Senja di Catalonia


Sudah dikonfirmasi, Josep Guardiola akan meninggalkan Barca di akhir musim ini. Sebuah berita yang mengejutkan tentunya. Dan saya mengerti jika para Anti-Barca akan menyebut berita ini sebagai ‘kejutan yang menyenangkan’. πŸ™‚ Walaupun sudah menduganya, tak urung berita ini membuat saya kaget. Tapi ia memang pernah mengatakannya sesaat setelah memenangkan treble juara tahun 2009 lalu. Bahwa ia akan meninggalkan Barca jika ia merasa para pemain sudah kehilangan nafsu untuk menang. Saat ini Barca gagal melaju ke Final Liga Champions dan hampir dipastikan gagal mempertahankan gelar La Liga Primera. Dua kegagalan ini memang sudah cukup bagi Pep untuk dijadikan alasan untuk mundur, walaupun masih punya kesempatan untuk memenangkan Copa del Rey di penghujung musim ini.

Tapi para pengamat menganggap masih ada alasan lain yang membuat Pep memutuskan untuk mundur. Yaitu beban pekerjaan yang tak pernah berkurang setiap musimnya yang telah membuatΒ energinya terkuras habis. Coba anda lihat foto di bawah ini. Dalam kurun waktu 4 tahun melatih Barca, seolah usianya telah bertambah 14 tahun.

Pep

Pep Guardiola saat baru diangkat sebagai pelatih Barca tahun 2008 (kiri), dan Pep saat ini (kanan).

Ia sudah memberikan 13 gelar sebagai pelatih Barca dan berpotensi memberikan gelar ke 14 sebelum mundur. Saya ingin flashback sejenak untuk menelusuri kembali perjalanan karirnya dan orang-orang yang terlibat dalam kehidupannya. Boleh? πŸ™‚

Pep mengawali hidupnya bersama Barca sebagai ballboy atau bocah pengumpul bola. Sebagai putra asli Catalan, sudah tentu ia mencintai Barca dan bermimpi suatu saat akan bermain untuk klub kesayangannya tersebut.

Pep

Pep saat masih menjadi ballboy (kiri, lingkaran merah) ikut merayakan kemenangan bersama pelatih Barca saat itu Terry Venables (diangkat oleh pemain).

Pada tahun 1984, ia bergabung dengan La Masia, sekolah sepakbola milik Barca yang dibangun tahun 1979 sesuai anjuran Johann Cruyff, salah satu pemain legendaris Barca yang dibesarkan sekolah sepakbola Ajax di Belanda. Waktu bergabung, usia Pep 13 tahun.

Johann Cruyff

Johann Cruyff, peraih 3 gelar Ballon d' Or yang pertama.

Pada tahun 1990, Carles Rexach, legenda Barca lainnya, melihat potensi yang dimiliki Pep dan memasukkannya ke dalam tim Barca B yang dilatihnya. Ia menjadikan Pep sebagai gelandang sayap dalam timnya tersebut.

Rexach

Carles Rexach, pelatih Pep di Barca B

Masih di tahun yang sama, Johann Cruyff yang baru saja diangkat sebagai pelatih utama Barca, mendatangi Rexach yang tengah sibuk memberikan perintah kepada anak didiknya yang tengah bertanding di Mini Estadi. Kedua mantan rekan satu tim tersebut langsung terlibat dalam sebuah percakapan serius.

“Siapa nama pemain kurus itu?” Tanya Cruyff pada Rexach sambil menunjuk seorang pemain. Rexach menoleh ke arah yang ditunjuk sambil mengangguk.

“Namanya Guardiola. Bocah yang berbakat”, jawab Rexach pada Cruyff.

“Babak kedua nanti, coba kamu pindahkan dia jadi gelandang tengah.”, kata Cruyff.

Pep pindah ke tengah pada babak kedua. Secara insting, ia menjaga kedalaman di daerah pertahanan dan merusak serangan lawan. Cruyff mengangguk puas dan memasukkan Pep ke dalam tim utamanya.

Johann Cruyff

Johann Cruyff, pelatih yang membawa Barca merebut Piala Champions untuk pertama kalinya.

Selama 11 tahun, Pep menjadi pemain inti Barca hingga akhirnya diangkat menjadi kapten tim. Ia adalah anggota ‘the Dream Team’ Barca saat pertama kali merebut Piala Champions di bawah asuhan Johann Cruyff.

Pep

Pep Guardiola, Kapten tim FC Barcelona sejak pertengahan tahun 90-an

Saat menjadi kapten, Pep ternyata memiliki fans seorang bocah Catalan lainnya yang berusaha meniru pergerakannya di lapangan. Seorang bocah yang kemudian juga berhasil bergabung dengan La Masia. Ia bernama Xavier Hernandez atau biasa dipanggil Xavi.

Xavi

Xavi Hernandez, pemain yang dianggap sebagai gelandang terbaik Spanyol saat ini.

Selain Xavi, Pep ternyata juga memiliki fans lain. Seorang bocah yang lebih muda dari Xavi tapi bukan putra Catalan asli. Ia berasal dari wilayah Albacete dan memiliki poster besar Pep Guardiola di kamarnya di asrama La Masia. Ia adalah Andres Iniesta.

Iniesta

Andres Iniesta, partner sejati Xavi di lapangan

Pada suatu ketika, Kapten Guardiola mendatangi Mini Estadi untuk menyaksikan para juniornya bertanding. Ia terpesona melihat permainan Xavi dan mendatanginya saat babak pertama selesai.

“Dengan permainan seperti itu, kau bisa membuatku terpaksa pensiun main bola.”, katanya pada Xavi.

Pada kesempatan lainnya, ia kembali mendatangi Mini Estadi untuk menyaksikan pertandingan lainnya. Ia melihat Iniesta yang tengah bertanding lalu menghampiri Xavi yang juga tengah menonton.

“Dengan permainan seperti itu, ia bisa membuat kita berdua terpaksa pensiun.”, katanya.

Xavi bergabung dengan tim utama Barca tahun 1998, dan bermain bersama Pep selama 3 tahun. Sebagian besar awal karirnya dihabiskan sebagai pengganti Pep di lapangan sampai akhirnya Pep pindah ke Italia dan Xavi menjadi pemain inti Barca.

pep and xavi

Xavi masuk lapangan menggantikan Pep Guardiola

Xavi yang saat ini dianggap sebagai gelandang terbaik Spanyol melebihi idolanya, Pep Guardiola, mengungkapkan bahwa ia pernah berpikir untuk meninggalkan Barca karena tidak sanggup menerima beban sebagai suksesor Pep.

Pada kesempatan yang lain lagi, Pep mendatangi seorang fans-nya yang lain di La Masia, seorang bocah Catalan yang lebih muda dari Xavi dan Iniesta. Bocah ini baru saja mendapatkan pengalaman yang berat berupa perceraian kedua orangtuanya. Pep memberikan kostum-nya kepada si bocah. Kostum bernomor punggung 4 dan bertuliskan nama Guardiola.

“Kelak namamu yang akan terpasang pada kostum nomor 4 ini.”, demikian yang dikatakan Pep pada si bocah. Konon kabarnya, si bocah meminta kepada ayahnya untuk menyimpan kostum milik Pep ini. Bocah ini bernama Francesc Fabregas atau biasa disapa Cesc.

Setelah sekian lama berlatih di La Masia, impian Cesc untuk menjadi pemain inti Barca bernomor punggung 4 mulai memudar. Ia melihat Xavi sudah mulai mendapat kepercayaan bermain bersama tim inti. Ia juga melihat Iniesta yang sudah dianggap sebagai calon pemain masa depan Barca. Ia merasa tak sanggup bersaing dengan keduanya hingga akhirnya memilih untuk menerima tawaran dari klub Arsenal di London, Inggris.

Di Arsenal, Cesc berhasil masuk sebagai pemain inti hingga akhirnya diangkat menjadi kapten saat usianya baru 20 tahun. Ia menggantikan Thierry Henry yang pindah ke Barcelona. Ia meminta kostum nomor 4 Arsenal menjadi miliknya sebagai pesan tersirat untuk Pep yang baru saja diangkat sebagai pelatih Barca tahun 2008 lalu. Ia ingin menunjukkan bahwa ia tidak lupa pada janji yang pernah diberikan Pep kepadanya.

Cesc

Cesc Fabregas, Kapten Arsenal

Pep mengerti pesan tersebut dan meminta Presiden Barca saat itu, Joan Laporta mengerahkan segala daya upaya untuk membawa pulang Cesc ke Barca. Tapi semua usaha tersebut gagal karena Arsenal tidak ingin melepaskan kapten mereka. Akhirnya presiden baru Barca, Sandro Rossel-lah yang berhasil membawa pulang Cesc tahun 2011 lalu.

laporta rossel

Joan Laporta dan Sandro Rossel

‘Kembalinya si Anak Hilang’ Cesc Fabregas memang menimbulkan kepercayaan bahwa Barca akan mampu mempertahankan supremasi di Eropa. Terlebih karena Cesc ternyata langsung ‘nyetel’ dengan pemain Barca lainnya dan mencetak sejumlah gol penting. Tapi ternyata di akhir musim ini, Barca gagal mempertahankan gelar La Liga dan Champions League dan menyisakan Copa del Rey sebagai satu-satunya harapan yang bisa diraih. Bagi Pep, ini adalah pertanda bahwa ia harus mundur sebagai pelatih tersukses yang pernah dimiliki Barca, meninggalkan Xavi, Iniesta dan Cesc untuk melanjutkan perjalanan tanpanya.

Iklan

27 thoughts on “Senja di Catalonia

  1. Ahiwww pantes sekarang dukung Muenchen ketimbang Chelsea :mrgreen:

    Salut dengan Pep, baru ngelatih Barca langsung Treble (malah Quadruple ya?). Saya sering ngobrol dengan temen saya mas, intinya sih pengen tau kalo Pep ngelatih selain Barca, apa bagus juga ato gak, hehehe Pertanyaan sama juga buat Messi, pengen tau kalo Messi main selain di Barca, apa bagus juga ato gak gitu, hehehe

  2. Mas ulasan tentang bola yang lengkap tentang barca, Sayang saya tidak pernah tertarik untuk mengikuti sepak terjang barca di laga uero. 😎

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. Barca yang gilang gemilang memang saatnya untuk menemukan strategi baru tanpa harus bergantung kepada Messi (statistik membuktikan keyikan messi tidak membuahkan gol maka kekalahan lebaih banyak didapat), lagian strategi tiki-takanya sudah mulai banyak terbaca, walau indah dilihat sebagai bukan negative football. Buat Guardiola sang catalonia, sah-sah saja kalau mulai mencari tantangan baru di luar spanyol, seperti Mourinho yang nilai kontraknya melejit, toh gelar dan supremasi sudah pernah ia dapat atau sudah waktunya membuktikan dengan pelatih kesebalasan nasional Spanyol yang masih perlu ditangani oleh asli orang spanyol…
    El Γ©xito de Gardiola! estamos a la espera de su toque mΓ‘gico … πŸ™‚

  4. @Faisal, @Misstitisari, @Budi, memang tidak mungkin bagi Pep untuk bisa mendapatkan sukses yang sama di klub lain. Ada sejumlah faktor yang perlu diingat;
    – Klub lain tidak memiliki filosofi seperti Barca, jadi Pep harus menanamkan dulu filosofi tersebut mulai dari ‘youth system’ hingga ke tim inti, baru ia bisa memetik buahnya. Itu butuh waktu yang cukup panjang.
    – Pep mencintai Barca luar dalam. Saat melatih Barca, ia memberikan seluruh jiwanya untuk tim. Baginya, mengangkat prestasi Barca adalah masalah pribadi, bukan profesionalisme. Ia tak akan memiliki perasaan yang sama saat melatih klub lain. Bahkan Joan Laporta pernah mengatakan,” Saat kami mengangkat Pep sebagai pelatih Barca B, saya punya feeling kalau dia tetap bersedia menerima pekerjaannya tanpa digaji.”
    @Mintarsih, kesannya artistik ya, Bu Min? πŸ™‚
    @Sugeng, semua pecandu bola punya tim kesayangan yang berbeda. πŸ™‚

  5. Saya seorang Gooners dari kecil mas, jadi saya terdidik untuk membenci Barca (dan Manutd) :). Tapi menarik juga mengetahui Pep mundur. Kalau gini, biasanya gosip akan menyebar. Saya dengar sekarang santer Pep digosipkan jadi pelatih baru Chelsea. Digosipkan jadi pengganti SAF di Manutd. Digosipkan jadi asisten pelatih menggantikan Pat Rice di Arsenal, dll. Tapi wajar juga digosipkan macam-macam, karena Pep Guardiola memang seorang pelatih yang bagus.

    • Hahaha…. kenapa harus membenci, Mas Leo? Tidak ada tim yang saya benci di dunia ini, karena sepakbola adalah olahraga, bukan perang seperti Palestina vs Israel. πŸ™‚
      Kalaupun ada organisasi sepakbola yang saya benci, maka itu adalah PSSI karena bisanya cuma merusak sepakbola Indonesia. πŸ™‚
      Apakah saya membenci Mourinho? Tidak, karena dia adalah pelatih yang hebat dan memang harus ada supaya persaingan makin kompetitif. Hehehe…
      Btw, saya kira tadinya istilah ‘Gooners’ itu digunakan oleh mereka yang membenci The Gunners. πŸ™‚

      • πŸ˜€ Iya. Seharusnya memang tidak perlu membenci karena memang hanya permainan bola. Tapi entahlah, namanya juga fans, terkadang ada beberapa hal yang bisa membuat orang jadi bertindak di luar nalar (seperti saya hehehe).

        Tapi walaupun membenci tim, saya masih memberikan rasa hormat pada pelatihnya mas. Semisal SAF di Manutd. Saya pikir beliau seorang yang jenius dalam taktik dan manajemennya. Begitu juga Pep dan Mourinho. Hanya orang-orang yang spesial yang bisa mengasuh tim bertabur bintang tanpa menimbulkan masalah (Ingat AVB di Chelsea? He’s a flop).

      • AVB memang kurang pengalaman. Tidak mudah bagi seorang manager menangani pemain yang seusia dengannya. Apalagi pemain tersebut sudah dikenal dunia selama bertahun-tahun, semwentara ia sendiri baru dikenal orang setahun belakangan ini. Hehehe…

    • @Amazzet, mudah-mudahan bisa, Pak Ustadz.
      @Arnize n @Didont, silakan komen ajah… πŸ™‚
      @Abi Gilang, hahaha iya, satu gelar berarti nambah satu tahun. πŸ™‚
      @Abed, hehehe turut berduka, Sob. πŸ™‚
      @Farhan, iya mudah-mudahan menang di Copa. Biar genap jadi 14. πŸ™‚

  6. mas nando mau tanya..?? emang mas nando barcelonistas juga ya..????
    oh iya td aku bikin gambar buat kepala halaman dari jpg, trus di potoshop di tambahin tulisan di jadiin format gif (animasi) hasilnya setelah di upload ko ga bergerak ya..??? tp aku nyoba gambar animasinya dari movie yg dibikin gif itu bisa bergerakkalo dari jpg ko ga bisa ya..???
    ada masukan mas nando..????
    thanx b 4…

  7. wah sorry mas nando…
    jadi ngerepotin…!!
    ternyata masalahnya sudah terpecahkan…
    jadi gambar gif/animasinya tidak usah di crop di wp tapi gambar sebelumnya harus sesuai dengan ukuran yang disarankan untuk tiap kepala halamannya…

      • iya jadinya bikin di photoscape tuh…
        ya lumayanlah buat amatiran mah (yg penting made in sendiri lah…), btw lg nyari gambar buat background/latar belakangnya nih yg ini resolusinya kecil jd agak pecah/buram..?? tdnya nyoba gambar yg dari mas nando gambar camp nou, tp kalo di bikin 1800px-an agak buram uy…
        ada solusi mas..????

  8. dari pep ke xavi, dari xavi ke iniesta, dari iniesta ke fabregas..
    Barca tidak pernah kehilangan Generasi penerus.. Mantabh.. !!
    XAVI mengekor Pep menjadi LEGENDA BARCA..

    VIVA “THE PUPPET MASTER” XAVIER HERNANDEZ I CREUS.. !!

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s