Percobaan untuk Menjatuhkan Pemerintah Jerman

Hitler, the Rise of Evil #5

<< Go Back to Chapter 1

 << Go Back to Previous Chapter

Addie mendapat tekanan dari pemerintah Jerman. Seorang kurir menyampaikan surat yang intinya meminta agar Partai Nazi menghentikan sementara kegiatan orasi mereka yang mendiskreditkan pihak Inggris, karena dikhawatirkan dapat mengganggu proses perjanjian damai yang sedang berlangsung. Ernst Hanfstaengl menyarankan agar Addie menemui Fritz Gerlich Sang Jurnalis, dan memintanya menulis artikel yang mendukung kegiatan partai Nazi.

***

Gerlich menolak permintaan Addie. Dengan jelas Gerlich mengatakan bahwa ia tidak menulis propaganda.
Addie marah mendengar jawaban Gerlich. Ia mengatakan bahwa sebagai jurnalis, Gerlich seharusnya lebih tahu permasalahan yang berkembang di masyarakat, dan harus bisa bersikap lebih netral. Addie mengatakan bahwa ia tahu kalau Gerlich memiliki hubungan yang baik dengan Kanselir Gustav von Kahr.

***

Fritz Gerlich menyampaikan peristiwa kedatangan Addie ke rumahnya kepada Kanselir von Kahr. Ia meminta agar von Kahr berhati-hati menghadapi Addie. Von Kahr mengatakan bahwa ia tahu apa yang harus dilakukan terhadap Addie.
Sang Kanselir mengundang Addie ke kantornya. Ia mengatakan bahwa ia dan sejumlah Jendral berniat untuk menggulingkan Presiden. Jika Addie bersedia membantu, maka ia akan diberikan posisi penting setelah von Kahr dilantik sebagai Presiden baru. Tetapi sebelum kudeta dilakukan, pasukan SA partai Nazi yang dipimpin Kapten Ernst Roehm harus berhenti membuat keributan dengan Golongan Merah Partai Komunis, untuk memperbaiki citra di mata rakyat Jerman. Addie setuju.

***

Kapten Roehm menolak ide tersebut. Ia mengatakan bahwa pasukan SA akan selalu bertindak, jika ada bahaya yang datang. Addie kesal dengan penolakan tersebut. Kemudian ia mendatangi Jenderal Ludendorff untuk mendapatkan dukungan dalam usaha kudeta Kanselir von Kahr.
Walaupun akhirnya berhasil mendapatkan dukungan dari Ludendorff, Addie dan para tokoh partai Nazi akhirnya menyadari bahwa Kanselir von Kahr telah membodohi mereka. Von Kahr telah berkoalisi dengan faksi-faksi yang merupakan musuh Nazi. Kesal dan kecewa, Addie langsung mengajukan usul agar Nazi dan pasukan SA segera merebut Munich dan Berlin.

***

Pasukan SA bergerak cepat. Mereka mendobrak masuk ke sebuah pertemuan yang dipimpin langsung Kanselir von Kahr. Addie dan pasukan SA menggiring Kanselir dan sejumlah Jenderal ke sebuah ruangan lain. Dalam ruangan tersebut, Addie mengajukan penawaran kepada von Kahr untuk bergabung. Melihat kenyataan bahwa Jenderal Ludendorff ada di belakang Addie, Kanselir tidak punya pilihan lain selain setuju untuk bergabung. Addie kembali bergerak untuk melumpuhkan Markas Besar Angkatan Darat, sementara Sang Kanselir dan para jenderalnya tidak diperkenankan untuk keluar ruangan. Jenderal Ludendorff diberikan tanggungjawab untuk menjaga Sang Kanselir.
Sejumlah polisi yang melihat pergerakan pasukan SA, langsung menghubungi atasannya. Sementara von Kahr dan rekan-rekannya berhasil membujuk Ludendorff untuk membiarkan mereka pulang menemui istri masing-masing. Sebuah kesalahan yang fatal.
Pasukan pemerintah dengan persenjataan lengkap menghadang Addie dan pasukan SA. Perang terbuka-pun terjadi. Addie tertembak dan pasukan SA dipaksa mundur. Oleh teman-temannya, Addie dinaikkan ke mobil dan dibawa pergi.
Dalam keadaan putus asa karena tidak lagi memiliki Sang Kanselir sebagai jaminan, Addie mendatangi rumah Ernst Hanfstaengl dan mendapati Helena, istri Ernst, sedang mempersiapkan anak-anaknya untuk pergi meninggalkan rumah. Addie menempelkan moncong pistol ke keningnya sendiri. Kokang sudah ditarik.
Helena mendorong pistol tersebut perlahan-lahan, menjauh dari kepala Addie. Addie terduduk dan menangis tanpa suara. Sejumlah polisi masuk ke dalam rumah dan membawa Addie pergi.

***

Tanggal 24 Februari 1924, Addie menjalani persidangan bersama-sama dengan Jenderal Ludendorff dan Kapten Roehm.
“Anda dituduh melakukan usaha kudeta terhadap pemerintah Jerman yang sah. Apa pembelaan anda?”, tanya hakim kepada Addie.
“Saya bersalah”, jawab Addie tenang. Semua orang terkejut mendengar jawaban tersebut. Addie hanya tersenyum.

***

Sidang berlanjut. Addie sudah mulai merasa nyaman di ruang sidang.
“Apakah anda seorang warga Jerman?”, tanya Jaksa Penuntut kepada Addie.
“Apakah anda menanyakan tentang secarik kertas, atau darah yang mengalir dalam tubuh saya?”, Addie balik bertanya. Kembali penonton bereaksi. Mereka menyukai jawaban-jawaban Addie yang diplomatis.
“Tolong jawab pertanyaan tersebut”, tegas sang Jaksa.
“Tidak”, kata Addie ringan.
“Pada Nopember 1923, anda melakukan usaha coupe terhadap pemerintah Jerman. Dan anda telah mengancam Kanselir Gustav von Kahr”, kata Jaksa. “Anda adalah seorang pengkhianat dan musuh bagi bangsa Jerman”.
“Jika seorang pencuri mengambil uangmu, lalu kau rebut kembali, apakah itu berarti kau juga seorang pencuri?”, potong Addie. Penonton bertepuk tangan. Dan Pak Hakim-pun tersenyum. Ia mulai terpesona pada Addie.
“Tahun 1918, kita dikhianati seseorang yang mengaku sebagai pemimpin kita” ujar Addie sambil berdiri. Ia membalikkan badan menghadap penonton dan memunggungi Hakim. “Ia memasuki medan perang dan menandatangani perjanjian damai. Itu adalah PENGKHIANATAN”.
Penonton bergemuruh. Addie telah mencuri hati mereka. Jaksa mendekati Hakim dan memprotes. “Ini seharusnya adalah persidangan, bukan ajang pidato.” Pak Hakim mengangkat tangannya menyuruh Jaksa agar diam.
“Saya hanya mengambil kembali apa yang menjadi hak kita lima tahun yang lalu, yaitu hak untuk melindungi diri kita sendiri karena parlemen tidak mampu”, lanjut Addie. Penonton kembali bergemuruh. Addie berjalan mendekati bangku penonton.
“Apakah saya bersalah? Saya didukung oleh Gustav von Kahr. Kenapa ia tidak disidang?”, tanya Addie.
“Jika saya memang bersalah, maka saya akui bahwa saya bersalah karena telah membela kepentingan bangsa Jerman”.
Penonton bersorak memberikan dukungan kepada Addie. Fritz Gerlich yang menyaksikan persidangan tersebut dari tribun atas ruang sidang, menggelengkan kepalanya. Ia sadar bahwa pengadilan telah dikalahkan oleh Adolf Hitler. Suatu saat, seluruh Jerman akan tunduk kepada Psikopat ini, keluhnya dalam hati. Dan ia memantapkan hatinya untuk menggunakan media surat kabar sebagai alat untuk memerangi Hitler.
Hakim menjatuhkan hukuman penjara selama 5 tahun untuk Adolf Hitler. Tetapi Hitler hanya akan menjalankan masa tahanan selama 9 bulan, sisanya akan dijalankan sebagai tahanan luar. Penonton bersorak gembira. Gerlich pergi meninggalkan ruang sidang.

———- Encyclopedia ———-

Logo SA

SA: Sturmabteilung (Detasemen Badai)

Adalah pasukan paramiliter milik partai Nazi Jerman yang dibentuk sebagai pelindung partai. Pasukan ini juga menggunakan jenjang kepangkatan sebagaimana layaknya tentara pemerintah.

———- *** ———-

(go to next chapter)

About these ads

7 thoughts on “Percobaan untuk Menjatuhkan Pemerintah Jerman

  1. tu film propoganda yahudi kan dilihat dr satu sisi aja.
    Kebenaran disembunyikan ,emang nazi jahat??? Siapa lebih jahat nazi atau amerika.lihat bom atom hiroshima,korban ranjau di vietnam,perang irak,libia,afgan?siapa lebih banyak jatuh korban?ayolah dengarkan kata hati kita mana benar nama salah.

    • Halo Sobat …… :)
      Kita saudara se-iman yang sama-sama mencintai sepakbola dan membenci Yahudi. Saya yakin anda benar bahwa Amerika lebih kejam daripada Nazi. Bahwa organisasi intelijen Amerika itu sangat rapi dalam menutupi berbagai tindak kejahatan mereka sendiri di seluruh dunia. Tetapi dengan lebih kejamnya Amerika daripada Nazi, bukan berarti Nazi tidak kejam, kan? :)
      Lagipula, saya tertarik menonton film ini bukan karena cerita Nazi-nya, tetapi karena saya tertarik pada perjalanan hidup Adolf Hitler yang awalnya bukan siapa-siapa dan tidak punya koneksi apapun dengan para petinggi di Jerman, tetapi berhasil membangun karirnya sendiri hingga menjadi Kanselir. Dan film ini memang hanya bercerita tentang itu. Saat Hitler mencapai posisi tertinggi di Jerman, film ini berakhir. Bahwa kemudian Hitler berusaha menguasai seluruh Eropa hingga akhirnya bunuh diri, itu hanya ditayangkan dalam bentuk tulisan di akhir cerita. Tidak ada kamp konsentrasi, tidak ada penyiksaan atau kelinci percobaan.
      Film ini sendiri menjadi kontroversi di Amerika. Para tokoh Yahudi Amerika menganggap bahwa si Pembuat Film telah ‘lancang’ membuat Hitler terlihat “manusiawi’, dan tidak terlihat seperti monster.
      Saya tidak tahu apakah si pembuat film adalah pihak netral atau pro Yahudi, apakah mereka berusaha menggunakan data dan fakta sejarah seakurat mungkin, atau berusaha menutup-nutupi sejarah seperti kata anda.
      Tetapi yang jelas, seperti saya katakan tadi, film ini bukan tentang Nazi, melainkan tentang perjalanan hidup seorang anak manusia bernama Adolf Hitler. Ngomong-ngomong, apakah anda sudah menonton film ini?

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s