Jagat Raya dalam Sebuah Terompet

Setelah teringat ramalan bangsa Maya tentang kiamat 2012, saya jadi ingin mencari artikel tentang Sangkakala. Dan apa yang saya temukan benar-benar membuat saya terkejut. Seorang ilmuwan Jerman, Prof. Frank Steiner, setelah melakukan observasi dengan menggunakan teknologi NASA, mengungkapkan bahwa dinding langit tempat bernaungnya trilyunan planet di alam semesta ini, ternyata adalah sisi dalam sebuah terompet raksasa. Atau lebih tepatnya dikatakan, langit itu berbentuk seperti sebuah terompet. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Mungkin banyak di antara anda yang sudah mendengar hal ini, mengingat bahwa artikel ini sudah beredar selama sekitar 3 tahun. Saya sudah mencoba untuk menemukan tanggapan yang menyanggah teori ini, tapi tidak ketemu. Jadi sepertinya semua pihak sudah setuju bahwa teori sang Profesor ini benar. πŸ™‚

Dikatakan bahwa ujung terompet itu semakin lama semakin mengecil sampai tidak bisa di-observasi lagi. Sementara bagian depannya semakin melebar dan masih sangat bisa untuk di-observasi.

Jadi hingga saat ini sudah banyak pihak yang berkesimpulan bahwa langit kita ini adalah Sangkakala yang di ujungnya berdiri Malaikat Israfil yang tengah menunggu perintah dari Allah untuk meniupnya.

Bagaimana menurut anda, Sobat?

Update:

Tiba-tiba saya teringat dengan kebiasaan kita untuk meniup terompet sebagai tanda pergantian tahun. Tidakkah itu seperti meledek Sangkakala yang akan ditiup sebagai tanda akhir zaman?

Nando

www.pondokmaya.com

Iklan

39 thoughts on “Jagat Raya dalam Sebuah Terompet

  1. Teori religi kadang memang tidak bisa di cerna dengan pikiran kotor, Tapi teori religi ada banyak benarnya meskipun banyak kaum liberal yang tidak setuju. Saya setuju dengan teori sangkakala ini meskipun tidak bisa membuktikan secara gamblang. Dan saya juga setuju bahwa manusia itu bukan keturunan dari Monyet, tapi keturunan manusia (Adam) juga.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Sebelum ada yang bisa menyanggah, teori ini benar. Dan hanya sampai disana kebenarannya, sebelum tiba yang menyanggah yang membawa bukti.

    Bisa jadi alam semesta ini berbentuk terompet, yang pada ujungnya tidak bisa diobservasi lagi. Tapi bisa juga alam semesta hanya sebuah balon raksasa berbentuk telur yang terus memuai..Tapi apapun bentuknya, ketidak tahuan kita selalu berbuntut pada mistisisme πŸ™‚

  3. sebagai muslim saya percaya tanpa keraguan tentang informasi alam yang diberikan Allah lewat wahyu, Alquran. meski ilmuwan belum bisa membuktikan secara ilmiah. sebab ilmu manusia belum menjangkaunya. pada kenyataannya ilmu Allah ada dua: ayat qauliyah dan ayat kauniyah. ayat qauliyah kebenarannya mutlak sedang ayat kauliyah kebenarannya eksperimental.

  4. Jadi teringat kehebohan suara sangkakala yang menggema di hampir seluruh penjuru bumi pada pertengahan bulan Januari sampai Februari kemarin. (Cari saja di youtube “strange sound” atau “earth hum”).

    Tapi tentang teori Prof. Frank Steiner? Itu hanya sebuah teori yang belum tentu valid kebenarannya, meskipun belum ada yang membantah.

  5. Baru tahu tentang teori sangkakala ini, hmmm. Tapi yang menarik perhatianku adalah: ada apa di luar “dinding” alam semesta itu (terlepas bentuknya sangkakala atau bukan)? Hmmm. Padahal sejauh ini yang sudah bisa diobservasi manusia kan ya yang ada di “dalam” dinding itu kan, hmm. Yang kaya gini selalu menarik perhatianku nih, hehehe πŸ™‚ Dan beberapa ilmuwan menyimpulkan bahwa alam semesta ini masih terus membesar (expanding) dengan laju yang meningkat loh, hmmm.

  6. @Sugeng, religi dan pikiran kotor memang ngga bakalan cocok, Mas Sugeng. Hehehe… Bahwa langit berbentuk trompet itu saya yakin bisa saja benar, karena kekuatan besar Sangkakala yang bisa menghancurkan alam semesta. Tapi saya masih ragu dengan teori ini karena setau saya, untuk bisa melihat bentuk suatu benda, kita harus bisa mengelilinginya. atau jika benda tersebut sangat besar, kita harus melihatnya dari jarak yang jauh. Ibaratnya jika kita ingin melihat bentuk kepulauan Indonesia yang sebenarnya, kita harus melihatnya dari luar angkasa. Entahlah, mungkin komputer canggih NASA bisa memprediksi bentuk langit ini hanya dengan perhitungan matematika. πŸ™‚
    @Evi, adanya sesuatu yang di luar kemampuan logis manusia memang biasanya dianggap sebagai hal yang gaib, Bu Evi.
    @Mintarsih, kauniyah itu sesuatu yang bisa dan harus dipelajari ya, Bu Min?
    @Elfarizi, sama Wallahu Alam.
    @Falzart, tidak ada rudal nuklir atau senjata laser atau pedang sakti mandra guna yang lebih hebat dari terompet ini.
    @Leo, bunyinya kayak keyboard atau gitar listrik gitu, ya?
    @Zilko, saya juga pernah dengar itu. Katanya alam semesta itu awalnya hanya sebesar biji atom. Tapi terus membesar dengan kecepatan tinggi. Kalo ngga salah, itu yang dinamakan teori Big Bang, ya?
    @Bugiskha, yup… karena menarik itulah makanya saya bikin postingannya. πŸ™‚
    @Lambertus, yup.. kecil dan takkan pernah mampu melawan kekuatan alam.
    @Maya, sedikit mengagetkan. πŸ™‚
    @Misstitisari, hehehe… ini masih teori. πŸ™‚

    • Saya udah lama dengar dan pernah baca tentang penemuan ilmuan itu, Kalau dipikir2 emank ada benarnya juga. Di dalam alkur’an udah ada penjelasannya. Akhir dr peradaban di dunia stelah terompet ditiup.
      Saya sangat setuju dgn pendapat abang

  7. subhanallah iya juga ya

    nanti pas kiamat ditiup kan sasangkala..semoga sudah siap menuju hari itu, amin..

    bagus pas bagian ini nya “Tiba-tiba saya teringat dengan kebiasaan kita untuk meniup terompet sebagai tanda pergantian tahun. Tidakkah itu seperti meledek Sangkakala yang akan ditiup sebagai tanda akhir zaman?”

    hehe

  8. teori ini sudah 3 tahun …
    lantas saya baru tahu sekarang …
    karena keterbatasan ilmu jadi wallahu ‘alam bishowab aja sob … 😦

  9. Ini memang salah satu gambaran langit paling menarik, dan entah kenapa, selaku seorang penganut agama (seorang muslim) hal-hal begini menambah takjub pada bahasa makna yang tak bisa ditafsirkan secara literal dalam kitab dengan begitu saja πŸ˜€

  10. Iya, teorinya sih (Big Bang) dari yang sebesar atom (mungkin lebih kecil kali yah) itu meledak dengan kekuatan yang luar biasa sehingga terus membesar (expanding). Yang ‘mengejutkan’ adalah, dengan model fisika yang telah diketahui manusia sampai saat ini (atau beberapa waktu yang lalu kali ya :D), seharusnya laju pembesaran alam semesta ini saat ini sudah menurun. Namun, observasi justru menunjukkan hal yang sebaliknya: saat ini pun pembesaran itu masih terjadi dan bahkan lajunya masih semakin cepat (percepatan positif). Makanya ‘energi’ yang membuat pembesaran itu semakin cepat saat ini disebut dengan ‘dark energy’ atau ‘energi kegelapan’ karena manusia masih belum bisa memahaminya, hehe πŸ˜€ Jadi ternyata ada beberapa tipe energi di alam semesta ini, hahaha πŸ˜›

  11. tinggal menunggu ditiup saja ya mas, musti siapkan diri sebelum mati mendatangi, sudahkah anda bersiap untuk mendengar terompet akhir zaman???

    • @Maminx, betul kan? Seperti meledek? πŸ™‚
      @Auliya, yaudah.. Aamiin…
      @Sulung, oo ada tho di Alqur’an.
      @Onesetia, iya Sob. Tapi mudah-mudahan nanti ada yang bisa menjelaskan untuk kita semua.
      @Alex, kitab atau buku memang hanya memberikan teori. Dan teori sudah pasti tidak cukup. Untuk prakteknya kita harus turun ke lapangan, menjelajah dan mengeksplorasi alam semesta.
      @Zilko, alam semesta ini memang memiliki banyak energi yang tidak dipahami manusia. Ngga usah jauh-jauh. Perputaran bumi pada porosnya, rotasi bumi terhadap matahari, rotasi bulan terhadap bumi, semuanya berlangsung dengan kecepatan tetap. Itu berarti ada energi yang menggerakkannya. Gravitasi bumi-pun terjadi karena adanya suatu energi. Tapi di mana sumber energi itu, dan mengapa tidak pernah habis? Wallahu Alam.
      @Bensdoing, tapi mudah-mudahan bukan 2012 ya, Sob. πŸ™‚
      @Lea, tapi boleh dipelajari. πŸ™‚
      @Abed, kayak gimana tuh, Gan?
      @Tina, ah… mudah-mudahan masih lama. πŸ™‚

  12. @ Nando

    Ya itu memang jadi masalah dalam bidang eksakta yang cakupannya seluas semesta. Albert Einstein juga berteori bahwa bentuk semesta seperti pelana kuda. Sejauh ini memang sulit dibuktikan secara empiris, tapi perhitungan matematika terkadang bisa lebih memudahkan untuk mencerna isi ajaran agama. Seperti misal perkalian kecepatan cahaya dan relativitas waktu. Dulu hal-hal seperti itu tak masuk akal, namun dengan adanya kemajuan sains, jadi bisa dipahami apa makna kecepatan turunnya malaikat atau isra mi’raj yang digambarkan dalam kitab, atau perbandingan bahwa waktu seperti:

    [QS.22:47] Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.

    Jadi rentang jarak bukan diukur dengan jarak seperti pakai meteran, namun dengan ukuran waktu. Dulu hal begini diolok-olok, namun kemudian terbukti, bahkan untuk ke Galaxy Alfa Centauri yang terdekat dengan bumi saja berjarak 4 tahun cahaya πŸ˜€

    • Walaupun merupakan tatasurya terdekat dengan tatasurya kita, jarak Alpha Century setelah saya cek memang sekitar 4,5 tahun cahaya. Dengan begitu cahaya mataharinya tidak akan mengenai bumi sehingga bumi tidak semakin panas. Apalagi ternyata Alpha Century memiliki 3 matahari. Wheww…..
      Penggunaan waktu untuk mengukur jarak memudahkan kita untuk mengira-ngira waktu yang dibutuhkan untuk menempuh suatu jarak. Metode ini juga digunakan untuk menentukan jarak antara 2 orang pembalap yang tengah berpacu. Dan juga digunakan oleh kalangan militer dan saintis untuk menentukan jarak obyek yang tengah mendekat. Istilah kerennya E.T.A.(Estimated Time of Arrival).

    • Jangan salah lho, Gan. Langit itu memang berujung. Hanya saja, jaraknya milyaran tahun cahaya dari bumi. Kalau tidak berujung, Rasulullah tidak mungkin bisa menembusnya saat Mi’raj dulu. Di mana ujung langit itu? Ya, ada di atas sana. πŸ™‚

  13. Mohon profesor itu menjelaskan, terompet itu diruang mana, terus batasnya ruang untuk terompet itu mana ?; meskipun dipaksakan pikiran manusia itu tetap terbatas, bahkan imajinasinya pun terbatas. Allah Maha Besar.

    • Silakan anda cari sendiri penjelasan lengkap profesor tsb dengan bantuan google, ya Mas…
      Kalo anda tidak setuju dengan pendapatnya, ya sah sah saja….
      Tapi kalau anda ingin menyanggah, sebaiknya anda juga memiliki bukti dan penjelasan yang lengkap. πŸ™‚

  14. Untuk mengetahui posisi benda langit saat ini saja manusia tdk akan bisa,karena yg kita lihat dilangit itu posisi nya masa lalu sesuai dengan berapa tahun cahaya jaraknya dari Buni. Kita harus mentranformasikan posisi bintang2 tsb.Berapa milyar bintang harus kita tranformasikan keposisi sekarang baru kita bisa mengetahui posisi jagat raya sesungguhnya.. Kita berada didalam jagat raya. Sama halnya kalau kita berada didalam rumah,tidak mungkin kita bisa menggambar bentuk rumah yg kita huni.

  15. kita ambil hikmahnya aze soob,
    Allo swt berfirman dalam al Qur’an
    . Al Haaqqah ayat 13
    13. Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup[1507]
    [1507]. Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.

    terus dalam surat Thaahaa
    . (yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala[942] dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;

    Maksudnya: Tiupan sangkakala yang kedua, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.

    mudah2an z dgn adanya teori ini semoa manusia sadar akan datangnya ahkir jaman dan kembali menuju jalan yang di ridhoi oleh sang maha pencipta ALLOH AZZA WAZZALA,,,AMIIIII……NNN…

  16. Ilmu yang hilang,abad pertengahan kubah masjid negara asia tengah dan india berbentuk lonceng dan trompet, dan mereka membuat sebagai gambaran langit ornament nya juga bintang2

    seharusnya sudah di terangkan ilmuwan2 muslim

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s