Gelegar Halilintar dan Bisikan Hantu

Lenteng Agung, menjelang abad 21

Hari yang cerah tiba-tiba menjadi gelap. Gumpalan awan hitam bergerak mendatangi kami. Sejenak aku menghentikan langkah. Mata menyapu sekeliling mencari tempat berteduh. Hujan bisa datang kapan saja.

Kilat menyambar di kejauhan sungguh mengejutkan. Aku menoleh dan ya, aku melihatnya. Stasiun kereta yang belum selesai dibangun. Ke sanalah aku melangkah.

Aku duduk di lantai stasiun. Kilat kembali menyambar jauh di belakangku. Sejenak telinga kiriku terasa geli. Seseorang tengah berbisik kepadaku. Aku menoleh dan tidak ada siapa-siapa di sana.Tetapi desah suaranya masih terdengar. Di mana dia dan apa yang dia bicarakan?

Aku melihat sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Hanya segumpal asap putih tipis di dekat salah satu tiang yang segera hilang ditiup angin.

Hmmm, aku yakin gumpalan asap itu membentuk sebuah wajah sebelum tertiup angin. Sebuah wajah yang cantik.

Ah, mungkin cuma khayalanku saja. Itu cuma asap biasa. Tapi.. dari mana datangnya? Aku berdiri dan menatap langit. Awan hitam tetap menggumpal di sana. Sepertinya tidak akan hujan, false alarm. Aku melangkah meninggalkan stasiun kereta.

Note: Cerita ini cuma fiksi… 😛

Tulisan Terkait;

It’s a Small World, Kiddo…

New Perspective

Iklan

8 thoughts on “Gelegar Halilintar dan Bisikan Hantu

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s