One Time Photographer

Saat membongkar lemari, sebuah foto lama terlempar keluar. Foto dari suatu masa, saat saya masih memiliki kamera SLR. Bukan kamera digital. Karena masa itu belum ada kamera digital.Β Canon EOS 500, tanpa huruf D di belakangnya, menjadi teman saya melakukan berbagai eksperimen foto dari waktu ke waktu.

Saya ambil foto tersebut. Saya bersihkan dari debu. Salah satu foto hasil eksperimen saya dulu. Tapi warnanya sudah mulai pudar. Entah di mana foto-foto yang lain. Andai pada masa itu saya tidak gaptek komputer, sudah saya simpan semua foto tersebut ke dalam harddisk.

Saya scan foto tersebut. Dan dengan bantuan magis Photoshop, saya perbaiki warna pudarnya kembali. Foto tersebut hanya terdiri dari 3 warna. Hitam, merah dan kuning kecoklatan. Kenapa hanya tiga warna? Yahh… namanya juga eksperimen. Sumber cahayanya-pun hanya berasal dari sebatang korek api.πŸ™‚

Untuk foto ini, kameranya saya letakkan pada tripod, dan menggunakan lensa 35-80mm. Zoomnya mentok di 35mm, diafragma f/3.5 dan speed 2 detik (bukan 1/2 detik). Fokus lensa saya pindahkan ke manual dan timer saya set 15 detik. Amunisi yang digunakan adalah Kodak Gold film yang saat itu sedang jaya-jayanya, Β ASA 400.

Bagi anda yang tidak menyukai foto seperti ini, mohon maap, yaaa…….πŸ™‚

Photography

61 thoughts on “One Time Photographer

    • @Totopalnise, mantap narasinya. Seolah foto ini memang memiliki cerita.πŸ™‚
      @Abed, foto ini bukan tentang figur obyeknya, tapi tentang momen tindakan. Jadi figur ngga perlu jelas, yang penting tindakannya jelas.
      @Asudomo, sebuah era di mana foto-foto alay belum ada. Fotografi dulu lebih dihargai dibanding sekarang.πŸ™‚
      @Zilko, foto ini tidak pake efek apapun. Saya hanya menghapus sejumlah goresan yang ada dan memperbaiki warna hitam yang memudar.
      @Mintarsih, makasih, Bu. Sayangnya, makin sulit menganggap fotografi itu sebagai sebuah seni. Karena teknologi selalu membantu mempermudah proses pembuatannya. Tidak seperti lukisan atau anggur.πŸ™‚

  1. suka warnanya.. ini masih pake analog ya berarti..
    ah emang ga ada matinya mah kamera analog itu.. ribet sih emang.. tapi efeknya suka ga terduga aja..
    sayang sekarang filmnya susah didapat

  2. Ping-balik: (Bukan) Blogger Sombong « Catatan Elfarizi

  3. hmm, ntah kenapa dhe selalu suka dengan gaya orang yang sedang merokok atau yang sedang pegang rokok.. tapi harus benar-benar perokok, soalnya dari cara mereka merokok atau pegang rokok bisa kebaca tu orang perokok beneran atau cuma gaya..πŸ˜€

    • @Aditya, cahayanya saya angkat sedikit. Aslinya lebih gelap.
      @Dhe, gaya perokok itu macho, ya? Hehehe….
      @Sugar, kuliah fotografi di mana, Gan?
      @Maya, tengkyu, May… Sense of black humour, ya? Hahahaha…..

  4. macho?? hahahahaha, dhe nggak bilang gitu lho ya.. tapi hmm, mungkin karena dhe hidup di lingkungan perokok makanya jadi terbiasa dan bahkan suka dengan gay orang yang pegang atau sedang merokok.. tapi ya tergantung gayanya juga, dan foto diatas adalah salah satu foto “rokok” yang dhe suka omπŸ™‚

    • @Anis, iya agak kontroversial. Sebenernya saya juga agak ragu bikin postingan ini.
      @Onesetia, aslinya sih udah agak berantakan warnanya, Sob.
      @Dhenok, suka gayanya tapi ngga suka perokok-nya ya, Dhe?πŸ™‚

      • gk juga sih. kalo dhe gk suka perokok, berarti dhe gk suka juga dong dengan abahnya dhe.. hehe

        yang mo ngerokok ya silahkan, kita kan negara demokratis jadi saling menghormati saja.. juga menghormati untuk tidak merokok disamping dhe, soalnya dhe gk tahan sama asap rokoknya..πŸ˜€

      • photoshop memang hebat ya sob …
        selain bisa membuat photo berantakan jadi rapih terus photo rapih bisa juga dibuat berantakan ….πŸ˜€

    • @Dhe, hehehe…. makasih atas pengertiannya, yaa….
      @Asop, ngga bisa lah. Paling kita bikin beberapa shoot dengan angle dan speed yang berbeda sekaligus. Cuma klo speed-nya lebih dari 4 detik pasti gagal, soalnya batang korek di tangan keburu habis terbakar sementara kamera-nya masih nembak. Wkwkwkw……

    • @Alex, ati-ati asam lambungnya kumat.πŸ˜›
      @Ilham, beredar lagi akhirnya, ya?
      @Sugar, mantep tuh ada kuliah fotografi. Boleh ikut kuliahnya, ngga?
      @Don15, tengkyu, Gan
      @Abed, hehehe… maap,lagi asik utak atik blog baru. Blog ini agak terbengkalai.πŸ™‚

  5. oya, setelah semi-pensiun ..πŸ˜›
    oya, blog situ mana postingannya ??

    ada lagi tuh, postingan saya yang baru lagii ..

    tapi bukti bahwa saya masih SMP belum terbuktii ..πŸ˜›

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s