Giveaway Azzet: Suka Duka Ngeblog

blogging

Beberapa bulan yang lalu saya sudah pernah menceritakan sekelumit pengalaman ngeblog di Blogspot dan WordPress.com. Rasanya ngga asik kalau saya bikin siaran ulang di sini, ya? Oke deh kalau begitu saya tulis lanjutannya aja, ya……..

Ada 3 sensasi yang saya rasakan selama ngeblog di WordPress.com (emangnya permen?). Yang pertama adalah perasaan nyaman, karena saya merasa cocok dengan tampilan dan fitur-fitur yang dimiliki platform blog ini. Apalagi karena WordPress.com memiliki forum sendiri yang merupakan tempat bertanya bagi blogger pemula.

Sensasi yang kedua adalah rasa terkekang. Ya, ini memang bertolak belakang dengan sensasi yang pertama. Rasa terkekang ini muncul karena karena WordPress.com memiliki aturan sangat ketat yang melarang penggunanya berekspresi sebebas-bebasnya. Sejumlah kode dengan format tertentu dilarang digunakan pada platform ini, sehingga kita tidak bisa memasang widget yang kita inginkan. Kita juga dilarang menggunakan template selain yang direkomendasi WordPress.com sendiri. Dan yang paling utama tentunya adalah larangan memasang iklan. Itu yang membuat saya merasa sedih, tapi saya juga tidak mau pindah ke lain platform.

Sensasi yang ketiga adalah perasaan takut. Walaupun saya tidak pernah di-banned oleh WordPress.com, tapi rasa takut bahwa suatu saat itu akan terjadi tetap ada. Karena sudah cukup banyak rekan-rekan WordPresser yang mengalaminya, walaupun sebagian dari mereka akhirnya dimaafkan oleh WordPress.com dan blog mereka diaktifkan kembali.

Rasa terkekang dan rasa takut inilah yang membuat saya tertarik ajakan Arman Budiman dan Mas Bro untuk membangun blog di WordPress.org, sebuah platform selfhosted blog yang sudah pasti tidak memiliki aturan seketat WordPress.com tapi memiliki tampilan dan fitur yang serupa.

Hal yang pertama kali saya lakukan setelah blog tersebut aktif adalah meng-upload template dari luar WordPress sebelum membuat postingan pertama. Lalu memasang sejumlah widget yang tidak bisa dipasang di WordPress.com, hingga akhirnya memasang banner iklan. Sejumlah plugin juga saya pasang karena blog pada WordPress.org itu ternyata kosong melompong, tidak seperti WordPress.com yang segala sesuatunya sudah tersedia dan tinggal kita pilih saja mana yang kita inginkan untuk digunakan.

Kehadiran blog baru ini membuat saya jadi bersemangat. Saya tidak lagi merasa terkekang dan ketakutan. Saya merasa bebas. Bahkan saya sempat berpikir, seandainya blog pada WordPress.com di-banned, saya tinggal impor saja konten-nya ke WordPress.org.

Perlahan tapi pasti, blog baru ini mulai muncul di halaman pertama Google, dan peringkatnya semakin membaik. Tapi belakangan saya mulai menyadari bahwa blog baru ini mulai menghilang dari halaman Google dan pengunjung-pun semakin berkurang. Setelah saya cek, ternyata blog baru saya dilempar Google ke Sandbox. Saat ini sudah tidak ada satu artikel-pun pada blog baru saya yang muncul di mesin pencari Google. Saya baru menyadari inilah harga yang harus saya bayar untuk sebuah kebebasan. Saya telah kebablasan. Google ternyata juga memiliki aturan main yang cukup ketat. Tidak ada yang mem-banned blog saya tapi ternyata dihukum oleh Google. Yahh… sama saja. Walaupun blog saya tetap aktif tapi tidak ada yang mengunjungi. Saya sudah menghapus semua link yang mungkin dianggap melanggar oleh Google, tapi tetap saja blog baru ini meringkuk di Sandbox.

Ini jadi pelajaran bagi saya. Tidak ada kebebasan yang benar-benar murni walaupun di dunia maya. Walaupun menyesal tapi saya juga bersyukur dengan ilmu baru selfhosted blog yang saya dapat. Mungkin suatu saat blog baru WordPress.org ini akan saya tinggalkan, tapi kelak saya akan memulainya lagi dengan lebih berhati-hati.Β Saat ini saya kembali berkonsentrasi dengan WordPress.com yang memiliki sensasi 3 rasa berbeda. WordPress.com ternyata memang yang paling cocok bagi saya (untuk saat ini. Hehehe…).

Mohon maaf kalau tulisan ini terkesan terlalu teknis. Kalau ada istilah yang kurang dimengerti, silakan bertanya. Saya akan dengan senang hati menjawabnya. πŸ™‚

Tulisan ini diikutkan pada kontesΒ Betapa Senangnya NgeblogΒ dan disponsori olehΒ Mahabbah.

Iklan

28 thoughts on “Giveaway Azzet: Suka Duka Ngeblog

  1. hahha……..yap, yisha pengin pindah, tapiiiiii……. masih takut!haha
    hm, apa syarat menang giveaway ini? banyak yang ikut, dan menarik dibacaaaaaa…….. ❓

  2. Wah, ini benar-benar suka dan duka, hingga meringkuk di Sandbox segala. Sungguh, sebuah pengalaman yang bisa kita petik pelajaran darinya, Mas Nando.

    Ohya, saya sudah membaca dengan cermat artikel di atas dan langsung saya DAFTAR. Terima kasih banyak ya, Mas. Salam hangat persahabatan.

  3. kembali aktif sama istri tua bro … πŸ˜›
    pengalaman saya selama ngeblog pake wp.org yg paling mengasyikkan menerapkan konsep blogazine, selain design layout themes juga saya meski memikirkan layout unik per-post …
    walaupun hasilnya ga begitu bagus tapi mempunyai nilai kepuasan tersendiri sob … (sorry jadi curhat) … πŸ˜€

  4. nice posting. kebetulan saya dalam proses belajar menggunakan wordpress. pengalaman para blogger lama di wp sangat saya butuhkan. salam kenal. kunjungan pertamax. moga menang lombanya dan selamat menunaikan ibadah puasa.

  5. Ping-balik: Pengumuman: Pemenang Giveaway Azzet (Betapa Senangnya Ngeblog) | Akhmad Muhaimin Azzet

  6. pengalaman yang seru nih dari ngeblog…
    Memang aturan main harus selalu kita ikuti ya… kalau tidak bisa didiskualifikasi…
    Selamat juga ya buat kemenangan GA-nya…

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s