Pemimpin baru Partai Nasionalis Sosialis

Hitler, the Rise of Evil #4

<< Go Back to Chapter 1

<< Go Back to Previous Chapter

“The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing.”

– Edmund Burke (1729 – 1797)


Desember 1920, kafe bir milik Partai Buruh Jerman, yang kini lebih dikenal dengan nama Partai Nacionalist Sozialist (Nazi) Jerman, sudah dipenuhi oleh para pengunjung. Drexler menemui Addie yang baru saja tiba lewat pintu belakang.

“Jangan bicara terlalu ‘keras’ malam ini”, pintanya. “Ada banyak anggota Partai Komunis yang akan ikut mendengarkan pidatomu”. Drexler menyadari bahwa selain membenci Yahudi, Addie juga membenci komunis. “Kalau sampai terjadi keributan, kita akan menjadi bahan berita di koran besok”, tambahnya.

“Bukankah memang itu yang kita inginkan?” tanya Addie sambil lalu dan terus melangkah ke podium. Pengunjung bersorak dan bertepuk tangan melihat kedatangannya.

“Koran hari ini”, ujar Addie di podium sambil menunjukkan koran yang terlipat di tangan kanannya. “Pihak sekutu menuntut agar Jerman bertanggungjawab atas kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat perang pada 1914 – 1918 di Eropa. Itu adalah syarat perjanjian damai dari pihak sekutu……”. Dengan arogan, Addie membuang koran tersebut.

“Itu tidak mungkin”, lanjut Addie sambil melipat kedua tangannya. “Itu akan menghancurkan kita. Tapi mungkin memang itu maksud mereka…., untuk menghancurkan kita”. Pengunjung terdiam.

“Dan siapa yang saya maksud dengan mereka?” tanya Addie kepada hadirin. “Itulah mereka, orang-orang komunis”, kata Addie lantang sambil menunjuk rombongan orang yang mengenakan pita merah di lengan mereka. “Mereka adalah kaum Marxis yang tidak lebih baik dari kaum Yahudi. Karl Marx itu orang Yahudi!!!”.

Ucapan Addie menimbulkan kemarahan orang-orang komunis yang hadir. Mereka melempari Addie dengan gelas bir besar. Tiba-tiba serombongan orang yang terlatih, meringkus dan memukuli para anggota partai komunis ini. Mereka bergerak cepat menyeret orang-orang ini keluar dari kafe. Addie melihat Kapten Roehm ikut berjalan keluar dari kafe. Sadarlah Addie bahwa Kapten Roehm telah menyelamatkannya dari serangan orang-orang komunis. Kapten Roehm memang sangat membenci orang-orang komunis.

Beberapa hari kemudian, Addie mendatangi Kapten Roehm yang tengah berlatih fisik dengan sejumlah anak buahnya. Dengan sopan, Addie meminta Kapten Roehm untuk bergabung dengan partainya. Kapten Roehm mengatakan bahwa dirinya hanyalah seorang prajurit. Dan yang dia butuhkan bersama anak buahnya saat ini adalah pekerjaan dan pemasukan tambahan agar bisa bertahan hidup. Addie berpikir keras. Ia dan partaimya tidak memiliki uang untuk menggaji anak buah Kapten Roehm.

***

Ernst Hanfstaengl adalah seorang pengusaha muda yang kaya raya. Ia memiliki perusahaan yang bergerak di bidang art publisher, warisan dari orangtua-nya. Pada suatu malam seorang teman mengajaknya untuk melihat aksi Addie di atas podium. Ernst terpesona melihat gaya bicara Addie yang membangkitkan semangat.

Saat mendapat kesempatan, Ernst mendatangi Addie dan menawarkan kerjasama untuk membangun karier politik Addie. Addie setuju. Kemudian Ernst meminta Addie mengubah penampilannya agar lebih mudah diingat oleh rakyat Jerman. Dan Ernst memintanya membuat sebuah lambang yang merupakan pencitraan dirinya. Selama beberapa hari, Addie mematut-matut dirinya di depan cermin dan mempelajari sejumlah buku untuk mendapatkan sebuah lambang seperti yang diinginkan Ernst.

Pada suatu malam, Addie, yang telah mencukur kumisnya menjadi lebih kecil, datang ke rumah Ernst untuk mempresentasikan pandangan politiknya dan partainya di depan rekan-rekan Ernst yang kaya raya. Harapannya sudah pasti agar mendapat dukungan dana dari rekan-rekan Ernst. Di tengah presentasi, Addie menunjukkan gambar Swastika yang dicontoh dari sebuah buku Hindu India. Saat seorang rekan Ernst menanyakan arti lambang tersebut, Addie menjawab, ‘artinya tak terkalahkan’. Menjelang tengah malam, Ernst berhasil mengumpulkan dana yang sangat besar dari rekan-rekannya.

Dengan dana tersebut, tentu tidak hanya pakaian baru yang didapat Addie. Ia juga memiliki mobil dinas yang bisa membawanya ke berbagai tempat. Partainya kini memiliki koran sendiri untuk propaganda. Dan ia bisa menggaji Kapten Roehm dan anak buahnya sebagai pelindung partai.

Pada tanggal 29 Juli 1921, Addie meminta Anton Drexler turun dari jabatannya sebagai ketua partai dan mengumumkan Addie sebagai penggantinya. Jika ia menolak, Addie akan keluar dan membentuk partai yang baru.

Drexler tidak bisa menolak. mengingat pengaruh besar yang diberikan Addie bagi pendukung partainya. Malam itu juga Anton Drexler mengumumkan pengunduran dirinya sebagai ketua partai, dan menyebut Der Fuhrer Adolf Hitler, sebagai penggantinya. Semua simpatisan partai menyambut gembira ketua baru mereka.

———- Encyclopedia ———-

Swastika

Swastika adalah sebuah lambang yang berasal dari zaman India Kuno. Bagi umat Hindu India, Swastika melambangkan keberuntungan.

Der Fuhrer adalah kata dalam bahasa Jerman yang berarti Sang Pemimpin.

  ———- *** ———-

(go to next chapter)

3 thoughts on “Pemimpin baru Partai Nasionalis Sosialis

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s