Kenangan Masa SD

Apa yang saya ingat tentang masa SD, kenangan apa yang paling menarik? Hmmm…..

Sepertinya tidak ada yang menarik zaman saya SD dulu, selain bahwa saya adalah anak paling pintar di sekolah (Hooaaxxchiiimm….!!!!). Alhamdulillahirabbil Alamin……

Maaf, hidung saya tiba-tiba terasa gatal dan agak memanjang sedikit. Mungkin karena perubahan cuaca.

Oke, mari kita lanjutkan…… atau tepatnya, mari kita mulai cerita ‘ngga jelas’ saya ini. Saya dulu bersekolah di SD Bhayangkari Ragunan. Itu bukan sekolah untuk penghuni Kebun Binatang Ragunan, yaa…….. Itu adalah sekolah untuk anak manusia berusia 7 – 12 tahun.😐 Sekolah tersebut adalah gabungan dari TK, SD, SMP dan SMA Bhayangkari yang terletak di dalam Komplek POLRI Ragunan, tempat tinggal orangtua saya. Untuk TK dan SD, saya bersekolah di situ, untuk SMP dan SMA, alhamdulillah saya di sekolah Negeri.

Guru Favorit

Hmmm…. Siapa guru favorit saya, ya? *Mikir sebentar….*

Sepertinya saya tidak memiliki guru favorit waktu SD karena semua guru saya itu pintar-pintar (lebih pintar daripada saya). Bayangkan saja, mereka semua sudah tau bahwa Indonesia pernah dijajah Belanda dan Jepang sebelum saya menyadarinya.

Guru Killer

Kembali saya harus mengecewakan anda. Tidak ada guru killer zaman saya SD dulu. Pernah ada rumor dulu bahwa Pak Rahmat, seorang guru muda bertubuh tinggi besar dan atletis, adalah guru yang galak. Ia suka melempari siswa dengan kapur dan penghapus papan tulis. Tapi saat saya kelas 4 dan beliau menjadi wali kelas saya, ternyata tidak seseram itu. Dia masih bisa bercanda sekali-dua kali. Dan ya, dia pernah melempar kapur ke teman saya yang tidak bisa diam di bangku belakang. Tetapi hanya satu kali dan tidak pernah terjadi lagi sampai kenaikan kelas.

Sepertinya guru yang aneh-aneh itu baru mulai ada setelah kita SMP, deh. Guru yang jarang masuk, Guru CBSA (Catat Buku Sampe Abis), Guru yang ngga tau cara mengajar yang benar (bikin siswa makin bingung), Guru genit dsb, dst, dll.

Teman Bolos

Ha…. Saya mulai membolos itu kelas 1 SMA.πŸ˜›

Dan karena di sini kita membicarakan zaman SD, berarti saya tidak perlu menceritakannya. Hahahahaaaaa……. *puas*

Teman Berantem

Maksudnya apa ini, ya? Apakah temen yang saling bantu dengan saya saat berantem dengan orang lain? Atau, si teman inilah lawan saya waktu SD?

Oke, saya punya teman yang saat TK sering mengganggu saya. Saya takut padanya karena dia mengaku sebagai jago pencak silat. Saat SD saya baru menyadari bahwa saya tidak perlu takut padanya. Ketika ia mulai mengganggu lagi, saya bentak dia. Β Kami menjadi pusat perhatian saat saya membentak dia. Dia menjauh sambil mengacungkan tinjunya. Kami tidak bertegur sapa selama sekian lama. Dan teman-teman yang lain sudah menganggap dia dan saya sebagai musuh bebuyutan. Hingga akhirnya pada saat lulus-lulusan kelas 6, dia mendatangi saya dan meminta maaf. Β Saya terima maafnya, Sobat.πŸ™‚ Saya senang akhirnya dia meminta maaf, walaupun setelah lulus SD kami tidak pernah bertemu lagi.

Selain itu saya juga punya teman karib, sejak kelas 3 SD kalau tidak salah. Ke mana-mana kami selalu bersama. Tapi kalo lagi ribut, ya.. kami tendang-tendangan. Hehehehe….. Kurang lebih seperti itulah.

Tas dan Sepatu Favorit

Untuk tas favorit sepertinya tidak jauh berbeda dengan anak SD sekarang. Saya suka tas ransel. Kalau sekarang ada banyak merk tas ransel berkualitas, zaman dulu cuma ada Alpina dan Jayagiri. Warnanya saya suka yang gelap.

Untuk sepatu favorit, saya suka jenis kets yang bertali. Dan karena waktu itu aturannya sepatu harus berwarna hitam, jadinya semua sepatu saya berwarna hitam. Nike adalah merk sepatu paling top waktu itu. Tetapi saya tidak pernah memilikinya. Kalau tidak salah, sepatu saya merk-nya North Star.

Begitulah kurang lebih zaman SD saya. Betul kan, tidak ada yang menarik? Hehehe….

Postingan ini adalah tugas berantai yang disampaikan Bensdoing dan Naluri kepada saya. Tugas ini saya lanjutkan kepada:

JurnalMasBro
Tuxlin
Asudomo
Ilham Cspaxe
Fier si Pelancong

Sekian dan terimakasih.πŸ˜€

Tulisan Terkait;

Eleven Things People Should (Not) Know aboutΒ Me

91 thoughts on “Kenangan Masa SD

    • @asudomo, dia bukan jagoan sekolah. Dia cuma ‘wannabe’ jagoan sekolah. Hehehe….
      @Ilham, PR harus segera dikumpulkan kalau tidak mau dijemur dekat tiang bendera sambil angkat satu kaki sampai bel istirahat. Xixixiiii…….

  1. “Sepertinya guru yang aneh-aneh itu baru mulai ada setelah kita SMP, deh. Guru yang jarang masuk, Guru CBSA (Catat Buku Sampe Abis), Guru yang ngga tau cara mengajar yang benar (bikin siswa makin bingung), Guru genit dsb, dst, dll.” >>> masak sih mas..??πŸ™‚πŸ™‚ >> berarti kitanya nih yang harus nyesuaiin gaya guru tsb..

    indahnya maaf-maafan ya mas…itu nggak ada cerita nangis/terharu yang mendera:mrgreen: ketika si “musuh” minta maaf..???

    • @Darmanto, hahaha… nangis-nangisan? Ntar dikira sinetron lagi…πŸ˜›
      @bensdoing, ngelempar papan tulis? Wkwkw, belom sesakti itu Pak Rahmat.πŸ˜›
      @Naluri, Alhamdulillah dapet 100 biarpun terlambat ngumpulinnya. Hehehehe…..
      @Akhmad Azzet, iya Pak Ustadz, maklum lagi masanya mencari identitas diri. Hehehe…..

    • @loewyi, lempar penghapus itu kayaknya cuma rumor aja.πŸ™‚
      @sulunglahitani, percaya, deeeeh……..πŸ˜›
      @Rama88, wah, zaman saya SD, wali kelas saya mengajar semua mata pelajaran, kecuali agama, kesenian dan olahraga.
      @Irfan Handi, hayo nimbrung sini, mumpung kopinya masih anget.πŸ™‚
      @Ilham, emang kalo SMP hukumannya kayak gimana?πŸ˜›

  2. “Saya mulai membolos itu kelas 1 SMA” memang kau murid yang teladan sob, tapi teladannya cuman waktu tk sampai smp, sma sudah kga.. hahahahahahahaaa…..

  3. Ping-balik: Blog Work | Gak Pernah PeDe Waktu SD « Jurnal Mas Bro

  4. Sekalian donk om bikinin buat tugas kyak gini lagi.. Tapi temanya mungkin waktu di SMP, SMA, ato di perkuliahan…. soalnya menarik2….

    kalo gak menarik, ngapain komentar yang masuk sampe hampir ribuan gini ya kan..??

    hwakakakak,, ditunggu lho om tugas2nya..

    • Hmmm…. kayaknya blom ada yang ngasih PR buat Fi sama si Akang………
      Buat yang lagi kebingungan nyari calon korban, Fi sama si Akang ‘available’ nih……. Hehehehe……
      *makanya jangan suka ngerecokin*πŸ˜›

  5. “Sepertinya guru yang aneh-aneh itu baru mulai ada setelah kita SMP”

    hahaha, setuju banget sama kalimat iniπŸ˜€ Semenjak SMP guru jadi mulai “aneh-aneh” ya, heheheπŸ™‚ Kalau SD biasanya sih yang mendapat julukan “killer” paling ya yang “galak” sajaπŸ˜›

    • @zilko, iya emang. Pertama kali masuk SMP, saya langsung ‘shock’ gara-gara ngeliat gurunya sama ‘alay’-nya dengan murid. Wkwkwkw…..
      @destiana, hayoo… ketauan belom dapet PR, yaaaaa………..πŸ˜›
      @tuaffi, percaya, Tus? Hehehe, ternyata ada juga yang percaya.πŸ˜€

  6. wah rame banget.ikutan ahπŸ˜€
    hbs baca2,jd pngen mudik gan.tmen2 kecil dikmpung smua (iya kalo masih ada),kalo udh pd migrasi smua.tingl ane doank donk.moment plng pnting saat2 lebaran.bs kmpul barengπŸ™‚

  7. Ping-balik: #PR Kenangan masa SD « da Gadgetboi's Blog

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s