The Rise of Evil

Hitler, the Rise of Evil #7

<< Go Back to Chapter 1

<< Go Back to Previous Chapter

Pemilik Percetakan akhirnya menyadari bahwa surat kabar The Straight Path yang selama ini ia terbitkan ternyata adalah milik Fritz Gerlich. Lalu ia menghubungi Gerlich dan memintanya untuk tidak lagi memojokkan pemerintahan Hitler atau mencari penerbit lain. Gerlich menolak permintaan si Pemilik percetakan dan mengingatkannya agar menghormati kontrak kerjasama yang telah ditandatangani. Pada tanggal 27 Februari 1933, Monumen Jerman Reichstag dibakar sejumlah orang tak dikenal. Addie lalu meminta Presiden Hindenburg untuk mengesahkan undang-undang baru yang memberikan hak kepada pemerintah untuk menghabisi ‘para pengkhianat bangsa’.

Hindenburg menolak mengesahkan undang-undang tersebut sebelum disetujui dewan legislatif. Addie lalu membawa isu tersebut ke ruang sidang parlemen. Addie juga meminta kepada parlemen agar menyetujui pemindahan kekuasaan dari tangan Presiden kepada Kanselir. Banyaknya jumlah anggota parlemen yang berasal dari Partai Nazi, membuat segalanya berjalan mulus bagi Addie.

Undang-undang disetujui. Hal yang pertama kali dilakukan Addie kemudian adalah mengirim Kapten Roehm untuk menangkap Gerlich. Ia juga mengirim pasukan SS untuk membunuh mantan Kanselir Gustav von Kahr dan mantan pimpinan Gerlich di surat kabar. Gerlich sendiri akhirnya tewas di penjara.

Kapten Roehm yang sudah terlalu lama memimpin pasukan SA, menolak untuk diganti sehingga Addie terpaksa menangkapnya. Kapten Roehm dieksekusi mati di penjara. Sejumlah anak buahnya yang masih setia juga ditembak mati saat sedang  berlatih di gym.

***

Ernst Hanfstaengl kembali mendatangi Addie saat suasana hati der Fuhrer sedang baik. Ia kembali meminta Addie agar mengizinkannya beserta seluruh keluarganya untuk pindah ke Amerika. Kali ini Addie mengizinkan. Ernst langsung memberitahukan kabar tersebut kepada Helena. Sayangnya Helena menolak untuk pergi karena terlanjur menyukai pekerjaan yang diberikan Addie kepadanya.

2 Agustus 1934, Presiden Hindenburg meninggal dunia dan Addie membuat undang-undang baru yang menghapuskan jabatan Presiden Jerman, sehingga jabatan Kanselir menjadi pucuk pimpinan eksekutif tertinggi.

Saat Addie sedang mempersiapkan agenda perang terhadap Eropa dan pembasmian terhadap etnis Yahudi, Ernst Hanfstaengl kabur ke Amerika meninggalkan Helena dan anak-anak mereka.Ia menjadi salah satu penasehat Presiden Roosevelt dalam memimpin pasukan sekutu pada Perang Dunia II.

*****SELESAI*****

Iklan

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s