“Bacalah…!” Seru Jibril kepadanya.
“Saya tidak bisa membaca,” sahut Muhammad kepada Jibril. Saat itu ia belum tahu kalau Allah telah mengangkatnya sebagai Rasul.
Begitulah awal diturunkannya wahyu Allah kepada Rasulullah sebelum kemudian dituliskan kembali dalam bentuk kitab suci Alqur’an oleh para sahabat.
Selama bertahun-tahun saya menganggap bahwa peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 17 Ramadhan yang hingga kini diperingati sebagai Nuzulul Qur’an, malam diturunkannya ayat suci Alqur’an untuk pertama kali.
Tetapi setelah googling baru saya sadari bahwa ternyata banyak pendapat yang tidak setuju kalau tanggal 17 Ramadhan itu adalah Nuzulul Qur’an. Indikasi utamanya adalah surah Al Qadr ayat satu, yaitu;
إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada Malam Kemuliaan (Lailatul Qadr)”
Jika merujuk pada ayat tersebut, itu artinya Nuzulul Qur’an dan Lailatul Qadr adalah malam yang sama. Benarkah demikian? Lalu mengapa selama ini kita menganggap tanggal 17 Ramadhan sebagai malam Nuzulul Qur’an?
Banyak yang menganggap bahwa surah Al Alaq (Iqra) diturunkan pada tanggal 17 Ramadhan, terpisah dari surah lainnya. Tetapi setelah ditelusuri, Al Alaq diturunkan pada 21 Ramadhan. Silakan anda googling dengan keyword ‘Nuzulul Qur’an’. Anda akan menemukan banyak sekali artikel yang membahas masalah ini. Tapi kalau anda ngga mau repot googling, anda bisa membaca salah satu artikelnya di sini.
Manakah yang benar di antara pendapat-pendapat tersebut? Wallahu A’lam Bishawab. Anda ikhtiar sendiri aja ya, Sobat…
Bekasi, 17 Ramadhan 1433 H
Nando


Subhaallah .,,, semoga kita bisa mendapatkan berkah malam seribu bulan kali ini, amiin
Kalau saya pribadi tidak terlalu memusingkan hal seperti itu. Yang penting kita lakukan saja ibadah semaksimal mungkin untuk mencari ridha Allah semata…
like this.
:p
mau koment apa bingung
@Mila, aamiiin……
@Niken, baguslah Mbak Niken kalo ngga mau musingin. Anggap aja saya cuma sekedar menyampaikan informasi.
@Rivai, tengkyu, Gan.