Untuk Anak-anakku Tersayang

Uni…., kemarilah sebentar…

Ade…, sudahlah….. Jangan kau ganggu lagi Uni-mu. Habiskan susumu cepat sebelum dingin.

Uni…., jangan cengeng. Adikmu memang nakal, tetapi memang begitulah anak laki-laki. Jangan suruh papamu ini untuk memarahinya. Dia belum genap tiga tahun. Bersabarlah, Uni. Kelak ia akan menjadi seorang adik yang patuh kepada Uni-nya.

Ah, bicara apa papamu ini? Uni sendiri belum genap 8 tahun. Masih kelas dua SD. Jelas belum mampu untuk bersabar. Sudahlah… Bagaimana sekolah Uni hari ini? Pelajaran apa yang Uni dapat?

Ah, ya…  Hasil ulangan yang terbaru. Papa memang tak pernah bosan melihat hasil ulangan Uni. Uni selalu membuat Papa bangga. Papa ingat suatu hari Uni datang meminta maaf kepada Papa. Saat Papa tanya kenapa Uni meminta maaf, Uni menunjukkan Ulangan Bahasa Inggris yang ‘cuma’ dapat nilai 70. Papa hanya bisa tersenyum geli.” Ya, udah…”, kata Papa waktu itu, “Lain kali lebih serius belajarnya, ya.. Kalo ngga ngerti tanya Papa atau Mama.” Dan Uni mengangguk senang karena Papa tidak marah.

Papa merasa beruntung karena bisa menyekolahkan Uni di SD Islam yang berkualitas. Papa tidak ingin melihat Uni belajar berdesak-desakan di sekolah gratisan seperti SD yang ada di sebelah toko kita, yang kadang-kadang hanya berlangsung selama 2 jam sehari karena gurunya punya kesibukan lain.

Tetapi Papa juga tahu, bahwa Uni sering merasa malu pada teman-teman sekolah, karena orangtua teman-teman Uni biasa datang ke sekolah dengan menggunakan mobil bagus. Sementara Papa Uni ke mana-mana naik angkutan umum.

Sabar ya , Uni. Insya Allah kalo ada rezeki nanti kita juga akan punya. Papa juga tidak mau kalo Uni sampai malu sama teman-teman. Itu membuat Papa sedih. Papa akan berusaha demi Uni dan Ade.

Saat ini yang paling penting buat Papa adalah; Uni dan Ade bisa bersekolah dengan lancar, Uni dan Ade selalu sehat dan ceria.

Ah, Papa jadi teringat saat Uni dan Ade dilahirkan. Sebuah pemandangan yang menakjubkan. Sosok manusia mungil yang hidup keluar dari perut Mama. Allahu Akbar, ucap Papa tanpa sadar. Bagaimana mungkin makhluk kecil ini bisa bertahan berbulan-bulan tanpa udara di dalam sana? Demikian pikiran Papa waktu itu. Sungguh suatu mukjizat……… Ternyata Allah memang ada….

Dan makhluk kecil yang lemah itu kini telah tumbuh besar dan sehat. Uni bahkan sudah bisa berdebat dengan Papa. Hafalan Surah Qur’an si Uni sudah lebih banyak daripada Papa. Dan saat ini si Uni sedang mempelajari Bahasa Arab, sesuatu yang tidak pernah Papa pelajari. Suatu ketika Uni menunjukkan hasil ulangan Bahasa Arab kepada Papa. Dari 20 soal, hanya salah dua. Papa hanya bisa tersenyum kecut. Karena tidak satu soal-pun dari 20 soal tersebut yang Papa pahami.

Uni dan Ade yang Papa sayangi…. Papa bersyukur karena Allah telah mengirimkan kalian berdua kepada Papa. Papa masih menganggap bahwa kehadiran kalian berdua di dunia ini adalah suatu mukjizat. Tak pernah bosan Papa memperhatikan tingkah laku dan kelucuan kalian.

Maafkan Papa, Uni….. Karena Papa jarang mengajak kalian jalan-jalan, walaupun cuma sekedar makan di mall. Papa harus bekerja setiap hari, bahkan di hari libur, untuk mengumpulkan setiap rupiah yang kita butuhkan.

Berdoalah, Uni. Agar kehidupan kita menjadi lebih baik. Mintalah kepada Allah agar Papa punya lebih banyak waktu untuk kalian. Bantulah ikhtiar Papa ini dengan doa Uni.

Ah, bicara apa Papa ini? Uni kan masih kelas dua SD. Sudahlah….. Papa sudah cukup bangga dengan perkembangan kalian berdua. Sangat bahagia. Dan Papa tidak ingin menukar kebahagiaan ini dengan apapun.

Giat-giat  belajar ya, Nak, jangan sungkan untuk bertanya. Jangan pernah telat makan, nanti kalian sakit. Istirahatlah sepulang sekolah, jangan langsung main. Dengarlah ocehan papamu yang cerewet ini. Papa sayang kalian.

Saat kalian besar nanti, kalian harus saling membantu. Doa Papa dan Mama akan selalu menyertai kalian. Semoga kalian berdua selamat dunia akhirat. Amin…

Cium Sayang,

Papa

Tulisan Terkait:

Ulang Tahun

Iklan

3 thoughts on “Untuk Anak-anakku Tersayang

  1. Lindungi Papa & Mama-mu kelak dengan segala ilmu yang sudah mereka bekalkan ya, Uni.. dan bimbing Ade-mu supaya bisa jadi imam yang baik untuk dirinya sendiri dan keluarganya nanti.. Kau-pun Insyaallah jadi wanita yang mulia disisi-Nya 🙂

  2. Untuk sahabatku, Hans Reza Pahlevi (RPV) yang baru saja kehilangan calon bayi pertamanya, semoga Allah memberi kekuatan dan kesabaran untuk mu dan keluargamu. Amiiiiin………..

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s