Money Game (part #1)

Apa yang anda ketahui tentang Money Game? Tahukah anda bahwa Money Game adalah permainan yang berbahaya?

Oke, saya akan menceritakan pengalaman saya saat bekerja di sebuah perusahaan investasi sekian tahun yang lalu. Waktu itu saya baru saja pindah kerja dari perusahaan sebelumnya di komplek bisnis Duta Merlin, Jl. Harmoni Raya, Jakarta Pusat. Kantor baru saya waktu itu bertempat di sebuah ruko elit 4 lantai di komplek bisnis Red Top Hotel, Pecenongan.

Awalnya saya tidak tahu, investasi macam apa yang ditawarkan kantor baru saya ini kepada para pelanggannya. Yang saya tahu, kami menjual barang-barang art untuk interior rumah. Saya memang tidak perlu tahu banyak, karena tanggung jawab saya adalah maintenance building.

Setelah sekitar sebulan bekerja di sana, akhirnya saya mulai mendapat gambaran tentang bisnis yang dijalankan kantor saya ini (lama juga ya, Sob? Hehehe….). Berawal dari usaha saya mendekati seorang staff yang cukup manis dari divisi Data Entry (ahem…), saya berhasil mendapatkan sejumlah informasi darinya.

Perusahaan kami ini menawarkan pembagian keuntungan dengan sistem berjenjang selama (kalau tidak salah ingat) 15 bulan yang terbagi menjadi 5 periode, dengan keuntungan total bisa mencapai 3 kali lipat bagi setiap member. Jika anda member baru, maka anda Β diwajibkan menyetor uang, atau dalam istilah kami adalah membeli minimal 1 paket, senilai (juga kalau tidak salah ingat) 30 dolar AS. Setelah 3 bulan atau masuk periode 1, anda kembali diwajibkan untuk menyetor uang yang jumlahnya lebih kecil, dan akan ada pembagian keuntungan yang jumlahnya tergantung dari jumlah downline yang didapat. Tiga bulan berikutnya atau periode 2, kembali anda diwajibkan menyetor dengan jumlah yang lebih kecil lagi dan kembali mendapat pembagian keuntungan. Periode ke 3 hingga 5 tidak ada kewajiban membayar lagi,Β anda tinggal menikmati keuntungan dari downline anda.

Semakin banyak paket yang dibeli, semakin berlipat keuntungan yang didapat. Begitu juga jika semakin banyak jumlah downline anda, semakin besar keuntungannya, tetapi ada batasan jumlah maksimal downline yang boleh dimiliki untuk setiap paketnya. Bila anda merasa tidak mampu mem-prospek orang lain untuk menjadi downline anda, bawalah orang tersebut ke kantor kami. Staff marketing kami yang akan memprospeknya untuk anda.

Perlu anda ketahui, setiap paket yang anda beli akan memberikan sejumlah bonus poin bagi anda. Poin itu nantinya bisa ditukarkan dengan sejumlah barang di Art Gallery kami. Tentunya setiap item yang ada memiliki nilai poin yang berbeda. Jika poin anda sedikit, barang yang bisa ditukarkan, yaa… hanya yang murah-murah. πŸ™‚

Tetapi jika anda tidak ingin menukarkan poin anda, maka nantinya poin anda akan diundi pada acara Pesta Door Prize yang kami adakan tiap tiga bulan sekali, dengan mendatangkan sejumlah selebriti dan presenter top tanah air. Hadiah utama, seperti biasa adalah sebuah Mercedes Benz tipe terbaru, hadiah kedua adalah beberapa buah mobil keluaran Jepang, hadiah berikutnya adalah motor dan seterusnya. Semakin banyak poin anda, semakin besar kemungkinan anda memenangkan hadiah. πŸ™‚

Belum genap setahun, Sobat, kantor kami sudah mampu membeli gedung baru. Sebuah bangunan 7 lantai bekas sebuah bank swasta di jalan Gunung Sahari Raya, kami rombak menjadi kantor pusat kami. Atap gedung kami jadikan lantai ke delapan dengan membangun kubah tembus pandang yang besar dan megah dengan panggung Β dan sistem audio live permanen yang terpasang di dalamnya.

Saat acara Grand Launching gedung baru, kami menutup jalan di depan kantor kami (yang dari arah Ancol menuju Pasar Baru) dan menjadikan jalan di sebelahnya sebagai jalur dua arah. Tentunya setelah meminta izin kepada pihak berwenang. Kami juga mengundang Gubernur Sutiyoso (waktu itu) untuk meresmikan gedung baru kami, tetapi beliau tidak bisa hadir karena memang jadwalnya sendiri sudah padat.

Seperti yang sudah kami duga sebelumnya, acara Grand Launching tersebut langsung dipenuhi para member, dan jalan Gunung Sahari di depan kantor kami berubah menjadi lahan parkir. Mereka semua menunggu acara utama, yaitu Door Prize. Member kami ada yang berasal dari Korea, Jepang dan Timur Tengah. Mereka semua harus datang karena jika nama mereka dipanggil sebagai pemenang undian, mereka harus naik ke panggung untuk menerima hadiah secara simbolis. Jika setelah tiga kali dipanggil, mereka tidak naik ke panggung, maka akan dianggap hangus dan hadiah akan diundi kembali.

Acara pengundian diadakan di lantai 8, tetapi para member memenuhi gedung hingga ke Ruang Galeri di lantai 1. Galeri yang biasanya dingin minta ampun berubah menjadi pengap hingga kaca-kaca etalase jadi berembun. Seorang member dari Korea jatuh pingsan karena sesak nafas, dan segera ditangani.

Itulah kami di masa jaya kami. Saat kami masih mengontrak ruko 4 lantai di Komplek Red Top Hotel, para karyawan diizinkan untuk menjadi member. Setelah pindah ke gedung sendiri, izin tersebut dihapuskan. Saat masih di Red Top, direktur di divisi saya, menganjurkan agar saya juga ikut menjadi member dan mengajak orangtua dan adik saya untuk menjadi downline saya. Saya menolaknya. Saya katakan pada beliau bahwa saya hanya ingin bekerja dan menerima hak bulanan saya saja. Tapi pada dasarnya saya bisa merasakan resiko besar yang bisa menghadang kapan saja. Resiko apakah itu? Apakah anda bisa menduganya? Yang merasa tau jawabannya, dipersilakan untuk menjawab. πŸ™‚

To be continued……… 8)

Tulisan Terkait;

Money Game (partΒ #2)

Iklan

29 thoughts on “Money Game (part #1)

  1. multi level bisnis mas Nando….
    biasanya yang di tahun-tahun awal 2-5 tahun, member awal bisa meraup ponit besar, tapi kasian yang jadi member berikutnya…..cash flow perusahaan mulai goyah karena kayak begini cara cepat mendapat ‘uang panas’…..dan owner perusahaan pasti punya strategi harus mengembangkan bisnisnya karena butuh efek berantai yang tak boleh putus…
    btw….cerita yang menarik, penasaranan episode berikutnya…

    • @gadisjeruk, beda dengan MLM biasa. MLM itu pada dasarnya seperti Amway, di mana kita ditawari sejumlah produk jualan. Jika kita menjadi member, maka produk-produk tersebut bisa kita dapatkan dengan diskon yang cukup besar. Tetapi ada pembelian minimal untuk pertama kali sebesar (kalau tidak salah) Rp. 100.000,-. Jika anda ingin mendapatkan untung, Anda dipersilakan merekrut member baru sebagai downline anda. Anda akan mendapatkan pembagian keuntungan setiap kali downline anda membeli produk. Tapi kalo anda tidak pingin punya downline, ya sudah… Nikmati saja produk yang sudah anda beli dengan discount khusus tersebut. πŸ™‚

  2. @tuaffi @una, @mama fityanakifah n @bensdoing, ditunggu aja kelanjutannya, yaaaa……… πŸ™‚
    @Budi Nurhikmat, ‘……butuh efek berantai yang tak boleh putus’. Yups, itu dia kata kunci-nya. Dan bagi saya itu adalah sebuah ‘Mission Impossible’. Ditunggu aja lanjutannya, yaaa…… πŸ˜€
    @Totopalnise, ngga sempet nongkrong, bro….. Hampir tiap hari saya lembur sampe tengah malam, kadang sampe pagi. Uang lemburnya sih lumayan dan saya dapat jatah makan malam gratis plus uang bensin. Tapi waktu luang nyaris ngga ada. Kadang saat tanggal merah pun saya ditelepon boss supaya datang ke kantor. πŸ™‚

  3. Ping-balik: Cita(kuadrat)ku… « Tuaffi’s Weblog

  4. seram sekali ya.
    seperti MLM. mungkin nanti bisa dijelaskan bedanya, Bang Nando. keduanya terlihat sama di mata saya.

    saya orangnya anti yang beginian karena…
    alasan pertama, saya orang yang malas menarik perhatian orang, apalagi jika tujuannya hanya untuk keuntungan saya. mencari member? huft!
    kedua, uang. ah, masih banyak cara lain untuk mendapatkan uang tanpa harus berpikir untuk melipat gandakannya. saya selalu berpikir, sesuatu yang berlebihan tidak akan pernah baik.
    ketiga, saya tidak mau merusak hubungan dengan orang lain hanya karena ingin untung. nggak banget.


    Dan saya akan masih menjadi blogger dan bergentayangan sampai kapanpun

    • @arman, ngga apa-apa, Sob, kalo lagi sibuk. Saya juga sebenernya lagi keteteran kerjaan, nih. Makanya ngga sempet blogwalking juga. πŸ™‚
      @anislotus, harus sabar nunggunya, yaaa…. πŸ˜€
      @Lambertus, mantap prinsip ente, Gan. Saya sangat setuju!!!
      Bergentayangan? Hohoho…. jadi itu jawabannya, ya?
      Btw, Isba-nya jangan diomelin begitu, dong….. Udah muncul tuh pendaftarannya. πŸ˜›

      • tentang ISBA, padahal saya nggak bermaksud ngomel lho… tapi memang iya kelihatan kalo ngomel. soalnya saya sudah daftar mulai pertengahan oktober dulu soalnya, sampai 3 atau 4 kali mungkin. hahaha… akhirnya sekarang saya benar-benar tidak berharap untuk mendapatkan gelar itu. yang penting terus menulis.

        sukses terus Bang

  5. Ping-balik: Pojoknya Bang Nando « L.A.M.B.E.R.T.O.E.S

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s