The Raid 2: Berandal

 

The-Raid-2-Reviews-Berandal

Perbedaan utama yang ada pada film the Raid 1 dan the Raid 2 adalah; Saya suka alur cerita film yang kedua dan tidak suka alur film yang pertama. Hehehe….

Film pertama boleh dibilang ngga ada alur ceritanya. Plot dan misinya dari awal sudah jelas; Mengepung sarang penyamun dan menangkap biangnya. Udah, itu aja! Sementara pada film kedua ceritanya terus berkembang dan semakin kompleks.

Rama, yang pada film pertama menjadi satu-satunya anggota pasukan elit polisi yang selamat setelah dibantu oleh kakaknya, pada akhirnya kembali berpisah dengan sang kakak yang memilih untuk tetap hidup sebagai kriminal.

Iko Uwais sebagai Rama

Iko Uwais sebagai Rama

Setelah berpisah, kakaknya kemudian dieksekusi oleh seorang kepala geng kelas dua bernama Bejo. Rama menyadari bahwa ia bisa menjadi target pembunuhan selanjutnya, karena para penjahat dan polisi korup sama-sama menginginkan kepalanya. Seorang polisi senior menganjurkan agar Rama bersembunyi dan berpisah sementara dengan keluarganya, yang kini dilindungi sang polisi senior dan anak buahnya.

Alex Abbad sebagai Bejo

Alex Abbad sebagai Bejo (memegang tongkat)

Sambil bersembunyi, ia ditugaskan untuk menyamar sebagai tahanan di sebuah penjara. Sehingga ia bisa mendekati Ucok, seorang tahanan yang merupakan anak dari seorang gembong penjahat kelas satu, Boss Bangun. Rama menyetujui tugas tersebut karena Bejo, yang telah membunuh kakaknya, ternyata memiliki hubungan bisnis dengan Bangun.

Ucok yang diperankan oleh Arifin Putra

Ucok yang diperankan oleh Arifin Putra

Dalam sebuah kesempatan, Rama yang menyamar dengan nama baru Yudha, berhasil menyelamatkan Ucok dari sebuah usaha pembunuhan di lapangan penjara. Hubungan keduanya menjadi dekat setelah peristiwa tersebut. Bangun, ayah Ucok, memberinya pekerjaan sebagai pengawal pribadi Ucok dan sebuah apartemen mewah setelah Rama keluar dari penjara dua tahun kemudian.

Boss Bangun yang diperankan oleh Tio Pakusadewo

Boss Bangun yang diperankan oleh Tio Pakusadewo

Dalam film ini diceritakan bahwa sebagian wilayah Jakarta dikuasai oleh Boss Bangun, sedangkan sebagian lagi dikuasai oleh Goto, seorang boss mafia (Yakuza?) asal Jepang. Hehehe… Di sini pemilihan orang Jepang sebagai boss penjahat di Jakarta terasa agak aneh buat saya. Tapi, yaa.. Sudahlah kita nikmati saja.😀

Bejo membujuk Ucok agar menolongnya mendapatkan sebuah wilayah yang dikuasai Goto. Bejo dan Ucok sama-sama tahu bahwa mereka tidak mungkin mendapatkan izin dari Bangun untuk mengusik Goto. Karena antara Bangun dan Goto telah ada kesepakatan untuk tidak saling mengganggu wilayah kekuasaan masing-masing. Dikatakan bahwa perdamaian di antara kedua gembong penjahat kelas satu tersebut telah berlangsung selama 10 tahun. Itu mengingatkan saya pada film the Godfather yang juga mengatakan bahwa sudah 10 tahun tidak terjadi perang di antara lima keluarga mafia terbesar di New York. Kebetulan sama? Mungkin saja…😉

Ucok membuat skenario untuk merusak hubungan baik Bangun dan Goto. Ia menjebak Prakoso, tukang pukul kepercayaan ayahnya, dalam sebuah pengeroyokan hingga akhirnya tewas. Tokoh Prakoso ini diperankan oleh Yayan Ruhiyan, yang pada film Raid 1 berperan sebagai Mad Dog, yang tewas di tangan Rama dan kakaknya. Kehadiran Yayan dalam film ini sempat membingungkan saya. Butuh waktu bagi saya untuk menyadari bahwa karakter yang diperankannya berbeda dengan sebelumnya.

Yayan Ruhiyan sebagai Prakoso

Yayan Ruhiyan sebagai Prakoso

Tokoh Prakoso ini juga kembali mengingatkan saya pada film the Godfather, di mana Luca Brasi, tukang pukul kepercayaan Don Vito Corleone, tewas dibunuh Virgil Solozzo dan Tataglia Junior.🙂

Ada keanehan saat Prakoso tewas. Ia ada di tengah salju! Apakah seting film ini tiba-tiba pindah ke luar negeri? Tidak ada keterangan apapun yang menjelaskan bahwa Prakoso sedang berada di Moskow pada jam 12 tengah malam, misalnya… hmm…

Anyway, by the way, busway…. Perang pun pecah! Bejo menurunkan duo bersaudara, Si Pemain Baseball dan Si Gadis Bisu, untuk mengobrak-abrik wilayah Goto. Si Pemain Baseball mendatangi salah satu gedung milik Goto saat ada pertunjukan reog di jalanan.

pemain basebal

Si pemain baseball, “Sini bolanya…”

Sedangkan si Bisu dengan dual martilnya menghabisi anak buah Goto di dalam kereta api. (Kenapa mereka naik kereta api? Kenapa ngga pake mobil aja? Hmm… Mungkin takut kena macet. Maklum… Jakarta…).

Silent Femme Fatale a la Julia Estelle

Silent Femme Fatale a la Julia Estelle

Harus saya akui, penampilan Julia Estelle sebagai si Bisu dalam film ini jauh lebih menakutkan daripada perannya sebagai gadis psycho dalam video klip Peterpan yang berjudul ‘Cobalah Mengerti’ (silakan cek di Youtube).🙂

Bangun dan Goto membuka pertemuan dan sepakat untuk kembali berdamai. Ucok yang tidak setuju, berusaha mendebat ayahnya. Bangun marah lalu memukuli Ucok habis-habisan. Bejo datang untuk membela Ucok. Lalu Ucok menembak ayahnya.

Ucok juga berusaha membunuh Eka, orang kepercayaan ayahnya. Tapi Rama datang menyelamatkan Eka. Eka berhasil melarikan diri. Ucok kini menjadi pengkhianat dalam organisasi keluarganya sendiri. Ia bergabung dengan Bejo yang membawa Rama sebagai tawanan.

Oka Antara sebagai Eka

Oka Antara sebagai Eka

Adegan kebut-kebutan yang seru terjadi di jalanan saat Eka berusaha menyelamatkan Rama. Awalnya saya sempat berfikir, ‘Di wilayah mana di Jakarta yang jalanannya lengang dan bisa dijadikan arena kebut-kebutan?’. Tapi setelah salah satu mobil terlempar dan menghantam sebuah halte busway, saya senang dan tidak peduli lagi ada di wilayah mana. Yang jelas, itu di Jakarta! Hehehe….

Setelah Rama bebas, ia kembali mendatangi Ucok dan Bejo. Sementara Eka yang terkena luka tembak ditinggalkan di sebuah tanah kosong. Selanjutnya? Pertarungan demi pertarungan hingga akhir cerita. Seru dan berdarah-darah.

Rama bertarung menghadapi si Pemain Baseball dan adiknya si Bisu. Lalu ia harus menghadapi si Kumis yang sempat mengalahkannya saat membebaskan Eka. Ucok sendiri menjadi pengkhianat bagi semua orang. Ia menembak wajah Bejo hingga terbelah tiga (Ouch……… Film ini memang tidak cocok untuk anak-anak). Ujung-ujungnya, Ucok berhadapan dengan Rama.

Ada satu scene yang paling tidak saya sukai dalam film ini. Yaitu saat Ucok datang menagih upeti dari seorang produser film porno bernama Topan. Tokoh Topan ini diperankan  oleh Epy Kusnandar yang setau saya adalah sosok yang sopan dan alim. Pada scene ini, Epy menggunakan kata-kata yang sangat kotor yang tadinya saya kira tidak mungkin digunakan dalam film ini. Ada juga satu perempuan yang tiba-tiba muncul pada scene ini yang…… Ah, sudahlah! Saya yakin scene ini tidak mungkin lolos sensor dan harus dibuang sebelum tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Scene itu mungkin hanya untuk penonton di luar negeri.

Epy Kusnandar sebagai Topan

Epy Kusnandar sebagai Topan

Secara umum, dialog pada film ini lebih jelas dibandingkan yang pertama. Bahasanya juga menggunakan bahasa pergaulan yang enak didengar. Kata-kata kasar hanya keluar dari mulut Epy Kusnandar, dan dia hanya muncul dalam satu scene. Setelah itu tidak ada lagi.

Walaupun seru, film ini memang cukup sadis dalam setiap pertempurannya. Jika Harmoko masih menjabat sebagai Menteri Penerangan, saya yakin film ini tidak mungkin mendapatkan izin tayang. Hmm… Tapi saya suka film ini, walaupun panjangnya dua setengah jam.

Film yang pertama, saya tidak suka.🙂

The-Raid-2-Berandal

6 thoughts on “The Raid 2: Berandal

Ayo, Kasi Komentar doooong......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s