadian apapun di masa lalu. Untuk lebih memahami, bercermin dan mendekatkan kita Pada Allah SWT. Dan untuk meluruskan yang jadi perdebatan dan perseteruan. Islam menganjurkan hindari perdebatan. Lewat bukti yang kuat dan di dasari dari Al Quran dan penelitian jauh lebih baik untuk memperkecil perdebatan… Saya percaya Nabi Adam manusia pertama sesuai yg di cantumkan tadi dari komentar yang bermanfaat buat kita. Nabi Adam itu pendatang di bumi. Karena kesalahannya terhasut iblis. Nabi Adam di turunkan ke dunia. Untuk makhluk sebelum Nabi Adam jelas ada kita sudah tau dari fosil tertua dan termuda. Hanya penamaan mungkin yang berbeda karna penemu bukan dari muslim… Mungkin kalo penemunya muslim namanya (al basyar) bukan Homo atau Pithekantropus. Dan seiring waktu teknologi membantu menguak semua misteri yang terjadi sekarang tugas kita terus belajar dan mencari dan menelaah yang terjadi seiring waktu banyak hal yg terbukti dan sesuai Al Quran. Misalkan fakta bulan pernah terbelah…. Jika ada hewan serupa manusia mungkin itu musnah karena letusan Supervulcano Toba 73.000-75.000th yg lalu…mas bro… nich cuma perkiraan… Yaa kita sama sama belajar dan sharing… Bukan untuk merasa jadi guru atau mengurui…. :)

    http://www.volcanodiscovery.com/volcanoes/indonesia/sumatra/toba/

    Yang membuat bumi membeku dan membunuh kehidupan. Menurut perkiraan Nabi Adam Turun Kebumi 7000-10000th yg lalu. Mungkim kita sudah mendengar penemuan bahtera Nabi Nuh. yg di perkirakan 4800th lalu. Semoga saling berturkar ilmu fikiran membuat lebih baik. Bukan menjadikan hal yang keruh…

  72. Saya pernah melihat bahasan tentang dinosaurus di TV. Katanya dinosaurus yang menurut orang zaman sekarang tinggi-tinggi, tetapi bila dibandingkan dengan tinggi manusian zaman dahulu, dinosaurus yang paling tinggi itu tingginya tidak lebih dari sebahu manusia zaman dulu. Jadi bisa saja di zaman Nabi Adam ada dinosaurus.
    Kalau menutur saya, manusia sebelum Nabi adam itu tidak ada, tapi kalau makhluk sebelum Nabi Adam sudah pasti ada.
    Entahlah…semua postingan tentang manusia purba selalu membuatku pusing karena tidak ada jawaban yang detail menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits, semuanya cuma menduga-duga, dan semuanya menyakini kebenaran mereka masing-masing.

  73. Assalamu Alaikum.., Salam kenal Mas Nando

    Saya sangat tertarik dengan isi blog ini, sangat menarik dan bertahan dengan komentarnya sampai saat ini.
    saya sudah berkali kali membaca blog ini dari tahun 2011 dengan koment2nya yang menarik, saya ingin mengomentari pendapat dari Mas Phantom dan saudara Norhaliansyah.

    saya berpendapat bahwa komentar dari mas Phantom di nomer ke 3 dan saudara Norhaliansyah di atas seolah olah mengatakan bahwa manusia seperti kita yang pertama itu bukan nabi Adam As, tetapi seseorang yang berkelamin Wanita.
    ini menggelitik fikiran saya, sebagai Muslim yang dari awal belajar agama, dikatakan nabi Adam As lah yag merupakan Manusia seperti kita ini yang pertama di Bumi ini.

    Namun dengan dalil alqur’an yang di kemukakan diatas cukup dapat di fahami, dan selama itu saya coba mencari tau dan belajar untuk mentafsirkan sebenarnya dari ayat itu.

    yang sudah kita ketahui bersama, ayat yang di gunakan sebagai dalil yang menguatkan pendapatnya adalah, surat Annisa ayat 1, “…….Kholaqo lakum min nafsin wahidatin wakholaqo min ha Zauja ha …………”

    Bila kita coba tafsirkan ayat tersebut, sebenarnya kita tidak bisa memastikan sebenarnya kata “Nafsin Wahidatin” itu berjenis kelamin laki laki atau perempuan, walaupun memang setelahnya ada kata “Wakholaqo min HA Zauja HA” yang bila di artikan kata “HA itu kata ganti wanita tunggal.

    tapi mari kita sama belajar mengenai kosa kata bahasa arab dalam ilmu Nahwu maupun Shorof.
    Kata Nafsin (Nafsun) berlafadz mudzakkar (laki2) namun bersifat Muannats (wanita) maka akan di teruskan dengan kata “Wahidatin” (dengan Tha Marbuthoh) yang bersifat muannats juga, karena bersifat muannats maka dlomirnya yang sesuai adalah “HA” (kholaqo min ha Zauja ha).

    tetapi kita seharusnya tidak lantas mengartikan kata “Nafsun Wahidatin” itu berarti Wanita, mari kita ceck kosa kata bahasa arab ini.

    kata “Yaa Ayyatuhan nafsun Muthmainnatun” walaupun setelah kata “Nafsun” lalu diteruskan kata “muthmainnatun” tidak berarti Nafsun itu berjenis kelamin Wanita,
    Kata “Malaaikatun” (Malaikat) juga bersifat Muannats, tetapi apakah dia berjenis kelamin Wanita (bisa anda artikan sendiri).
    atau Kata “Madrosatu” (sekolah/Madrasah) juga bersifat Muannats, dan lain sebagainya.

    Dari bebrapa Contoh diatas kita tidak bisa mentafsirkan kata ” Nafsun Wahidatin” itu berjenis kelamin Wanita atau Laki laki, karena masih bersifat umum, bagaimana kita menafsirkannya, kita harus kembali dengan tuntunan Agama kita, bila kita mendapati perkara yang masih belum jelas kita harus mengembalikannya (menafsirkannya) dengan Al Qur’an dan Al Hadits, atau dengan kata lain mari kita tafsirkan ayat tersebut dengan ayat Al Qur’anvyang lainnya dan hadits Nabi SAW.

    Ada banyak dalil alqur’an yang mengatakan bahwa Nabi Adam itu Manusia (seperti kita ini) yang pertama di bumi ini, seperti kata ” Yaa Banii Adam…..” bahwa kita ini adalah keturunan dari Nabi Adam AS, (mohon maaf saya belum begitu hafal ayat2 alqur’an di karenakan keterbatasan ilmu saya.
    dan dari hadits Nabi SAW sudah pasti lebih banyak lagi. (mohon maaf saya tidak bisa menyebut salah satunya, juga keterbatasan ilmu saya, dan takut koment saya terlalu panjang) anda bisa dapatkan dari buku agama, ataupun gogling di berbagai website.

    jadi jelaslah bahwa kata ” Nafsun Wahidatin” itu adalah Nabi Adam As, seperti penjelasan saya diatas.

    Namun saya juga mempercayai pendapat mas Phantom yang lainnya di No 2, bahwa kita ini bukan makhluk terpintar yang pertama yang pernah mengelola bumi (bukan makhluk metafisika seperti jin dan Malaikat), sebagai mana dijelaskan panjang lebar oleh koment mas phantom di atas, jadi saya tidak perlu mengulanginya lagi.

    saya juga berpendapat bahwa selain manusia di bumi ini mungkin juga ada makhluk lain seperti kita (entah bagaimana bentuknya dan bukan makhluk metafisika seperti jin dan malaikat) ada di luar sana, betapa tidak.., Allah SWT dengan kebesarannya menciptakan alam semesta ini begitu luasnya, sebagaimana para ahli berpendapat bahwa alam semesta ini dihuni oleh Milyaran Galaxi, dan setiap Galaxi mempunyai Milyaran Bintang, dan setiap bintang mempunyai puluhan bahkan ratusan planet (kita tidak mengetahuinya secara pasti) bahkan bila bumi kita ini dibandingkan, bagaikan sebutir pasir yang sangat kecil di padang gurun (Maha besar Allah), apakah semua itu hanyalah sebagai hiasan kita sebagai umat manusia di bumi ini, sungguh terlalu berlebihan bila kita menganggap demikian.
    Namun kita juga harus menyadarinya bahwa kemampuan kita dibatasi oleh Allah SWT, sehingga kita tidak mampu menjangkau kesana, begitupun makhluk lain disana seperti kita juga di batasi kemampuannya. (hanya Allah yang tahu).
    jadi saya juga tidak percaya adanya Alien yang datang ke Bumi, Hehehehehe….., saya kira cerita itu hanyalah dongeng film holiwood saja.

    Semoga apa yang saya kemukakan menjadi wawasan bersama, mungkin pendapat saya ini belum sepenuhnya benar, karena keterbatasan Ilmu saya, karena kebenaran seutuhnya milik Allah SWT.
    Wallahu A’ lam Bishshowaab

    Wassalam
    Ngayarana

  74. Adakah mahluk cerdas di dunia ini sebelum Adam AS diciptakan? Tentu saja, karena sebelum menciptakan Adam AS yang kita percayai sebagai manusia pertama, Allah SWT telah terlebih dahulu menciptakan Malaikat, dan Jin, yang keduanya memiliki kemampuan berpikir, dan tingkat intelegensia tinggi. Adapun pertanyaan yang sulit terjawab adalah, adakah mahluk cerdas serupa manusia yang pernah Allah SWT ciptakan sebelum Adam AS?

    Pertanyaan ini muncul kala kita meninjau surat Al Baqarah ayat 30 (QS 02:30) dimana di dalamnya termuat kisah mengenai dialog antara malaikat dan Allah SWT, yang menyiratkan kekhawatiran malaikat akan sifat manusia terkait penugasannya sebagai khalifah di muka Bumi.
    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS 02:30)
    Adapun ungkapan yang terlontar dari malaikat tersebut menyiratkan seolah malaikat bisa menebak bagaimana sifat-sifat dari mahluk yang akan Allah ciptakan dan jadikan khalifah ini, sementara saat dialog berlangsung pengukuhan status khalifah dari manusia ini sudah dicanangkan, tapi belum dilaksanakan. Adapun manusianya sendiri (Adam AS) belum (atau baru saja) Allah ciptakan, sehingga cukup membingungkan bagaimana malaikat bisa dan berani menebak sifat dari mahluk baru ciptaan Allah ini. Apakah malaikat memiliki kemampuan meramal, atau mereka sekedar melakukan stereotyping?

    Dalam menjawab pertanyaan ini, maka tafsir Al Misbah tulisan Quraish Shihab bisa memberikan petunjuk yang menarik, khususnya dalam penafsiran surat Al Baqarah ayat 30 (QS 02:30) tersebut, sebagai berikut:
    “Sesungguhnya Aku akan menciptakan khalifah di dunia” demikian penyampaian Allah SWT. Penyampaian ini bisa jadi setelah proses penciptaan alam raya dan kesiapannya untuk dihuni manusia pertama (Adam) dengan nyaman. Mendengar rencana tersebut, para Malaikat bertanya tentang makna penciptaan tersebut. Mereka menduga bahwa kahlifah ini akan merusak dan menumpahkan darah. Dugaan itu mungkin berdasarkan pengalaman mereka sebelum terciptanya manusia, dimana ada mahluk yang berlaku demikian, atau bisa juga berdasar asumsi bahwa karena yang akan ditugaskan menjadi khalifah bukan malaikat, pasti mahluk itu berbeda dengan mereka yang selalu bertasbih menyucikan Allah SWT.
    Namun demikian Quraish Shihab juga mengutarakan bahwa mungkin saja malaikat berlaku demikian berdasar poses penalaran sebagai berikut:
    Pertanyaan mereka itu juga bisa lahir dari penamaan Allah terhadap mahluk yang akan dicipta itu dengan “khalifah”. Kata ini mengesankan makna pelerai perselisihan dan penegak hukum sehingga dengan demikian pasti ada diantara mereka yang berselisih dan menumpahkan darah. Bisa jadi demikian dugaan malaikat sehingga muncul pertanyaan mereka.
    Adapun kemungkinan telah adanya mahluk cerdas di Bumi sebelum Adam AS, disiratkan dari pemberian istilah “khalifah” itu sendiri:
    Perlu dicatat bahwa kata “khalifah” pada mulanya berarti “yang menggantikan” atau “yang datang sesudah siapa yang datang sebelumnya”. Atas dasar ini, ada yang memahami kata khalifah di sini dalam arti yang menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya dan menerapkan ketetapan2-Nya, tetapi bukan karena Allah tidak mampu atau menjadikan manusia berkedudukan sebagai Tuhan, namun karena Allah bermaksud menguji manusia dan memberinya penghormatan. Ada lagi yang memahaminya dalam arti yang menggantikan mahluk lain dalam menghuni bumi ini.
    Jadi jika mengacu pada tafsir dari Quraish Shihab tersebut, maka surat Al Baqarah ayat 30 ini bisa jadi memang menyiratkan kemungkinan pernah adanya mahluk ciptaan Allah yang malaikat ketahui memiliki kebiasaan menumpahkan darah dan membuat kerusakan; dengan wujud yang mirip Adam AS sehingga memungkinkan malaikat untuk langsung melakukan asosiasi dan stereotyping; dan dengan tanggung-jawab yang setara (khalifah), di tempat dan waktu lain, sehingga malaikat merasa wajar untuk menyandingkannya dengan Adam AS.

    Berdasarkan penelaahan akar kata “khalifah” itu sendiri tersirat makna bahwa mahluk mirip Adam AS ini memiliki kapasitas untuk memimpin, melerai perselisihan dan menegakkan hukum; yang semuanya adalah karakter dari mahluk cerdas.

    Kemudian berangkat dari asal kata “khalifah” sebagai pengganti dari mahluk lain yang menghuni Bumi, menyiratkan arti bahwa sebelum Adam AS turun ke Bumi, Bumi telah memiliki penghuni, namun apakah penghuninya ini mahluk cerdas, atau mahluk serupa manusia tidak dijelaskan di ayat ini.

    Adapun mengenai pendapat bahwa kemungkinan Malaikat berujar demikian karena mereka memiliki kemampuan melihat ke masa depan, dan memiliki akses ke kitab Lauh Mahfuzh, tidak disinggung sama sekali dalam tafsir ini, sehingga muncul suatu indikasi bahwa memang Malaikat tidak memiliki kemampuan sedemikian.

    Jadi apakah betul ada mahluk cerdas serupa manusia, sebelum Adam AS diciptakan? Menurut penafsiran Quraish Shihab atas ayat ini kemungkinan besar iya.

    Referensi:
    01. M. Quraish Shihab, Tafsir Al Misbah, Buku 1, hal 172-173

    • Maaf, Kang Masroer. Saya kurang setuju jika dikatakan bahwa malaikat dan jin memiliki kecerdasan yang setara dengan manusia. Karena jika memang demikian, maka Allah tidak akan memerintahkan mereka untuk sujud hormat kepada Nabi Adam. Terutama malaikat, setiap tindakan yang mereka lakukan adalah berdasarkan perintah langsung dari Allah. Karenanya mereka tidak membutuhkan kecerdasan yang cukup tinggi. Sedangkan manusia itu dipersiapkan Allah untuk mengelola bumi dan memimpin makhluk lain yang ada di dalamnya. Dengan kata lain menjadi khalifah. Sebagai khalifah, manusia tentunya diharapkan mampu berinisiatif tanpa diperintah, berinovasi dan membuat keputusan penting. Karenanya manusia membutuhkan kecerdasan yang tinggi. Malaikat tidak diciptakan untuk memimpin apapun. Mereka diciptakan untuk menerima perintah. Saya kira demikian. :)

  75. Assalamu’alaikum.. bung nando

    Tulisan yg menarik, mungkin saya bisa sedikit menaruh kritik dan kita bisa saling bertukar pikiran. Barangkali saya juga masih cetek ilmu agamanya, perlu pencerahan, dan perluas wawasan. Saya bukan anak santri, ulama, ahli tafsir, dan bahkan saya kurang ahli dlm diskusi. Jadi saya akn coba sampaikan apa yg saya pahami sebisa saya.

    Saya gak sengaja nemu buku judulnya “Pengantar Studi Islam” oleh Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, MA
    Di dlm buku itu trdpt penjelasan mngenai Al-basyar, buku itu menjelaskan bahwa Al-basyar itu merujuk pada “manusia sebagai makhluk biologis”. Kita lihat dibeberapa ayat,
    kasus Maryam melahirkan:
    “Bagaimana mungkin aku mempunyai anak, padahal aku tidak disentuh al-basyar?” (QS. Ali ‘Imran: 47)

    Dalam surah Al-kahfi ayat 110 juga ada:
    di kisahkan Nabi Muhammad SAW. Pernah diperintahkan untuk mengaku dan menegaskan bahwa dirinya adalah seperti manusia pada umumnya—(basyarun mitslukun=manusia seperti kalian)—yang diberi wahyu.

    Ada lagi di surah Yusuf ayat 31:
    dikisahkan ketika wanita-wanita Mesir mengagumi ketampanan Nabi Yusuf, mereka berkata:
    “… ini buka basyar, melainkan malaikat yg mulia.”

    Menurut Ali Syari’ati, kata al-basyar itu sendiri adalah manusia tapi esensi kemanusiaanya tidak nampak.
    Jadi kalo dikatakan al-basyar itu “bukan manusia” ini sama sekali Tidak tepat! Ini hanya masalah peristilahan untuk pengertian manusia, dlm Al-qur’an itu ada al-basyar, al-insan, dan al-nas yg ketiga-tiganya sama-sama merujuk pada manusia Adam dan keturunanya dibumi, hanya pengertianya saja yg berbeda.
    Semoga ini bisa diterima.

    Sekarang permasalahanya tinggal, adakah manusia atau umat lain yg diutus Allah swt. sebelum Nabi Adam dibumi?
    Saya setuju Nabi Adam itu turun dibumi masih dalam sekala waktu ribuan tahun yg lalu, bukan jutaan, bahkan ada yg ngomong milyaran. Tapi bukti arkeologis menyatakan bahwa kemungkinan ada peradaban maju ratusan ribu atau bahkan juataan tahun lalu dibumi ini. Sampai sekarang saya belum menemukan sumber-sumber shahih mengenai hal ini, kemungkinan bisa Jin atau makhluk lain, barangkali ayat ini bisa menjadi rujukan:
    “Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)” (QS. Ali ‘Imran: 33)
    Disini terdapat indikasa kemungkinan adanya umat lain yg diutus sebagai khalifah dibumi sebelum dan selain Nabi Adam. Wallahua’lam.
    —-
    Sebagai tambahan, ada beberapa hal yg mengganjal.. tentang manusia purba, Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam, iblis yg menghasut Adam dan Hawa di surga, dan Adam dilahirkan. Saya akan mencoba menyampaikan pendapat saya.

    Untuk manusia purba, saya berpendapat bahwa itu adalah sejenis hewan sebangsa kera, didasarkan bahwa jenis species yg ada sebelum manusia, lebih bervariasi dibandingkan setelah manusia ada, bahkan ada yg mengatakan semua jenis species yg kita lihat sekarang hanya 1% dari semua jenis species yg pernah ada dimasa lalu.

    Untuk Hawa yg diciptakan dari tulang rusuk adam, saya copas komentar dari seseorang di facebook mungkin ini bisa menjadi bahan pertimbangan:
    ‘’Apakah Adam dan Hawa mempunyai pusar? Jika mereka mempunyai pusar, maka mereka lahir dari rahim Ibu? Siapakah orang tua mereka? Dan siapakah manusia pertama?
    Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang tentu proses penciptaanya berbeda dengan kita, manusia keturunanya. Sebagai Muslim patutnya kita mengimani sebagaimana yang telah tertulis jelas dalam Al-qur’an tentang proses penciptaan Adam, bahwa Adam tercipta dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Allah menyempurnakan kejadianya dan meniupkan ruh kedalamnya. (baca lengkap surat Al-Hijr).
    Allah menciptakan Adam dengan bentuk yang sempurna, memiliki mata, telinga, mulut, hidung, tangan, kaki, pusar, dll. Bagaimana dengan penciptaan Hawa?
    Sebagian besar dari kita percaya bahwa Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Tidak ada penjelasan sama sekali dalam Al-qur’an tentang terciptanya Hawa dari tulang rusuk Adam, tapi dalam surat An-Nisa ayat 1 mengindikasikan bahwa Hawa tercipta dari bagian diri Adam. Dan juga dalam Hadits ataupun Bible terdapat penjelasan tentang terciptanya Hawa dari tulang rusuk Adam. Mungkin dapat di benarkan bahwa memang Hawa tercipta dari tulang rusuk Adam. Wallaua’lam..
    Tentang pertanyaan yang cukup kritis ”jika wanita tercipta dari tulang rusuk laki-laki tepatnya sebelah kiri, kenapa laki-laki masih memiliki tulang rusuk yang jumlahnya sama kanan-kiri tanpa ada satu tulangpun yang hilang?” (hasil rotgen) adapun penjelasan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk laki-laki adalah bersumber dari hadits, dalam mengkaji atau menafsirkan hadits juga Al-qur’an setidaknya kita tidak melakukannya dengan metode pendekatan ilmiah atau sains, melainkan dengan pendekatan psikologi, sosial, atau spiritual. Pada dasarnya memang wanita itu diciptakan Allah dari tulang rusuk laki-laki dan itu pada awal proses penciptaan manusia Adam dan Hawa, yang tentunya proses penciptaan mereka berbeda dengan kita manusia keturunanya, yaitu melalui proses bertahap seperti yang telah di jelaskan dalam surat Al-Mukminun ayat 12-14.
    Adam dan Hawa adalah manusia yang sempurna termasuk kita keturunanya, perbedaan proses penciptaan tidak berarti bentuknya juga berbeda. Jadi Adam dan Hawa jelas memiliki pusar, telinga, hidung, mata mulut, tangan, dll sama seperti kita.’’

    Untuk Iblis yg menghasut Adam dan Hawa saya punya link reverensi yg mungkin dpt menjadi bahan pertimbangan: http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/iblis-yang-terusir-dari-surga-karena-tidak-sujud-ke-adam-kenapa-masih-bisa-menggoda-adam-dan-hawa-di-surga.htm#.U7yvOEDjO_I

    Terakhir mengenai pernyataan Adam dilahirkan: http://www.eramuslim.com/alquran/ternyata-adam-dilahirkan.htm#.U7yv8EDjO_I

  76. Sekalian nyinggung post sebelah tentang Alien. agak panjang, sebenarnya materi ini pernah saya muat dicatatan facebook, tapi karena saya sudah gak pernah lagi main facebook catatan itu hilang. Kebetulan saya nemu artikel cukup menarik, jadi saya tulis saja disini.

    Saya memang sedikit gusar dengan orang-orang Muslim sendiri yg seenak udel dan seenak dengkul mencoba mengkait-kaitkan ajaran-ajaran agama dgn teori-teori ilmiah, dgn dalih bahwa Al-qur’an sesuai dengan kemajuan zaman dan cocok dengan ilmu pengetahuan modern. Memang ayat-ayat Al-qur’an itu kaya akan makna filosofis dan metaforis, namun salah jika kita bebas sejauh itu menginterpretasikannya bermaksud agar sesuai dengan pemahaman logis pribadi. Missal ada yg sampai beranggapan bahwa akhirat itu tidak kekal, adam dilahirkan, tidak ada azab kubur, surga ada diplanet. naudzubillah.. jika seperti ini caranya kita tidak akan mendapat kebenaran apapun, yg ada kita malah menghilangkan esensi murninya dari maksud sesungguhnya. Yang seperti ini, tidak jauh berbeda dgn kaum Atheis mereka berprinsip pada materialism dlm kajianya terhadap realitas dunia. Terpaksa jika kita menuntut bukti logis atas doktrin-doktrin agama Tuhan-pun harus kita rasionalkan pula, padahal fisika sendiri menolak sosok supranatural sbg causa prima, menurutnya bahwa alam semesta ini dapat tercipta secara mandiri dari ketiadaan, tanpa campur tangan Tuhan.

    Selama dua bulan, saya sedikit terobsesi dgn kajian fisika teoritis, baik relativitas umum, mekanika kuantum, dan string theory. Saya sedikit mempelajari bagaimana konsep dan kerangka berpikinya.
    Missal untuk big bang sebenarnya kita makhluk hidup hanyalah produk gagal akibat dari kerusakan simetri dlm singularitas. Proses acak penuh dgn probabiliats.. hanya kebetulan saja kita eksis dibumi.

    Saya jelaskan sedikit, kerusakan simetri itu adalah saat terlepasnya 4 forsa fundamental akibat turunya temperature alam semesta karena mengembang(big bang) dengan ini quark, proton, electron, dapat terbentuk secara otomatis berkabung menjadi atom. Atom-atom berkabung membentuk senyawa-senyawa kimia, bergabung menjadi bintang, saat bintang meledak produk sampinganya dapat membentuk planet dan beberapa senyawa dapat menjadi bahan baku kehidupan. Disni teori Abiogenesis dan evolusi berperan untuk menjelaskan kehidupan.
    Kita tidak perlu adanya campur tangan Tuhan disini!
    Justru! yg ngomong “dialam semesta ini terdapat milyaran bintang, galaksi, dan trilyunan planet, terlalu sombong sekali jika kita hanya mengakui kehidupan itu hanya ada dibumi”
    Ini malah membenarkan bahwa kehidupan itu hanya muncul secara kebetulan, melalui proses fisika, kimia, dan tanpa campur tangan Tuhan.

    Saya tahu Allah swt. itu maha berkehendak dengan maha keberkehendakanya ini kita dapat berpekulasi banyak hal, missal kita bisa saja berkata mungkin Allah pernah menyamar jadi manusia, mungkin Allah mengubah jalan sekenario takdir kita, bahkan kita bisa saja mengatakan Allah adalah saya. Naudzubillah.
    Saya membuka pikiran bahwa Islam bisa bersaing dgn dunia modern, tapi kita harus punya pendirian.
    Saya meyakini dalam Al-qur’an itu terdapat kebenaran fundamental dan hakiki. Disaat orang-orang barat kehilangan esensi spiritualitasnya menolak hal-hal metafisik, sangat disayangkan beberapa Muslim yg mengaku dirinya ilmuan malah ikut-ikutan menolak hal-hal metafisik atau berusaha keras merasionalkanya.

    Saya pernah mendengar cerita tentang seorang guru besar fisika di UGM dgn Mahasiswa jeniusnya, mereka menemukan bahwa ternyata terdapat gaps fundamental dari rumus atau persamaan fisika selama ini, mereka menciptakan sebuah prinsip dan kerangka rumus yg mungkin bisa menghapus berbagai anomaly dlm fisika kuantum seperti quantum entanglement, ketidak pastian Heisenberg dan anomali-anomali lainnya, bahkan penjelasan fisikawan mengenai detail proses big bang dan evolusi itu bisa saja salah. Jika prinsip ini benar kita akan sampai pada revolusi ilmu pengetahuan baru. Fisika yg sekarang menganggap telekinesis, telepathy, dan beberapa kemampuan supranatural lain adalah hal yg absurd, kemungkianan kajian metafisik dan material nanti dapat disejajarkan.

    Coba saya singgung tentang Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad, saya percaya bahwa Buraq itu hewan karena mayoritas ulama membenarkan hal ini dan dalam hadits shahih riwayat Al-Imam Muslim rahimahullah dlm kitab sahihnya (hadits no. 162):
    Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Didatangkan kepadaku Buraq (dia adalah seekor binatang yg bewarna putih, panjang, ukuranya lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada baghl(peranakan kuda dgn keledai), hewan ini mampu melangkahkan kakinya sejauh mata memmandang). Akupun menungganginya sampai tiba di Baitul Maqdis, kemudian aku tambatkan hewan tersebut disebuah tali (yg terdapat di pintu masjid Baitul Maqdis).”

    Dalam isra’ Nabi Muhammad diperjalankan oleh Allah dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa. Jarak antara mekah dan Jerusalem itu sekitar 1300km ,jika kita tempuh dgn kendaraan missal berkecepatan 200km/jam itu lama waktunya 6,5 jam. Jadi sangat mungkin Nabi Muhammad itu memakai kendaraan berupa hewan. Dan barangkali selama ini kita disesatkan dgn istilah kilat kita mendeskripsikan kilat disni adalah kecepatan cahaya. Padahal tidak ada riwayat shahih sama sekali bahwa Isra’nya nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsa ini secepat cahaya atau hanya sekejap mata.

    Dan untuk Mi’raj Nabi Muhammad itu di naikan ke langit sampai ke sidratul muntaha dan mungkin tanpa berkendara buraq, karena buraq itu masih terikat dan tidak ada hadits shahih sama sekali yg menyatakan ikatan itu dilepas. Jadi disini waktu Mi’raj, nabi Muhammad tidak berkendara buraq, tapi ada riwayat yg mengisahkan diangkatnya Nabi Muhammad ke langit beliau menaiki tangga bersama malaikat Jibril. Wallahua’lam

    Mengenai perjalanan Jasad atau Ruh, para ulama “tidak” membenarkan bahwa waktu Isra’ Mi’raj nabi Muhammad itu hanya bermimpi, ini diperkuat tentang pembedahan malaikat terhadap diri rasulullah dan batu pijakan yg benar adanya. Dari sini kita bisa simpulkan bahwa isra’ mi’raj adalah perjalanan ruh dan jasad sekaligus.

    Dimana letak sidratul muntaha? Dan apa maksud dari 7 langit yg berlapis-lapis?
    Mungkin kita juga salah dlm mendeskripsikan langit disini, menurut saya langit disini bukanlah luar angkasa apalagi ada yg berpendapat mi’rajnya nabi Muhammad itu menuju Pluto atau black hole. naudzubillah..
    Sebagian besar ulama memahami langit disini sebagai yg ghaib, seperti alam jin itu sejajar dgn alam kita hanya saja panca indra kita tidak mudah menjangkaunya. Ini diperkuat dgn fenomena-fenomena mistik yg sering kita dengar di dilingkungan kita dan dalam sebuah kegiatan spiritual itu ada istilah pengambilan benda pusaka dari alam ghaib, dan kebenaranya sulit diragukan.

    Sampai disni, semoga ini dapat menjadi bahan renungan untuk kita semua. Ilmu manusia itu memang sangat terbatas untuk menggambarkan kebesaran Allah swt, ya! memang kita diharuskan untuk berusaha mencari, namun kita tidak bisa memaksa menuntut lebih jauh, karena disinilah seharusnya kita menempatkan fungsi dari Iman.
    Allah swt. telah berfirman: “Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami anugrahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. (QS. Al-baqarah: 2-4)

    Wassalam..

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s