Back Street Love

Stasiun Tebet

Pernahkah anda mengalami kisah cinta yang tidak disetujui? Jika pernah, bagaimana caranya supaya anda bisa bercengkrama dengan kekasih tersayang? Salah satunya, dengan membuat janji bertemu di suatu tempat. Betul?

Saya juga mengalaminya. Tapi bukan saat pacaran dulu, melainkan kemarin. Yup, betul Sobat… KEMARIN… Dan siapakah yang telah membuat kami terpaksa janjian secara diam-diam? Tak lain dan tak bukan putra bungsu kami sendiri, Si Ade.πŸ˜›

Berawal dari niat kami untuk menjenguk kakak ipar di RS PMI Bogor kemarin siang, Si Ade tiba-tiba pingin ikut setelah melihat kami dandan rapi. Jika hanya salah satu dari kami yang berpakaian rapi, ia tidak akan rewel pingin ikut karena itu berarti kami ‘ada urusan penting’. Tapi jika kami berdua rapi, itu berarti kami akan ‘jalan-jalan’ dan sudah pasti dia pingin ikut. Padahal aturan di RS PMI itu melarang anak-anak hingga usia 12 tahun untuk ikut menjenguk.Β Apa boleh buat, kami terpaksa keluar rumah sendiri-sendiri dan janjian ketemu di suatu tempat yang agak jauh dari rumah. Halaaah….. serasa jadi abg lagi. Wkwkwkw…..

Si Ade

Si Ade yang memaksa kami menjalani back street date.

Tidak ada kendaraan yang berhasil kami bajak, jadinya kami naik KRL Commuter ke Bogor. Duh, serasa napak tilas perjalanan cinta masa lalu. Halah.. halah.. halaaah….

“Bulan puasa neh, Gaaan…. Biar suami istri, tetep aja ngga boleh pacaraaan….”

“O, iya, Kang. Makasih udah ngingetin……”πŸ˜›

pacar

Pacar yang tidak ketinggalan kereta.

Menjelang Ashar, kami sampai di rumah sakit. Kondisi kakak ipar memang agak memilukan karena tidak bisa buang air tanpa kateter. Dan kedua tangannya selalu gemetar. Padahal biasanya ia selalu lincah dan ceria. Ia seolah menjadi orang lain yang tidak kami kenal.😦 Mudah-mudahan ia segera sembuh. Mohon doanya ya, Sobat……

Menjelang Maghrib kami kembali pulang. Kami berbuka di sebuah warung soto di depan stasiun Bogor. Hmm…. terakhir kali kami buka puasa berdua kalo ngga salah sebelum punya anak bertahun-tahun yang lalu…..

Back Street Lovers

Kami sampai di rumah sekitar pukul 8 malam. Dan Si Ade ternyata udah tertidur pulas. Alhamdulillah. Hehehe……:mrgreen:

Nando

15 thoughts on “Back Street Love

    • @Elfarizi, iya, Gan. Serasa deja vu. Hehehe… Aamiiin….
      @Bu Evi, kena deh disiulin, hehehe… Aamiin, makasih doanya, Bu Evi.πŸ™‚
      @Yella, yang jelas ngga bisa buang air. Awalnya dikira syaraf tulang belakang bermasalah. Tapi setelah di-scan, ternyata ngga ada apa-apa. Setelah dokter ngeliat kalo tangannya selalu gemetar, diperkirakan bahwa otaknya mengalami infeksi. Untuk memastikan, perlu dilakukan scan kepala. Scan tersebut baru bisa dilakukan hari ini. Kami juga lagi menunggu kabarnya di sini. Makasih doanya, Tante Yella.πŸ™‚

  1. Awalnya gimana sich Om sampai bisa sakitnya begitu? padahal sebelumnya fine-fine aja kan?
    Iya, semoga lekas diberikan kesembuhan. Amin.
    btw, sampai sekarang Ade masih gak tahu ya kalau Ayah – bundanya “backstreet”?πŸ˜†

  2. @Irfan, sebelumnya dia sangat lincah dan selalu tertawa. Tiba-tiba jadi tak berdaya. Makasih atas doanya. Udah lupa-lah si Ade. Soalnya pas kita pulang, dia udah tidur.πŸ™‚
    @Zilko, Aamiin, makasih, Gan. Hehehe pasti seru ngebayangin jadi anak sma yang belom boleh pacaran.πŸ™‚

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s